Rayakan 70 Tahun, AmorePacific Bertekad Jadi Great Global Brand Company

AmorePacific, perusahaan produk kecantikan terkemuka di Korea, pada awal September 2015 lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Melanjutkan tujuh dasawarsa kiprah bisnisnya itu, eksekutif puncak AmorePacific menyatakan tekadnya untuk menjadikan AmorePacific sebagai sebuah perusahaan merek global yang hebat (great global brand company).

 Kyung-bae, AmorePacific Chairman & CEOt Suh Kyung-bae, AmorePacific Chairman & CEO

“Selama 70 tahun yang lalu, AmorePacific telah mendedikasikan diri membuat dunia lebih cantik, berlandaskan misi kami sebagai Asian Beauty Creator,” ujar Suh Kyung-bae, Chairman dan CEO AmorePacific, di hadapan sejumlah wartawan dari sejumlah negara pada konferensi media global di Seoul, Korea Selatan, 9 September lalu.

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-70 ini,   AmorePacific mengundang sejumlah wartawan dari delapan negara di Asia untuk memperlihatkan sejumlah fasilitas pentingnya di Korea Selatan; meliputi Seokwang Tea Garden dan O’sulloc Tea Museum di Jeju Island; AmorePacific R&D Center (Mizium and Sungjigwan)   di Yongin,   serta AmorePacific Beauty Campus yang merupakan fasilitas produksi dan distribusi global di Osan, Korea Selatan.

Sejak awal AmorePacific berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan produk kecantikan (beauty company) nomor wahid di Korea. Di tingkat global, dari segi omset (net sales) perusahaan ini merupakan terbesar nomor 14 di dunia. Baik di pasar domestik (Korea) maupun di mancanegara (overseas market), penjualannya tumbuh secara konsisten. Secara keseluruhan, selama semester I 2015, penjualannya mencapai KRW (Korean Won) 2,85 triliun, atau naik 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year on Year); dan laba usaha mencapai KRW 564,3 miliar, atau naik 46,1% dibandingkan tahun lalu (YoY).

Suh Sung-whan (almh.), pendiri AmorePacific Suh Sung-whan (almh.), pendiri AmorePacific

Perjalanan bisnis AmorePacific dimulai dari inisiatif Suh Sung-whan (alm.), yang mendirikan perusahaan yang awalnya bernama Pacific Chemical ini pada 1945, dengan produk awal ABC Pomade, minyak rambut berbahan tanaman. Cikal-bakal bisnis ini sendiri sebenarnya sudah dirintis oleh ibu sang pendiri, Yun Dok-jeoung (almh.), yang membuka warung kecil yang menjual minyak biji camelia buatannya yang berkualitas tinggi pada 1932. Yun tampaknya berhasil menanamkan nilai-nilai dan filosofi mengenai Asian Beauty, yang kemudian menjadi semacam “DNA” bagi AmorePacific hingga sekarang.

Langkah merambah pasar luar negeri dirintis dengan ekspor produk kosmetik pada 1964.   Pada periode 1980-1990, perusahaan yang mendaftarkan sahamnya di pasar modal (listed) sejak 1973 ini menjejakkan kaki langsung di AS dan Eropa dengan mendirikan anak usaha di Los Angeles (AS), Frankfurt (Jerman), dan Chartre (Prancis). Namun, langkah terpentingnya dilakukan pada 1991, ketika perusahaan ini memutuskan untuk fokus pada bisnis produk kecantikan saja, dan mendivestasi anak-anak usaha non-kecantikan.

Suh Kyung-bae, putera dari Suh Sung-whan (sang pendiri), memperoleh kepercayaan untuk memimpin perusahaan ini (sebagai CEO) pada 1997. Di bawah kepemimpinan Suh, pada 2002 perusahaan ini mengganti nama korporatnya menjadi AmorePacific, dan pada tahun itu juga menjadi perusahaan pertama di Korea yang mampu mencapai penjualan KRW 1 triliun di industri produk kecantikan. Suh pula yang memimpin langkah penetrasi ke pasar luar negeri di Asia dengan dua produk andalannya, Sulwhasoo dan Laneige (2003-2006) dan pada 2006 menegaskan misi utama AmorePacific sebagai the Asian Beauty Creator.

Di antara lebih dari 20 merek produk dalam kategori kosmetik, personal care dan healthcare yang dimilikinya, ada lima merek yang menjadi global champion brands, yakni : Sulwhasoo, Laneige, Mamonde, innisfree, dan Etude House. Namun, para pengamat menilai, inovasi terbaik yang ditawarkan AmorePacific adalah ketika pada 2008 meluncurkan produk kosmetik air cushion pertama di dunia. Langkah ini ternyata membuka kategori produk baru di industri kecantikan global karena diikuti pemain-pemain besar termasuk L’Oreal. Pada 2015, tercatat penjualan global produk cushion AmorePacific secara kumulatif telah melebihi 50 juta unit.

Itulah inovasi buah dari investasi AmorePacific yang cukup serius di bidang litbang (R&D). Sekitar 500 periset (10,9%-nya bertitel Ph.D) bekerja di enam pusat R&D yang tersebar di Korea Selatan, China, Prancis, AS, Jepang, dan Singapura. Rasio biaya R&D dibandingkan nilai penjualannya pada 2014 sebesar 2,51%. Pada tahun itu juga, ada 200 paten yang sudah terdaftar serta 500 lebih paten yang tengah diajukan registrasinya.

Di Indonesia, AmorePacific baru hadir secara legal-formal (kelembagaan perusahaan) pada 2012, meskipun produk Laneige dan Sulwhasoo sudah masuk lewat distributor sejak 2004. Tak heran, pasarnya masih relatif kecil.   Tapi, sang CEO, Suh Kyung-bae (kini 52 tahun), menilai Indonesia tetap pasar yang potensial mengingat tumbuhnya kelas menengah. “Kami masih akan melakukan studi lebih dalam lagi,” kata lelaki yang mengakui menyukai Jogja.

Bagaimana ke depan setelah tercapainya usia 70 tahun? “AmorePacific akan terus menumbuhkan bisnis globalnya, dan melangkah menuju visi masa depannya menjadi sebuah great global brand company,” kata Suh Kyung-bae, yang kini merupakan orang terkaya kedua di Korea, di bawah Lee Kun-hee (Chairman & CEO Samsung Corp.), menurut Majalah Forbes (2015).

AmorePacific Beauty Campus di Osan, Korea  Selatan_edit

Langkahnya, dipaparkan Suh lebih lanjut, akan fokus pada tiga pilar, yakni : Absolute Quality, Corporate Social Responsibility(CSR), dan Investment in People. Dengan Absolute Quality, maksudnya AmorePacific akan menawarkan produk berkualitas terbaik yang dihasilkan dari teknologi mutakhir dan bahan-bahan alami dari Asia seperti ginseng dan green tea.

Mengenai CSR, AmorePacific akan melanjutkan aneka program CSR-nya yang menyentuh tiga area perhatian, yakni kalangan wanita, budaya, dan lingkungan. Untuk kalangan wanita selama ini perusahaan ini punya program Makeup Your Life yang mendukung pasien wanita pendukung kanker lewat program kecantikan holistik dan Pink Ribbon Campaign untuk mendukung para pasien kanker payudara. Juga ada program Heemang Store untuk mendukung kemandirian finansial kalangan single mother. Untuk budaya ada program seperti mise-en-scen Short Film Festival dan Sulwha Cultural Exhibition. Sedangkan untuk program lingkungan ada program Green Cycle yang mendaur-ulang kemasan produk bekas pakai. Menurut Suh, pihaknya berencana mengembangkan program CSR kunci itu di luar negeri, dengan mengidentifikasi isu sosial di tiap regional dan negara.

Sementara itu, menyangkut pilar Investment in People, menurut Suh, AmorePacific akan meningkatkan pelatihan karyawan secara global dengan beragam program, serta meningkatkan rekrutmen para talenta global. Sekarang ini, dengan kehadiran di Asia, Amerika Utara, dan Eropa, AmorePacific diperkuat lebih dari 13 ribu orang karyawan.

Suh juga menjanjikan pihaknya akan mengintensifkan lagi program reward dan kesejahteraan karyawan, antara lain dengan meningkatkan lingkungan kerja khususnya bagi kalangan wanita. Setelah menikmati pertumbuhan bisnis yang baik, dan dinilai sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia (Most Innovative Companies) menurut Forbes, Suh juga menyatakan keinginan AmorePacific bisa menjadi tempat yang hebat untuk bekerja (a great place to work for).   (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)