10 Anak Muda Perkenalkan Ide Kreatif di Dunia IT

Sepuluh finalis Do Network, kompetisi memperkenalkan ide kreatif untuk memberdayakan masyarakat oleh Lenovo, tengah berbagi dan mendiskusikan ide mereka agar mampu menjadi kenyataan. Setiap finalis, secara khusus, bertemu dengan para mentor Do Network untuk mendiskusikan dan memperbaiki proyek-proyek mereka.

Ke-10 finalis tersebut juga akan menampilkan dan mulai mempromosikan proyek-proyek mereka ke pemirsa yang menghadiri CHIP Meet-up, acara yang secara berkala digelar oleh CHIP Online. Dalam acara ini, pembicara dari industri IT akan bertemu dengan komunitas online secara langsung untuk mendiskusikan topik-topik hangat di industri IT. Do Network Indonesia telah menjaring 27.690 registrasi di website, 706 proyek dan 136.465 suara dukungan selama periode 20 hari, yakni pada 5 – 25 Januari. Kini telah terpilih 10 orang finalis utama dari 8 kota di Indonesia yang telah diseleksi melalui proses voting publik, pencapaian-pencapaian (milestones) yang diraih dan seleksi mentor. Mereka adalah:

  1. Ariesta Satriyoko dari Jakarta dengan proyek “Muvon: Charger Alat Elektronik Gabungan Anti Polusi”. Ini adalah alat charging yang memadukan dua energi yang dapat diperbarui: tenaga matahari dan gerak/kinetik.
  1. Bryan Rahardy dari Surabaya Dengan proyek "Dls: Distance Limitation System”. Ini adalah sistem yang mendeteksi jarak tempuh mobil dengan menggunakan alat ECU (Electronic Control Unit). Teknologi ini bisa membantu mengurangi polusi dan penggunaan BBM subsidi.
  1. Danny Ismarianto Ruhiyat dari Cimahi dengan proyek “Gratisains - Gratis Sebarkan Ilmu Hingga Pelosok”. Ini adalah aplikasi web berbasis tablet Lenovo yang mengkombinasikan sinkronisasi data dan sistem multi-charging yang memungkinkan pendistribusian pengetahuan ke daerah pedesaan yang minim akses listrik.
  1. Fatkhul Amri dari Malang, dengan proyek “Gameforsmart - Tambah Ngegame, Tambah Cerdas”. Ini adalah game online edukatif yang digunakan untuk membantu para pelajar meningkatkan prestasi belajar mereka dengan cara yang menyenangkan. Pelajar dapat mengakses game ini dengan menggunakan berbagai perangkat seperti PC, tablet dan konsol game.
  1. Frederic Tumanggor dari Jember dengan proyek “Software Hukum Cerdas Buatan Indonesia 1st Didunia”. Teknologi software yang diberi nama Kamus Hukum Jung ini memungkinkan para profesional dan masyarakat untuk memahami istilah-istilah hukum tanpa harus menggunakan mesin pencari.
  1. Giannova Ryandanny Satoto dari Denpasar, dengan proyek “Dibungkus™ | Pemesanan Makanan Online”. Aplikasi ini menyederhanakan dan mengelola pemesanan berbagai menu makanan dari restoran-restoran yang menjadi mitra dengan berbagai cara pembayaran.
  1. Nizar Lutfiansyah ST dari Malang dengan proyek “Bintang Sekolah - Classroom In A Box”. Ini adalah kelas virtual yang dirancang untuk menghadirkan suasana belajar di sekolah melalui kelas portable di daerah manapun yang membutuhkan pendidikan
  1. Dr. Petrus Mursanto MSc dari Bogor dengan proyek “Sistem Pengaturan Lalu Lintas Cerdas dan Adaptif”. Aplikasi ini menggunakan Principal Component Analysis (PCA), Viola-Jones Algorithms dan Kalman Filter untuk menghitung jumlah mobil di jalan-jalan guna mengetahui situasi lalu-lintas.
  1. Rosa Kurniawan dari Malang dengan proyek “Eumkm.Com - Umkm Online Indonesia”. Ini adalah solusi total sistem online UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang antara lain memungkinkan UMKM yang tidak memilki rekening bank untuk memperoleh akses ke fasilitas kredit perbankan.
  1. Widi Putro Iriantoro dari Yogyakarta dengan proyek “W-Dance Go Go”. Ini adalah konsol game yang khusus dirancang untuk mengikuti perkembangan teknologi yang mengedepankan aspek-aspek yang tidak ada dalam konsol game pada umumnya.

“Kami gembira sekali melihat para Doer Indonesia sangat antusias merespon tantangan-tantangan Lenovo Do Network,” kata Sandy Lumy, Country General Manager, Lenovo Indonesia. “Mencapai 706 proyek hanya dalam waktu dua bulan sangatlah fantastis; kami berharap masyarakat Indonesia ikut serta dalam voting final untuk memilih pemenang dan membantu Doer dengan proyek terbaik untuk mengubah ide mereka menjadi solusi nyata yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.”

“Terus terang, banyak Doer yang memasukan ide yang bagus-bagus. Ke-10 besar ini mudah-mudahan menjadi yang terbaik dari yang ada. Tugas mereka tidak mudah karena harus bisa mewakili Indonesia dalam waktu yang sangat sempit. Semoga sukses di putaran final Do Network,” kata Onno W. Purbo, mentor Do Network.

“DoNetwork Lenovo adalah ajang yang bagus dalam mencari inovator-inovator yang mampu mentransformasikan ide menjadi aksi. Beberapa di antaranya sangat layak dikembangkan sebagai bisnis dan industri, dan beberapa di antaranya bagus untuk masyarakat dan ilmu pengetahuan,” kata Budiputra, mentor Do Network.

Sebagai bagian dari agenda kegiatan Do Labs di Jakarta, ke-10 finalis akan mengunjungi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Banten. Interaksi dengan pusat inovasi terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat memperkuat semangat inovasi para Doer untuk menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)