Achdiat Farid Berbisnis Tas Unik dengan Modal Ratusan Ribu

Tidak ada salahnya mencoba berwirausaha sembari menyelesaikan studi. Itulah yang dijalankan anak muda kelahiran 20 tahun silam ini. Achdiat Farid, mengaku sedang menikmati masa – masa membesarkan bisnis tas fashion yang diberi nama Radusa, walaupun saat ini ia sedang bergulat menyelesaikan studi sarjana hukumnya di Universitas Padjajaran.

diat radusaAdapun ide menjalankan bisnis tas ini sebenarnya sudah lama dipendam Achdiat, tapi  baru bisa benar – benar diwujudkan pada pertengahan tahun 2014 lalu. Ia mengaku, pada saat itu keadaan memang sedang pada masa buruk – buruknya, dimana ia mulai harus bisa membiayai hidupnya sendiri karena ayahnya sebagai tulang punggung keluarga telah terlebih dahulu meninggalkannya. “Saya harus memutar otak supaya dapat penghasilan,” ujar  Achdiat, meskipun terlahir sebagai anak terakhir, namun keukeuh untuk bisa menuai penghasilan sendiri.

Bermula dengan modal sejumlah Rp 800 ribu, Achdiat memberanikan diri membuat beberapa model tas, dengan dominasi komponen kayu dan tali sebagai pembeda. Namun sayang perjalanannya tidak langsung semulus ekspektasinya, dimana banyak orang yang meragukan model tas tersebut akan laku.

“Di awal itu saya merasakan banyak hinaan dan disepelehkan. Banyak yang menganggap tas ini tidak akan laku, karena modelnya aneh. Tapi saya tidak menanggapi, saya tetap bangga dan percaya diri dengan karya saya. Dalam hati saya percaya yang penting saya melangkah dan berkarya, Insyaallah ada jalan dan rezeki,” terang Achdiat kepada Swaonline.

radusaTidak berhenti di situ saja, ia juga memantapkan langkahnya menggeluti bisnis kreatif ini dengan menampikkan sejumlah keraguan dari orang – orang sekitar kala ia hendak mengikuti event Pasar Seni ITB.

“Ada yang bilang bayar stand di sana mahal, terus apa bisa balik modal? Tapi, saya tetap yakin tas saya akan laku, sehingga saya beranikan untuk pinjam uang ke beberapa teman untuk menyewa tempat disana,” lanjutnya. Dan, alhasil seperti yang dituturkannya, dagangan tasnya ludes. Dari situlah ia menyimpulkan bahwa, ia telah mendapatkan segmentasinya, dijajarkan dengan varian produk yang dikreasikannya.

Saat ini, Achdiat telah memunculkan total delapan varian tas dengan beberapa beberapa corak yang dibanderol dari Rp 190 ribu sampai dengan Rp 290 ribu. Adapun untuk beberapa penamaan untuk tiap varian,  ia menyematkan dari nama gunung, seperti Kilimanjaro, Fujiyama, Jayawijaya dan Carstensz. Sementara sisanya antara lain Kalimantan, Mojito, Samade, dan Duraesa. Dari beberapa varian ini, yang membedakan adalah dari sisi motif, serat sueden, serat tiap komponen, serta warnanya.

“Yang utama dari produk saya adalah tas, dengan konsep tas untuk liburan santai, bukan untuk membawa barang yang banyak. Meskipun dominasi produknya pada komponen kayu dan tali, namun saya juga memproduksi tas tas biasa, hanya untuk meramaikan bisnis,” ungkap anak muda yang juga gemar melancong ini.

Mengenai pemasarannya, keaktifan dan kreativitas dalam memanfaatkan jejaring sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Path, menjadi modal besar Achdiat mendekatkan produk kreasinya kepada khalayak. Tak segan, ia juga mengajak pembeli maupun rekannya untuk berfoto mengenakan tas Radusa dengan berlatar pemandangan alam, seperti pantai, gunung, sungai, dan tebing. Untuk semakin memantapkan penetrasi jualannya, Achdiat juga bahkan kerap turun langsung berpose bersama buatan tangannya.

Saat ini, meskipun secara fisik tokonya masih terpusat di Bandung,  order yang didapat silih berganti datang dari berbagai belahan Indonesia. Bahkan tidak tanggung – tanggung, sejumlah pelancong asingpun banyak yang kesengsem dengan kekhasan produknya. Ia pun langsung mengambil peluang emas ini dengan melayani pembelian secara online dari website-nya, radusastore.com , ataupun dari eCommerce tempat ia menitipkan barang. “Untuk eCommerce saya telah bekerja sama dengan Berrybenka,” katanya.

Karena itu,  dirinya pun berani mengambil ancang – ancang untuk membuka gerai di sejumlah tempat wisata andalan Indonesia, seperti Bali, Derawan, dan beberapa tempat lainnya, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan baik domestik maupun asing. Rencananya, Achdiat akan meluaskan segmen industri kreatifnya dengan merambah pada baju, sepatu, dan aneka kerajinan tangan lainnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)