Affordable Gym Ala Refit Club

Bersama tiga kawannya, Mela Gunawan mendirikan pusat kebugaran Refit Club untuk mengedukasi masyarakat luas lebih aware dalam menjalani hidup sehat.

Di bawah PT Mitra Bugar Bersama, wanita lulusan Shanghai International Study University ini, menjalankan bisnis kebugaran aktif sejak Oktober tahun 2016. Meskipun umur bisnisnya yang terbilang baru, Mela telah bergelut lebih dari 8 tahun dalam industri kebugaran khususnya fitness.

Empat sahabat kembangkan bisnis pusat kebugaran terjangkau (affordable gym) bernama Refit Club di bawah bendera PT Mitra Bugar Bersama. (kiri-kanan) Jerry Mulyadi, Agus Miftahudin, Mela Gunawan dan Irawan Amanko

Dalam waktu enam bulan, Refit Club telah membuka cabang pertamanya di Green Lake City, Jakarta Barat, disusul cabang Aeropolis Club House, Soekarno Hatta Jakarta dan di Simpang Lima Semarang. Passion-nya pada olahraga telah ada padanya sejak lama, tidak hanya fitness saja. “Saya pernah bekerja sebagai manajamen konsultan di industri bisnis fitness selama empat tahun. Di situ saya bertugas membangun brand seseorang. Setelah itu, bersama tiga teman saya yang memiliki passion sama, mempunyai ide untuk membuat sesuatu yang beda. Lalu kami ambil konsep affordable gym, "ungkapnya.

Menurutnya, bisnis ini menyehatkan masyarakat dan basic pendidikan Mela di bidang hospitality, membuat dirinya semakin mantap bekerja di industri ini. Dirinya yang lebih bisa menciptakan sebuah service memberikan kelebihan dalam bisnisnya ini.

Ia berusaha menciptakan service terbaik dalam bisnis kebugaran. Menurutnya, service yang baik sulit dikalahkan karena lebih ada otensitas human resource-nya. Selain itu, pengalaman hidup yang ia jalani juga menjadi pendorong menggeluti bisnis kebugaran ini. “Saya baru sadar akan kesehatan saat umur 30 tahun. Sebelumnya saya bergaya hidup tidak sehat. Saat melihat kedua orang tua saya meninggal, di situ kesadaran akan hidup sehat muncul,” ungkapnya. Titik balik itulah yang membuat ia terpanggil membuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, yaitu bidang kesehatan.

Refit Club yang ia bangun memiliki konsep affordable gym yaitu gym centre yang harganya sangat terjangkau mulai dari Rp200-300 ribu/bulan. Harga tersebut menyasar segmen kelas B dan C. Masyarakat Indonesia hampir 75% berada di kelas B dan C. Menurutnya, gym centre dengan segmen tersebut belum ada yang menengok dan memiliki peluang yang besar. Refit Club menyasar pegawai dengan gaji UMR dan mahasiswa. Dari segi alat dan fasilitas di kelas dipenuhi sesuai dengan standarisasi, yang berbeda Refit Club tidak menyediakan air hangat karena itu merupakan bentuk kemewahan di tempat gym.

Refit Club dibentuk oleh Mela bersama tiga temannya yaitu Jerry Mulyadi sebagai Presiden Direktur, Irawan Amanko sebagai Chief Executive Officer, dan Agus Miftahudin sebagai Chief Technical Officer. “Saya bertugas membuat marketing plan seperti event, markom, PR, dan bentuk kerja sama. Di sini saya juga bekerja untuk mendapatkan investor/partner, karena sistem Refit Club adalah waralaba,” ujarnya. Strategi untuk B to C juga dilakukan Refit Club melalui sosial media. Untuk sistem B to B masih dengan cara mengikuti franchise event.

Investasi dalam membangun cabang awal Refit Club pertama yaitu Rp3 miliar, lebih banyak untuk pembelian alat-alat olahraga. Untuk biaya franchise yang terdiri dari biaya pengembangan (development cost) kurang lebih Rp1,9 miliar.

Biaya ini sudah termasuk dengan desain, interior, alat, dan perlengkapan lainnya. “Harga ini disesuaikan dengan luas lahan yang dibangun. Untuk royalty fee senilai Rp400 juta dan management fee sebesar 10% dari pendapatan bruto tiap bulannya,” tambahnya. Cabang Green Lake telah memiliki member aktif sekitar 300-400 orang. Sedangkan Refit Club Semarang yang lebih besar saat ini mencapai 500-600 member aktif. Rata-rata dalam sehari Refit Club dikunjungi oleh 100 member.

Meskipun menyasar segmen B dan C, Refit Club tetap memberikan pelayanan yang terbaik mulai dari trainer yang tersertifikasi. Bahkan instruktur yang dimiliki Refit Club juga tersertifikasi internasional dan selalu di kirim ke seminar-seminar tentang perkembangan fitness. “Selain itu keunggulannya, kami menciptakan kelas sendiri bernama ReAction sebagai latihan kardio dan ReCon untuk kelas daya tahan otot. Selain itu, ada beberapa kelas lain seperti Zumba, Yoga, Aerobic dan lainnya,” ungkap wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pelita Harapan.

Target ke depan yang akan dilakukan oleh Refit Club adalah pembukaan club-club baru di luar kota, setelah itu kembali membuka untuk wilayah Jakarta. Startegi Refit Club lebih banyak membuka di luar kota karena pesaingnnya memang belum banyak untuk konsep affordable gym.

Dari segi pemasaran, branding dilakukan Refit Club bersama dengan apparel atau minuman kesehatan. Bebicara masalah laba, Refit Club menargetkan 3 hingga 3,5 tahun dapat kembali modal melalui franchise-nya. “Ini terbilang cepat karena biasanya di industri kebugaran dengan segmen atas balik modal hingga lima tahun karena investasi alatnya lebih besar,” ungkapnya. Target terdekatnya yang ingin Mela capai adalah dapat menambah dua cabang dan hingga tahun 2020 Refit Club dapat menambah 20 club lagi.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)