Ambisi Ade Farolan Menjadi Raja Barbershop

King Cuts Ade Farolan, Pemilik King Cuts

Perlahan-lahan Ade Farolan mengubah haluan hidupnya dari seorang pegawai menjadi pengusaha. Selama 2001-09 Ade bekerja pada bagian produksi di beberapa stasiun televisi, dan menjadi manajer produksi di perusahaan media Jepang di tahun 2011. Di tahun itu, ia mengundurkan diri sebagai pegawai dan mencoba peruntungannya di bisnis event organizer dan rumah produksi. Di tengah perjalanan, yakni pada 2013, ia menerima tawaran dari kawannya untuk bersama-sama membangun bisnis barbershop. Gayung pun bersambut. Lantas, Ade mengamati barbershop di kawasan Blok S, Jakarta Selatan, untuk mencuplik konsep bisnisnya.

Setelah itu, langkah awal Ade adalah mengumpulkan modal kerja. Ia mendapat pinjaman dari adiknya Rp 100 juta. Sebagian modal usaha itu, sebanyak Rp 50 juta, digunakannya untuk menyewa ruko di kompleks Ruko Concordia di Kota Wisata, Cibubur, Jakarta Timur. Sisanya digunakan untuk membeli aneka macam peralatan barbershop. Maka, pada Januari 2014 berdirilah King Cuts Barbershop di lokasi tersebut. Pria kelahiran 27 Mei 1978 ini mempromosikan King Cuts di media sosial, misalnya Instagram dan Twitter.

Pemasaran via medsos ini mendukung pertumbuhan bisnis King Cuts. ”Alhamdulillah, konsumen yang cocok cukup banyak dan mereka kembali lagi ke King Cuts, bahkan merekomendasikan ke keluarga dan teman-temannya,” tutur Ade yang juga menjabat Ketua Asosiasi Babershop Indonesia (ABI).

Partogi Hutauruk (31 tahun), karyawan yang bergelut di dunia pemasaran, adalah salah satu pelanggan setia King Cuts yang sejak tiga tahun lalu seniantasa mencukur rambutnya di tempat ini. Pelayanan yang ramah dan hasil potongan rambut di King Cuts membuatnya puas. “Dari segi harga, sangat terjangkau, dan hasil potongan rambut lebih bagus daripada barbershop yang tarif potong rambutnya mencapai ratusan ribu rupiah,” Partogi menjelaskan keunggulan King Cuts. Tarif cukur rambut untuk kaum dewasa di King Cuts dibanderol Rp 70 ribu.

King Cuts Ade Farolan

Sesuai dengan nama merek barbershop-nya, Ade memperlakukan pelangganya seperti raja. “Pelanggan yang datang mendapat servis seperti raja. Jadi, kami menjual servis dan kualitas potongan rambut,” kata Ade. Agar pelanggan tak pindah ke lain hati, Ia senantiasa menyuguhkan tren gaya rambut terkini dan inovatif yang berkiblat ke Amerika dan Eropa. Namun, gaya potongan rambut ala King Cuts dimodifikasi sedemikian rupa agar sesuai dengan bentuk kepala, wajah, dan keinginan konsumen. Trik ini dibarengi dengan kemahiran para pegawai di bagian pemotongan rambut (barber).

Ade memberikan pelatihan internal dan kursus mencukur rambut kepada para barber King Cuts. Karyawannya yang berjumlah 20 orang ini juga dibekali pelatihan melayani konsumen. Reputasi dan kualitas barbershop ini memang dijaga dengan apik olehnya. Pemasaran berbasis komunitas dan getok tular dilakoninya untuk menggaet konsumen. Jurus-jurus itu menggenjot pendapatan dan memuluskan roda bisnis King Cuts. Tak lama kemudian, Ade menambah cabang King Cuts, yakni di Jalan Alternatif Cibubur dan Jalan Lapangan Tembak. Lokasinya masih di kawasan Cibubur. Jumlah pengunjung King Cuts di tiap cabang bervariasi. “Cabang yang berada di Jalan Alternatif Cibubur ini paling ramai, yaitu rata-rata 60-70 pengunjung dan di akhir pekan 80-100 pengunjung. Enam orang pencukur rambut tersedia di cabang ini,” tuturnya.

Konsumen yang hilir mudik di tiga cabang itu menggenjot omset King Cuts hingga ratusan juta rupiah dalam sebulan. Omset King Cuts di Jalan Alternatif Cibubur, misalnya, Rp 100 juta-125 juta per bulan. “Sedangkan rata-rata omset King Cuts di Ruko Concordia dan Jalan Lapangan Tembak itu berkisar Rp 40 juta-70 juta tiap bulan,” ungkap Ade.

Ade memberikan sistem bagi hasil dengan barber yang komposisinya 25% untuk barber dan 75% buat King Cuts dari setiap jasa pemotongan rambut. “Dalam sebulan, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari jasa potong rambut saja mencapai Rp 8 juta-10 juta,” tutur alumni Jurusan Manajemen Pemasaran Universitas Padjadjaran itu. Ke depan, Ade berencana menambah cabang di Depok atau Cilandak, serta mewaralabakan King Cuts. “King Cuts ingin menjadi salah satu barbeshop yang the best di Indonesia,” ungkapnya berharap. Impian itu bukanlah pepesan kosong apabila melihat proyeksi ABI mengenai pertumbuhan bisnis potong rambut di tahun ini yang bakal meningkat 30%, dan merek barbershop bakal bertambah 20-30%. (Reportase: Sri Niken Handayani )

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)