Ambisi Charles Oentomo Jadikan Centre Park No.1 di Bisnis Perparkiran

Setelah 17 tahun negara kita dikuasai oleh asing untuk mengelola jasa perparkiran di public area, hal ini menimbulkan kegelisahan tersendiri bagi Charles Oentomo. Maka, nasionalisme lulusan S1 Teknologi Informasi dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta ini berkobar, sehingga bertekad mendirikan perusahaan perparkiran sejenis yang dikelola oleh para profesional Indonesia dan mempekerjakan ribuan karyawan dari bangsa kita sendiri.

Maka, November 2009, Charles mengibarkan bendera PT Centrepark Citra Corpora yang mengelola bisnis perpakiran dengan nama Centre Park. Perusahaan asli Indonesia ini berani bersaing dengan pendahulunya dari Australia, yaitu Secure Parking dan Sun Parking yang kini dibeli oleh ISS, perusahaan asal Denmark.

Charles Oentomo, Presiden Direktur Centre Park Charles Oentomo, Presiden Direktur Centre Park

Keberanian Charles untuk mengelola bisnis perparkiran bukan asal bermodal semangat saja. Namun, dia juga sudah menguasai industri perparkiran lantaran sekitar 5 tahun pernah berkarier di Sun Parking. Jabatan terakhirnya sebagai Deputy Director Business Development Sun Parking. Tugasnya adalah membangun tim pengembangan bisnis yang terbaik di 230 lokasi.

Seiring berjalannya waktu, kini perusahaan parkir Centre Park yang dibesut oleh pria kelahiran Manado, 9 Juni 1982 itu sudah memasuki usia 7 tahun. Hebatnya, 4.500 orang menggantungkan nasib ke Centre Park dan lokasi parkir yang dikelola ada 190 tempat. Wilayahnya di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Bali, Lombok, Ambon, Manado, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, Singkawang, Medan, Pekanbaru, Jambi, Padang, Bengkulu, Batam, Palembang serta Palangkaraya.

Kendati berhadapan dengan sejumlah perusahaan asing, tapi Centre Park cuma butuh waktu 5 tahun untuk bisa menjadi perusahaan manajemen parkir terbaik di Indonesia dilihat dari sisi pengelolaan lahan dan aset . Apa rahasianya?

“Kami punya beberapa strategi yang dirancang matang. Tahun 2014 Centre Park memperkuat infrastruktur perusahaan dan meningkatkan pelayanan. Langkah kongkret yang dilakukan salah satunya dengan menempatkan kantor pusat baru untuk meningkatkan koordinasi internal demi pelayanan yang maksimal kepada klien dan masyarakat pengguna parkir,” ujar Charles Oentomo, Presiden Direktur PT Centrepark Citra Corpora.

Dijelaskan Charles, dalam mengelola bisnis perparkiran, Centre Park mengacu pada “The 3 Pillars” dan ini dipercaya menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan Centre Park. “Ketiga pilar itu masing-masing Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi dan infrastruktur,” dia menegaskan.

Pilar pertama adalah SDM atau people. Dengan motto perusahaan “Your Trusted Partner”, SDM dipandang sebagai pilar utama bagi CentrePark. Artinya, di setiap lini pekerjaan, SDM yang tangguh menjadi satu hal yang mutlak dan itu bisa diciptakan melalui proses rekrutmen yang selektif dan training yang intensif.
“CentrePark meyakini bahwa SDM adalah kekuatan utama untuk perusahaan yang menyediakan jasa parkir. Ke depan, manajemen Centre Park menargetkan bisa mempekerjaan 15.000 tenaga kerja yang andal di bidang perparkiran dan kami menargetkan bisa menjadi perusahaan pengelola bisnis parkir terbaik di Indonesia,” ujar Charles.

Charles Oentomo dan Tim Manajemen Centre Park Charles Oentomo dan Tim Manajemen Centre Park

Pilar kedua, technology. CentrePark menciptakan aplikasi teknologi yang mendukung sistem perparkiran secara mandiri untuk menjawab fleksibilitas dan keadaan lapangan pada saat pengelolaan. Dengan memiliki sistem yang mandiri, maka pengembangan pun dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien.

Pilar ketiga, infrastructure. Hanya dengan memiliki kelengkapan fokus bidang keahlian barulah pelayanan yang maksimal dapat tercipta. Setiap divisi dalam manajemen Centre Park menyempurnakan setiap langkahnya dengan pengembangan yang rutin. Seluruh pelayanan CentrePark dilakukan secara mandiri tanpa pihak ketiga dan CentrePark memastikan memberikan pelayanan terbaik.

Sementara menurut Henry King, GM Business Development Centre Park, perkembangan dan pengembangan perusahaan tidak terlepas dari strategi yang mampu membendung persaingan dan melakukan percepatan dalam menggapai tujuan.

Pertanyaannya, strategi seperti apa yang dilakukan Centre Park? “Strateginya sederhana, tapi sangat sulit dilakukan dan kerap kali dilupakan oleh perusahaan berbasis pelayanan jasa,” ujarnya.

Kunci utama strategi sukses CentrePark adalah mengasilkan excellent services dan coordination in team work. “CentrePark telah berkerja keras dan terus mengedepankan serta mengutamakan keinginan klien dan menjaga kepercayaan pada seluruh sales force yang dibawahinya,” kata Henry.

Tentu saja koordinasi tim yang terstruktur, jelas, serta terarah dengan baik akan menciptakan tingkatan pelayanan yang lebih baik karena tidak rumit dalam mengidentifikasi masalah dan menciptakan solusi.

Dengan kantor yang baru, Centre Park menempatkan semua divisi di bawah satu atap untuk meningkatkan strategi koordinasi internal yang mumpuni. Ke depan, menurut Henry yang punya latar belakang pendidikan Teknologi Informasi, penyampaian informasi dan struktur organisasi akan terus disempurnakan. Bukan pekerjaan mudah dalam melakukan koordinasi di banyak sektor, namun dapat terlihat bahwa jalan menuju profesionalisme itu semakin sempurna.

Setelah sukses mengembangkan bisnis perparkiran, Charles tidak lekas puas. Ayah dua puteri ini melebarkan sayap dengan mendirikan perusahaan jasa security bernama Top Guard. “Profesionalisme adalah modal kami menghadapi persaingan dengan kompetitor di bisnis jasa pengelolaan parkir dan security ,” ungkapnya.

CentrePark dan Top Guard adalah perusahaan lokal yang berambisi untuk menjadi yang terbaik di Indonesia. Di sinilah pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap perusahaan lokal, mengingat kontribusi yang mereka berikan di sektor ketenagakerjaan di Indonesia sangat signifikan. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)