Anak-anak Muda Yogya Getol Berbisnis Online

 

Bisnis dalam jaringan (online) di Yogyakarta meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Diperkirakan sekitar 1.000 pelaku usaha kecil-menengah memanfaatkan bisnis dalam jaringan. “Sebanyak 70 persen pelaku usaha bisnis adalah kalangan muda,” kata Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Wahyu Tri Atmojo, kemarin.bisnis online

Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa, sarjana, dan ibu rumah tangga. Pertumbuhan itu dihitung sejak 2014. Menurut Wahyu, para pelaku usaha datang untuk berkonsultasi agar usaha dalam jaringannya dikunjungi konsumen. Ada juga yang bertanya, bagaimana membuat tampilan produk yang menarik.
Dari 800 usaha mikro kecil dan menengah yang dibina Pusat Layanan, sekitar 60 persen adalah usaha mikro dan sisanya adalah skala kecil-menengah. Dia mengatakan, sebagian mereka memanfaatkan perdagangan elektronik untuk memasarkan beraneka produk. Di antaranya kerajinan, baju, batik, tas rajut, kerajinan miniatur musik, kerajinan miniatur khas Yogyakarta, dan kuliner.
Marketing Eksekutif UMKM Market, Maria Mira, mengatakan, dari 1,7 juta pelaku usaha, sebanyak 700 orang memanfaatkan bisnis dalam jaringan. “Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah usaha kecil menengah yang memanfaatkan bisnis online naik 60 persen,” kata dia.

Sebanyak 50 persen pelaku usaha adalah orang muda yang memanfaatkan media sosial, seperti Instagram. Maria memperkirakan omzet bisnis dalam jaringan ini mampu meraup Rp 5-10 juta per hari.

Pelaku usaha kecil-menengah, Nur Hidayah Erna, mengatakan bisnis dalam jaringan sangat menguntungkan karena lebih praktis. Menurut dia, yang diperlukan dalam bisnis adalah menjaga kepercayaan pelanggan yang tersebar di Jakarta, Kalimantan, dan  Sumatera. “Omzet saya rata-rata Rp 10 juta per bulan,” ujarnya.

Tempo.co

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)