Bisnis Baru Anak Bos Mayapada

Bisnis Grup Mayapada semakin menggurita. Setelah sukses mengibarkan bisnis keuangan (Bank Mayapada), pembiayaan (Topas Multifinance), properti (Regent Hotel, Mayapada Tower), ritel (Duty Free, Bao Bao Express), kesehatan (Mayapada Hospital), dan penerbangan (Mayapada Crystal), grup yang dikomandani oleh Dato' Sri Tahir ini semakin agresif melahap bisnis-bisnis baru. Salah satunya adalah menjadi penyedia layanan televisi pra bayar bernama PT Karya Kreatif Bersama atau lebih populer dengan sebutan Topas TV.

Untuk menjalankan bisnis tersebut, Tahir mendapuk puteranya, Jonathan Tahir, sebagai chairman. Jonathan sendiri dianggap sebagai sosok pemimpin yang muda dan mumpuni. Ia telah lebih dulu dikenal sebagai Komisaris Utama Bank Mayapada. Ditangannya, bisnis baru ini akan dikembangkan termasuk ekspektasi memberikan kontribusi yang signifikan untuk grup.

Berikut kutipan wawancara Reporter SWA, Ario Fajar, dengan Jonathan, soal strategi pengembangan Topas TV.

 

Jonathan Tahir, Chairman Topas TV

Apa yang melatarbelakangi dibangunnya bisnis baru ini?

Ini merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk mendukung bisnis grup. Kami melihat peluang bisnis tv pra bayar masih sangat besar mengingat penetrasi di Indonesia kurang dari 5%. Maka dari itu, meski sudah banyak pemain, peluangnya masih terbuka khususnya di level menengah dan bawah.

Siapa target pasarnya?

Kami membidik kelas B dan C di mana kebanyakan dari mereka adalah keluarga yang berpengeluaran antara Rp 1,5 juta- Rp 3 juta setiap bulan. Menurut saya, masih banyak kemungkinan buat Topas TV untuk masuk sebagai pemain wahid disegmen ini. Namun, beberapa paket yang kami tawarkan juga ada yang ditujukan untuk segmen premium.

Berapa lama proses penggarapan ide, eksekusi hingga peluncuran?

Proses hampir memakan waktu selama satu tahun. Sebelum dieksekusi, kami melakukan riset terlebih dahulu. Kami mencari peluang yang bisa kami ambil, melihat kekuatan lawan, hingga menyusun strategi pemasaran.

Berapa dana yang digelontorkan untuk membangun bisnis ini?

Soal dana kami tidak bisa buka blak-blakan. Namun yang pasti jumlahnya sangat besar, minimal di atas Rp 500 miliar. Dana tersebut digunakan untuk sewa satelit, decoder, server, program pemasaran, dan infrastruktur lainnya.

Kapan resminya Topas TV diluncurkan?

Kami sudah running sejak satu bulan yang lalu. Untuk saat ini, Topas TV bisa dinikmati di beberapa wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan akan menyusul Jakarta. Kami ingin menggarap kota-kota di luar Jakarta terlebih dahulu.

Bagaimana strategi promosi dan pemasarannya?

Saat ini mengandalkan dua chanel. Pertama melalui diler, kedua dengan direct selling. Kami juga aktif publikasi di media-media massa. Kami berharap, Topas TV bisa menjadi word of mouth sehingga masyarakat di kota besar seperti Jakarta dibuat penasaran dan ingin mencoba menggunakan layanan setelah itu.

Apa kelebihan Topas TV?

Topas TV berbeda dengan televisi berlangganan lainnya. Topas TV memiliki tujuh inhouse program seperti: Sine Film, My Movie, Bin Fen, Animation, My Beat, Hidayah, dan Arus Hayat. Saat ini kami mempunyai 64 channel di mana 50% di antaranya adalah konten lokal.

Mengapa perlu menghadirkan inhouse program?

Dari riset yang kami lakukan, orang Indonesia memiliki kecenderungan menonton tayangan tertentu saja. Inhouse program dibuat agar penonton mendapat tayangan yang baru, fresh dan berbeda.

Apa saja paket yang ditawarkan?

Kami memiliki paket Junior (29 saluran), Lifestyle (29), Knowledge Entertaiment (29). Sport & News (29) yang dipatok seharga Rp 36.000 per bulan. Untuk paket komplit yakni sebanyak 61 saluran seharga Rp 6.033 per hari.

Bagaimana memenangkan persaingan?

Sebagai pemain baru, harga yang kompetitif tentu menjadi salah satu strategi kami. Selain harga, pilihan paket Topas TV disesuaikan dengan kebutuhan, proteksi ganda yang menjamin tayangan aman bagi anak-anak, decoder dapat digunakan untuk parabola, perangkat dipinjamkan, tahan segala perubahan cuaca, nantinya menjangkau seluruh pulau di Indonesia, gambar jernih,  kualitas suara digital, call center (021) 2939 6363 beroperasi 24 jam.

 Bagaimana penerimaan pasarnya sejauh ini?

Sangat memuaskan. Topas TV bisa diterima dengan baik di masyarakat. Paket-paket tayangan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan sehingga jumlah permintaan setiap paket hampir berimbang.

Berapa target pelanggannya?

Kami targetkan bisa menghimpun 70 ribu pelanggan hingga akhir tahun.

Berapa lama target untuk balik modal?

Empat hingga lima tahun adalah waktu yang cukup memungkinkan buat kami.

 Apakah kehadiran bisnis ini juga ditargetkan akan menyokong bisnis grup?

Tentu iya. Namun saat ini kami belum bisa men-track kinerja karena masih sangat baru. Papi saya juga tidak mematok target tinggi dari bisnis ini. Kami difokuskan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis ini lebih dulu. (EVA)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)