Bisnis Panti Jompo Kelas Atas

 

 

Membayangkan panti jompo, yang terbayang pastilah sebuah bangunan tua yang suram dengan pelayanan ala kadarnya bagi para orang lanjut usia yang menjadi penghuninya. Sungguh berbanding terbalik dengan suasana panti jompo Rukun Senior Living (RSL) yang berlokasi di Jl. Babakan Madang 99, Sentul Selatan, Bogor. Atmosfer bak resor berbintang langsung terasa begitu memasuki gerbangnya. Sebuah bangunan elegan bercat putih berdiri tegak dengan pohon-pohon palem menjulang tinggi di halamannya. Di halaman belakang, suasana jauh lebih asri. Sejumlah gasebo berwarna merah bata berdiri di atas danau buatan cukup luas yang diisi ikan-ikan air tawar aneka jenis. Plus, taman hijau membentang sejauh mata memandang, dikelilingi jogging track. Di sampingnya, terbentang kolam renang cukup luas, airnya jernih berwarna kebiruan.

Herman Kwik, Pemilik Senior Living Herman Kwik, Pemilik Senior Living

RSL yang bernaung di bawah PT Briscor Horizon memang pusat pelayanan dan perawatan lansia kelas atas. Dengan suasana seperti itu, rasanya lebih tepat disebut resor lansia ketimbang panti jompo. Herman Kwik, sang pendiri RSL, menyebut bisnisnya itu beroperasi sejak empat tahun silam. Bisnis ini dibesutnya atas petunjuk sang ayah, Januar Darmawan, pemilik dan mantan CEO PT Nutrifood Indonesia. “Waktu itu, 1997, saya masih di AS, bekerja sebagai marketing agency, tiba-tiba ayah menelepon dan menceritakan ingin bangun sebuah resor khusus lansia, seperti senior living di AS,” katanya kepada SWA di RSL beberapa waktu lalu.

Berhubung di Indonesia bisnis serupa masih sangat awam, Herman diminta ayahnya mempelajari seluk-beluknya. Herman belajar ke berbagai lembaga manajemen dan konsultan. Akhirnya, saat ide tersebut dieksekusi pada 2009, dia memilih bermitra dengan lembaga manajemen senior living dari AS, yakni Leisure Care One Eighty Senior Living Management, yang berpengalaman mengelola fasilitas serupa di AS, Kanada, Meksiko dan India.

Tahun 2012, RSL yang menempati lahan seluas 3 hektare bekas perkebunan milik Januar pun mulai beroperasi. Diakui Herman, karena ingin memberikan pelayanan terbaik kepada calon konsumen, pelaksanaan ide, bahkan pembangunan fasilitasnya, makan waktu cukup lama. “Kami ingin penghuni Rukun Senior Living bisa hidup dengan menyenangkan, jadi mereka hanya fokus menikmati hari tuanya, tidak usah lagi direpotkan mengurus rumah, dan lainnya. Semua kebutuhannya bisa terlayani. Lalu, kebutuhan sosialnya pun terpenuhi,” paparnya.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)