Chef Widhi, Lepaskan Zona Nyaman demi Double U Steak

Sudah 15 tahun lamanya Widhi Joestiarto menjalani profesi sebagai chef. Ia pernah menjadi chef diberbagai hotel, restoran hingga perusahaan dengan berbagai prestasi gemilang. Kegemarannya untuk menyajikan masakan pernah membuatnya bermimpi untuk memiliki restoran sendiri. Sayang rencana tersebut baru bisa direalisasikan tahun 2013 silam. “Rata-rata semua chef pasti ingin suatu saat buat restoran sendiri, tapi ketika telah masuk ke industri, sudah masuk zona nyaman, gaji dan benefit lebih dari cukup, jadinya malah wacana saja biasanya (buka restorannya),” ujarnya ketika berbincang dengan SWA Online.

Ia mengatakan, meski sejak dulu bercita-cita punya restoran, ada saja ketakukatan ketika ingin memulai usaha. Dari mulai perasaan takut gagal, takut tidak laku, hingga kesibukan yang membuatnya sulit membagi waktu. Ketakutan-ketakutan tersebutlah yang pada akhirnya membuat pria kelahiran 11 Mei 1971 itu sering mengurungkan niatnya.

Sampai pada akhirnya, ia mulai memberanikan diri untuk nekat. Nekatnya pun masih setengah-setengah ketika itu. Meskipun membuka usaha, ia masih tetap bekerja di Unilever Food Solutions. Dengan modal yang tak lebih dari Rp 100 juta, ia membuka satu restoran steak di daerah Bekasi bernama Dooble U Steak, tepatnya di di Jalan Wijaya Kusuma 183 C, Jakasetia, Bekasi Selatan. Hasilnya,  lumayan sukses, setidaknya per harinya Double U Steak bisa menjual 50 kilogram daging matang setiap harinya saat ini.

IMG_20151119_123722(1)

Berkat kemajuan bisnisnya, ia sekarang telah memantapkan diri untuk fokus berbisnis. Status pegawai di perusahaan terakhirnya, McCain Foods, ia tanggalkan. Sepenuh waktu sekarang ia mencurahkan perhatian ke Double U Steak. “Ada rencana untuk buka cabang, tapi masih cari-cari lokasi di Bekasi,” ujarnya.

Ia punya pertimbangan tersendiri mengapa memilih lokasi Bekasi dibandingkan di Jakarta. Selain karena memang tinggal di Bekasi, Jakarta menurut dia, persaingannya sudah sangat ketat untuk jenis masakan Steak. Harga sewa tempatnya pun jauh lebih mahal. “Kalau di dekat rumah kan gampang dikontrolnya,” ujarnya.

Untuk bisa dikonsumsi semua khalayak, ia mengatakan sengaja tidak mematok harga yang mahal di kisaraan Rp 65 ribu hingga Rp 140 ribu. Tempat usaha pun dibuah tidak bergaya mewah, namun tetap nyaman dikunjungi. Semua daging yang dihidangkan berasal dari daging impor. Semua jenis Saos juga merupakan buatan sendiri atau home made. “Daging yang dipilih berkualis baik tapi tetap terjangkau,” ujarnya.

Ia mengaku senang akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya. Sebagai Chef ia mengatakan ada perasaan berbeda ketika menghidangkan hasil karyanya di restoran sendiri dibanding milik orang lain. Lebih terasa puas memasak untuk restoran sendiri. “Selama ini kan saya selalu jadi orang dibelakang layar, kalau masak enak yang harum, dipuji atau disanjung nama institusinya. Kalau sekarang (sebagai chef di restoran sendiri) bisa lebih narsis ,” ujarnya tertawa. (EVA)

Profl Singkat:
Nama: Widhi Joestiarto
Bisnis: Double U Steak
Pengalaman:
- Head of Representative & Key Account Manager, McCain Foods for Indonesia
(Juni 2014-July 2015)
- Key Account Manager HORECA Unilever Food Solutions ( Juni 2012- July 2014)
- Executive Chef Unilever Food Solutions Indonesia ( Maret 2007- July 2012)
- Executive Chef The Park Lane Hotel Jakarta (Mei 1998- Maret 2007)
- Chef de Cuisine TJ Keane's Restaurant, Manhattan New York ( Agustus 1999- Agustus 2000)
- Sous Chef The Park Lane Hotel Jakarta (Agustus 1998- Agustus 1999)
Prestasi:
- 8 Kali memenangi Iron Chef Indonesia
- Memecahkan rekor MURI memasak 33 Jenis masakan dari 33 provinsi di Indonesia dalam waktu 33 Menit bersama Chef Vindex dan Chef Tatang

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)