Ambisi Dana Riza Membesarkan MD Animation

Dana Riza, ditengah para animator MD Animation Dana Riza, ditengah para animator MD Animation

MD Animation didirikan dengan mimpi besar. Meyakini dunia kreatif di Indonesia terutama di bidang animasi kelak akan mendunia. Dana Riza, dipercaya oleh Manoj Punjabi membesarkannya. Dana yang memiliki pengalaman panjang di film, iklan dan animasi ini berhasil meyakinkan Manoj betapa berpotensinya animasi buatan Indonesia di kancah dunia di masa datang.

Bertempat di Gedung MD Entertainment di Jalan Tanah Abang III, tiga lantai gedung ini didedikasikan sebagai “markas” para animator MD Animation mengembangkan ide dan menelurkan karya-karya animasinya. “Kami di sini membangun MD Animation Army, yang kini jumlahnya ada 250 orang animator, ini tidak akan berhenti di situ, akan dikembangkan di seluruh Indonesia dan targetnya tahun depan bisa mencapai 1000 animator,” kata Dana Riza, Direktur Pengelola MD Animation.

Kakak dari sutradara kondang Riri Riza ini, mengatakan untuk mewujudkan mimpi tersebut, pihaknya telah menyiapkan workshop di 22 kota di seluruh Indonesia yang akan menghasilkan animator handal. “Kami membangun para animator bukan saja skill animasinya, hingga manajemen kreatif, manajemen produksi hingga mengembangkan entrepreneurship mereka agar bisa mandiri dikemudian hari,” jelasnya. Agar 1000 animator ini mandiri karena tidak semua bisa ditampung MD. Para calon animator ini kebanyakan lulusan SMK Animasi, yang digembleng di workshop MD Animation. “Kami sedang membuat film animasi Cherrybelle yang akan tayang rencananya Maret tahun depan,” imbuh Dana.

MD Animation sejak 2012 didirikan sudah menghasilkan karya yang memiliki hak cipta atau intectual property sebanyak 6 tittle antaranya Tendangan Halilintar, Adit Sopo Jarwo, Pasukan Pelangi, Cherrybelle, D’Banditoz, Markas Impian. Kedua film animasi ini sudah tayang di stasiun televise lokal yang memiliki rating cukup bagus. Adit Sopo Jarwo bahkan menurut Dana mengalahkan tayangan film kartun Disney dengan rating 22 persen.

Tendangan Halilintar dibuat memang khusus untuk kartun yang disukai anak laki-laki, sedang film Cherrybelle itu untuk perempuan. “Kami tidak akan berhenti dipembuatan film animasi saja, tapi juga bisa dikembangkan ke game, konten telko dan sebagainya,” imbuhnya.

Dana Riza, Direktur Pengelola MD Animation Dana Riza, Direktur Pengelola MD Animation

Dalam membangun perusahaan animasi ini, Dana sangat serius, bahkan dari sisi riset. Ia memiliki tim riset yang kuat. Karena menurutnya film kartun lokal itu harus kaya kearifan lokal Indonesia, mulai dari tarian, budaya, gaya bicara, kebiasaan dan sebagainya. “Semua yang kami buat harus ada dasarnya, karena karakter ini mempengaruhi bagi yang melihat,” katanya.

“Kami di kantor ini mengerjakan semua produksi, editing, music, dubbing, final mixing, semua dikerjakan sendiri,” ujar pria kelahiran Makasar, 28 Juni 1968.

Menurut Dana, Adit Sopo Jarwo itu dikerjakan hampir 1,5 tahun dari ide hingga akhir produksi. “Kami mulai godog idenya Juni 2012, diluncurkan Januari 2014,” imbuhnya. MD Animation juga mengerjakan animasi buat film dan special effect buat film. Dana berpengalaman mendukung special effect buat film-film antaranya Dibawah Lindungan Ka’bah, 5 Cm, Tenggelamnya Kapal Van der wijck, Laskar Pelangi, dan sebagainya. MD Animation kini sedang menggarap special effect dari Film Supernova, Pendekar Tongkat Emas dan Tjokroaminoto.

Sejak Dana lulus dari Arsitektur Universitas Pancasila pada tahun 1992 sudah jatuh cinta pada animasi 3D. Waktu itu ia sudah mulai dapat proyek iklan, dan merasakan pendapatan di sini lebih besar. Akhirnya anak keenam dari 8 bersaudara ini mendapat tawaran kerja dari Eltra Studio, yang kemudian mengerjakan iklan pertama Telkomsel dengan animasi pada tahun 1995. Selama itu teknik yang sama masih menggunakan tenaga ekspat, iklan Telkomsel itu menurut Dana mulai menggunakan tenaga lokal semua.

Bersama Riri, adiknya, ia mengembangkan film iklan dengan animasi dan visual effect yang lebih maju dengan lebih banyak menggunakan orang lokal. Sejak itulah Dana nyemplung total di dunia film, iklan dan animasi.

Di Eltra Studio yang kemudian ia menjadi salah satu pemiliknya juga, hingga tahun 2000 dalam sebulan mengerjakan 10-15 iklan. Tahun 2000 ia mulai aktif di Avicom, induk bisnis dari Eltra, yang mulai mengerjakan program-program televisi mulai dari program pendidikan, serial anak (serial televisi Bobo), dan sebagainya. Tahun 2005 Dana mulai menggarap visual effect film dan film animasi. “Saya mulai bermimpi memiliki perusahaan animasi yang besar,” ujar pria yang turut merancang sertifikasi bagi animator ini. Tahun 2007, ia membuka jasa color grading film, mengerjakan berbagai film yang digarap Riri Riza, Hanung Bramantyo, hingga setahun bisa dikerjakan 60 film dalam setahun.

Tahun 2011 ia mulai mendapat berbagai proyek film MD Entertainment. “Saat itu saya ditawari menggarap animasi yang dikombinasi dengan sinetron yang pertama, saya menggarap Alif Momo, yang ditayangkan di MNCTV,” ujar pria yang juga sibuk dalam kegiatan bersama Ainaki (Asosiasi Aniamsi dan Industri Konten Indonesia) ini.

Dari pengalamannya selama itu Dana melihat karakter film anak baik yang animasi maupun bukan itu bisa membentuk karakter mereka, pribadi mereka. Maka itu Dana ingin sekali membuat karya yang bagus terutama focus di produk film animasi anak. Mimpi membuat studio animasi sendiri yang besar sejak 2002 itu terwujud 10 tahun kemudian. “Saya bertemu dengan Manoj Punjabi, kami punya cita-cita sama, akhirnya kami bergabung mewujudkan mimpi itu. Kami ingin jadi pioneer mulai membangun orang, system, hingga software yang dipakai untuk membuat film animasi-nya pun harus dibuat sendiri,” katanya bersemangat.

Film Adit Sopo Jarwo merupakan film animasi yang diwujudkan setelah 1,5 tahun digodok dan mendapat sambutan pasar luar biasa dengan rating hingga 22 persen. “Film animasi itu magic, ini ada tapi tidak ada, ini tidak ada tapi ada,” katanya. Itulah mengapa ia dan Manoj yakin bisnis animasi ini bisa menjadi besar. MD Animation akan lebih menghasilkan konten-konten sendiri, tidak seperti perusahaan animasi yang sudah ada, yang menggarap film kartun dari luar negeri.

“Produk kartun kami sudah banyak yang melirik, terutama dari negeri tetangga. Kami tidak mau promosi, karena focus kami harus SDM dulu. Karena dari 1000 animator yang kami lahirkan, 10 persen paling tidak yang top animator, yang bisa menghasilkan karya dunia,” ujarnya.

Satu bulan saat ini para animatornya bisa menghasilkan 4-10 episode, per minggu bisa menghasilkan satu segmen. Tiap segmen yang dihasilkan ada beberapa cerita per cerita 7 menit (satu episode). “Kami saat ini sudah menghasilkan 28 episode khusus untuk film kartun Adit Sopo Jarwo,” imbuhnya. Karena film kartun itu tidak membosankan, oleh stasiun televise biasanya setiap tayang diacak episodenya. Tiap tayang biasanya ada 4 episode cerita.

Berapa biayanya, karena diketahui film kartun itu mahal biayanya? “Memang cukup mahal per episode cerita atau 7 menit itu range biayanya antara Rp 700 hingga 1 miliar, kalau dilihat lebih mahal dari film atau sinetron,” ungkap Dana yang mengepalai 300 orang di MD Animation ini. Tapi Dana menegaskan produk ini adalah produk long lasting, bisa terus diulang-ulang diputar, tanpa anak-anak bosan. Bahkan bisa dijual ke stasiun televise lain, juga ke luar negeri.

Sinetron memang bisa lebih murah, kata Dana, tapi hanya sekali tayang biasanya. “Kalau film kartun berpuluh kali pun tidak akan bosan, lagi pula anak-anak terus lahir, generasi berganti, film bisa tetap tayang buat anak-anaknya,” ujarnya. Bahkan semua produk animasi bisa ada banyak turunannya, merchandise, game dan sebagainya.

Dana yakin MD Animation akan bisa seperti Pixar atau Disney. Dalam beberapa tahun ke depan bahkan ia yakin perusahaan dari luar sebesar itu akan menggandeng mereka. “Saya ingin kami sama kuatnya, tidak menjadi bawahan mereka,” imbuhnya. Film animasi ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru jika hasil karyanya tersebar ke seluruh dunia. “Dunia ini bulat dengan perbedaan waktu, saat di Indonesia pagi hingga sore film animasi itu ditayang, ketika Indonesia malam dibelahan dunia lain pagi hingga sore film itu ditayangkan, dan seterusnya,” katanya. Dana bahkan meyakinkan dalam waktu dekat MD Animation akan juga menghasilkan film kartun terbaik untuk layar lebar yang disukai anak-anak seperti Cars, Frozen dan sebagainya. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Ambisi Dana Riza Membesarkan MD Animation”

Saya nggak bisa komentar apa-apa lagi selain satu kata "Bagus"
by Enggo nurdin, 25 Mar 2015, 16:39
Standing aplaus buat kamu mas. jangan pernah nyerah!!!
by Fandofa, 19 Nov 2014, 10:40

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)