Dari Bandung, Eiger Menembus Pasar Dunia

Nama Eiger memang lekat dengan Eropa. Ya, Eiger adalah nama gunung di Bernese Alps, Swiss, yang memiliki ketinggilan 3.970 meter di atas permukaan laut. Itulah kenapa respons pasar di luar negeri, terutama Benua Biru, sangat positif. Kualitas tas untuk aktivitas outdoor itu juga sudah tidak diragukan lagi.

Ronny Lukito, pendiri PT Eigerindo Multi Produk Industri, produsen perlengkapan petualang merek Eiger, paham betul arti sebuah merek berikut logonya. Exsport menjadi produk pertamanya yang sukses di Tanah Air.

Sejak dilempar ke pasar di Bandung pada 1979, produk tersebut langsung menjadi rebutan. Pada awal tahun 1980, tas yang dirancang khusus untuk anak sekolah ini sudah dipasarkan di lebih dari 100 toko di Kota Kembang.

Exsport bahkan mampu merambah pasar luar negeri, antara lain Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan Timur Tengah sejak 1986. Eiger pun dengan mudah mengikuti jejak pendahulunya menembus pasar dunia.

“Untuk pasar Asia, kami sudah buka di Malaysia, Brunei dan Korea Selatan,” kata Business Development Manager PT Eigerindo Multi Produk Industri (Eiger), Faiz Fashridjal.

IMG_4019

Menurut dia, perseroan baru benar-benar serius menggarap pasar ekspor khusus untuk merek Eiger pada 2012 lalu. Padahal, pendahulunya, Exsport sudah menjadi tas nomor satu di Libanon.

Itu lebih karena masih tingginya permintaan di dalam negeri. Setiap tahun ajaran baru, permintaan Exsport selalu membludak. Pun dengan tas merek Eiger dan Bodypack.

“Tapi, ke depan, kami akan serius masuk pasar ekspor karena permintaan mulai tumbuh. Partner lokal yang punya link dengan komunitas di negara tujuan juga sudah ada,” ujarnya.

Untuk mendukung pembukaan pasar ekspor, lanjut dia, perseroan membuka flagship store kedua di Seminyak, Kuta, Bali, Januari lalu. Harapannya, bisa mendekatkan produk asli Bandung ini kepada wisatawan mancanegara yang tengah berkunjung ke Pulau Dewata.

Bali dipilih karena punya potensi besar untuk mengangkat nama Eiger di kancah internasional. Perseroan menargetkan kontribusi ekspor meningkat menjadi 5% pada tahun 2015, atau naik dibanding realisasi tahun lalu yang hanya 2%.

Selain sebagai pintu untuk ekspor, flagship store di Bali juga bisa menjadi kantor representatif sekaligus kantor cabang untuk internasional. Pembukaan pasar ekspor ini merupakan momentum tepat setelah Eiger diakui dunia sejak diterima dalam pameran produk petualangan di Jerman.

Optimisme tersebut itu semakin besar dengan rencana membuka toko di Philipina dan Jerman, setelah sebelumnya di Malaysia. Target dalam tiga tahun mendatang adalah produk Eiger akan menjadi produk petualangan nomor satu untuk wilayah tropis. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)