Dari Dapur, 15 Minutes Cooking Bersemi

Siapa bilang hobi tak bisa jadi duit? Inspirasi bisnis kerap muncul dari hal-hal sepele. Sekali sepekan, Wita Purbaningsih belanja sayuran ke pasar. Ia lalu mencuci dan memotong-motong sayuran itu kemudian menyimpannya di kulkas.

iga bakar

Ritual itu dilakukan untuk memudahkannya saat memasak makanan di pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Jadi, sudah tinggal cemplang-cemplung semua bahan untuk bekal seluruh anggota keluarga.

Hingga satu hari terbersit ide brilian. Kenapa tidak menjadikan sayur potong ini sebagai lahan bisnis? Sejak berhenti bekerja, ia nekat mencoba peruntungan bisnis sayur potong yang dinamai 15 Minutes Cooking. Usahanya ini resmi berdiri Juni 2014 lalu.

“Awalnya, tetangga dan teman saya tawarkan. Lalu, menggunakan sosmed pribadi. Setelah itu, bikin page facebook, WA, Line dan Email,” katanya.

Tak disangka, bisnisnya melaju pesat mengingat memang belum banyak saingan. Pasarnya pun jelas, yaitu wanita karier yang pastinya sadar akan kesehatan keluarga. Ia mengklaim sayuran potong miliknya sehat karena tanpa MSG dan bahan pengawet.

Lelah dan penat tak pernah lepas dari keseharian perempuan kelahiran 15 Februari 1976 ini. Wajar saja, ia harus belanja ke pasar, mencuci, mengupas, memotong sayuran, dan mengemasnya sendirian, kadang-kadang ditemani suami tercinta.

sayur asem

Namun, semua itu lenyap ditelan jutaan fulus yang masuk ke rekeningnya. Wuih, omzet bulanan bisa mencapai 50-90 juta dengan jumlah pemesanan mencapai 70-200 kantong setiap harinya. Produk ini jelas sangat membantu.

“Semua orang jadi bisa memasak dengan mudah. Praktis dalam pengolahannya karena semua bahan termasuk bumbu sudah disiapkan,” kata dia.

Dari hanya beberapa menu, 15 Minutes Cooking kini sudah memiliki sekitar 400 pilihan menu yang dipesan setiap harinya. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 375.000. Tak hanya sayuran, ada juga menu berbahan dasar ayam, ikan, daging, seafood, telur, hingga ikan asin.

Untuk melebarkan bisnisnya, Wita membuka peluang untuk para reseller yang ingin bergabung. Sejauh ini sudah ada reseller di beberapa wilayah seperti Jakarta dan Bekasi. “Kami berencana membuka cabang di luar kota. Kini sedang merambah ke Pulau Jawa. Semoga bisa ke seluruh Indonesia,” katanya.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)