Dari Hobi Nyelam, Andy Jadi Juragan Drone

Siapa sangka hobi menyelam dan fotografi Andy Saputra telah membawanya ke peluang bisnis drone. Sebelum menjadi juragan drone, pria yang tinggal di daerah Tangerang ini terlebih dahulu merintis usaha importir komponen elektronik. Pertemuannya dengan seorang penyelam mengubah haluan bisnisnya dari seorang pengimpor komponen elektronik menjadi juragan drone. Kini, Andy telah berhasil menjadi distributor drone merek pabrikan China, DJI (Da-Jiang Innovations Science and Technology  Co. Ltd). “Waktu saya lihat drone, saya yakin barang tersebut bakal diminati ke depannya,” ungkapnya.

Pada mulanya ia mengaku belum terpikirkan untuk menjadi distributor resmi. Awal-awal meniti bisnisnya,  tahun 2012, ia jual drone dari berbagai merek, di sebuah toko yang ia miliki di daerah Karawaci, Tangerang. “Ternyata benar banyak peminatnya,” ujarnya. Dalam sebulan ada ratusan permintaan drone yang dihasilkan melalui tokonya. Banyak perusahaan, menurut dia, mulai tertarik menggunakan drone, khususnya untuk area pertambangan dan pertanian guna melakukan pemetaan udara dan pengawasan wilayah kerja. Dari situ ia melihat, drone tidak hanya sebuah bisnis lifestyle, tapi juga meluas menjadi sebuah alat yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan. “Makin hari permintaannya terus meningkat,” ujarnya.

Melihat peluang yang menjanjikan tersebut ia mantap menjadi distributor. Ia memilih DJI lantaran mengaku, selama ini banyak konsumen Indonesia yang mencari barang tersebut lantaran terjangkau dan memiliki teknologi yang canggih. “Mayoritas mereka (konsumen) cari-nya DJI,” ujarnya.

Bukan perkara sulit, menurut dia, untuk mengontak DJI. Pengalamannya sebagai importir komponen, membuatnya punya jaringan cukup luas di Negeri Tirai Bambu tersebut. Hasilnya, ia pun diberikan otoritas menjadi distributor resmi DJI di Indonesia. Toko DJI miliknya, bahkan saat ini merupakan gerai terbesar di Asia Tenggara dengan luas 200 meter persegi. “Saya sengaja pilih lokasi di depan Mall Alam Sutra, Tangerang, karena lahan di seketira sini sangat luas dan bisa digunakan untuk menerbangkan drone,” ujarnya. Salah satu tantangan menjual drone, ia ungkapkan karena sebelum membeli, tak jarang konsumen meminta mencoba drone-nya di terbangkan terlebih dahulu. “Jadi lokasi ini sangat tepat.”

Ke depan, ia mengungkapkan akan mengintensifkan menarik pembeli yang sifatnya bussiness to business. Nantinya, ada tim khusus yang akan dipersiapkan untuk menangani pembelian yang berasal dari perusahaan-perusahaan. “Pasar drone B2B ini sedang sangat meningkat,” ungkapnya.

Untuk sekadar diketahui DJI Innovation adalah salah satu produsen drone yang paling dikenal dengan produk mereka, yaitu Phantom. Perusahaan asal China ini merupakan produsen drone yang telah mempunyai kepopuleran tingkat dunia. Perusahaan DJI dirikan oleh Frank Wang Tao pada  2006 di Shenzen, Guandong, China. Berkat kegigihannya mengembangkan perusahaan ini, pada usianya yang baru 34 tahun sudah menjadikan dirinya seorang miliarder.

Associate Director of Communication DJI APAC, Kevin On, mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang atraktif. Toko resmi yang dibangun oleh Andy, ia ungkapkan sangat mirip dengan flagship store DJI yang ada di Korea Selatan, Hong Kong, dan Shanghai. DJI merupakan pemegang marketshare utama di industri drone, dengann angka 70 hingga 80 %.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Virtus Hadirkan Teknologi Isolasi Malware

Dengan semakin meningkatnya ketergantungan orang untuk mencari informasi melalui internet, risiko terjadinya cyber attack pun semakin tinggi. Menurut penelitian yang...

Close