'Dikutuk Kaya' Ternyata Tak Sepenuhnya Menyenangkan

Melihat keluarga kaya raya yang sukses dari bisnis keluarga, sering menimbulkan decak kagum masyarakat. Tak jarang pula terbersit rasa iri dengan anak yang terlahir dari keluarga yang sudah serba berkecukupan tersebut. Orang awam terkadang menyebutnya 'kutukan kaya'. Namun benarkah semuanya begitu menyenangkan seperti orang bayangkan?

Jefri Darmadi, Presdir PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.

“Tidak,” tegas Jefri Darmadi, Presiden Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI). “Ketika ayah Anda sudah berhasil mencapai titik tertentu ketika Anda dilahirkan, dia akan menuntut kita agar bisa mencapai hasil yang lebih tinggi lagi.”

Usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan putra sulung Jan Darmadi mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah merasa spesial seperti orang bayangkan. Bisnis keluarga baginya justru merefleksikan bisnis dan keluarga itu sendiri.

“Dalam bisnis keluarga, bisnis menjadi bagian dari hidup Anda. Di situlah sense saya, passion saya, dan kesempatan saya untuk melanjutkan apa yang telah dibangun oleh ayah saya,” kata Jefri kepada Reporter SWA Online, Tika Widyaningtyas.

Diakui Jefri, ia dan ayahnya sering berbeda pendapat. Menurutnya, hal itu wajar saja karena mereka terlahir di zaman yang berbeda sehingga memiliki cara yang berbeda pula sekalipun menangani perusahaan yang sama.

“Masalah power, beda pendapat urusan perusahaan, sering jadi berita besar di koran. Padahal itu hal biasa buat kami,” ujar Jefri. Menurutnya, ia dan ayahnya memang sudah seharusnya memiliki pola pikir yang berbeda.

Pria yang bergabung dengan JSI sejak 1997 ini mengaku memiliki framework, mindset, dan prinsip yang berbeda dengan Jan. Namun ia beruntung karena Jan memiliki pemikiran yang lebih modern, bisa mendengar pendapat orang lain dan tak enggan untuk memberikan kesempatan.

“Walau sering beda pendapat, saya selalu keep tiga hal yang diajarkan ayah yaitu peduli, tanggung jawab, dan jangan bohong kepada diri sendiri,” pungkas alumni Harvard Business School ini.

Leave a Reply

1 thought on “‘Dikutuk Kaya’ Ternyata Tak Sepenuhnya Menyenangkan”

Tukang becak juga mengharapkan pencapaian anak-anaknya lebih baik dari orangtuanya. Lebih susah siapa untuk bisa sukses anak tukang becak atau anak pengusaha sukses?
by Eko, 29 May 2012, 06:42

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)