Empat Sahabat Membesarkan Bisnis Kaus Kaki Soka

Iwan Gunawan Iwan Gunawan, Direktur Pemasaran PT Soka Cipta Niaga

Pasar kaus kaki Indonesia, menurut Asosiasi Pengusaha Kaus Kaki Indonesia, diestimasikan senilai Rp 10 triliun per tahun dengan rata-rata kebutuhan mencapai satu miliar pasang. Produsen kaus kaki di Indonesia memasok 70% kebutuhan kaus kaki nasional. Sisanya harus mengimpor, khususnya dari China. Salah satu produsen kaus kaki lokal adalah PT Soka Cipta Niaga (SCN), yang bisnisnya kian melejit dari tahun ke tahun. Produsen kaus kaki bermerek Soka ini didirikan oleh empat sekawan pada 2011.

Para pendiri SCN menempati pos masing-masing di jajaran direksi SCN. Mereka adalah Aman Suparman sebagai direktur utama, Iwan Gunawan sebagai direktur pemasaran, Dede Sudianto Maskar sebagai direktur SDM dan keuangan, serta Purbadaru sebagai direktur teknologi informasi dan logitstik. Perusahaan ini memproduksi kaus kaki di pabrik Jatinangor, Bandung, Jawa Barat. Bahan bakunya berupa bahan organik, yaitu kapas dan wol, serta bahan sintesis.

SCN memproduksi berbagai varian kaus kaki yang inovatif dan desain produknya selaras dengan tren fashion masa kini. Sebut saja, kaus kaki antibau yang bahan bakunya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang menyerap keringat, kaus kaki antilicin, kaus kaki sandal, kaus kaki antinyamuk, kaus kaki yang bisa diganti setiap hari bernama Everyday Soka, kaus kaki khusus Muslim yang bisa tetap dikenakan meski hendak berwudhu (Soka Wudlu), dan kaus kaki halal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 3 Desember 2015 memberikan sertifikasi halal pada kaus kaki Soka. “Kami mengunjungi kantor MUI pusat dan mereka mengaudit kami serta memberikan pelatihan. Prosesnya selama 45 hari untuk mendapatkan sertifikasi halal itu. Kaus kaki halal Soka merupakan kaus kaki halal pertama di dunia,” kata Iwan Gunawan.

Kaus kaki halal Soka pada 3 Desember 2015 memperoleh sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI. Konsep halal kaus kaki itu, menurut Iwan, adalah yang terbebas dari kotoran atau najis di proses produksinya. Dia mencontohkan, pihaknya tidak menggunakan mesin rajut dari rambut babi. Perusahaan ini menggunakan mesin rajut kaus kaki yang halal karena brushing mesin rajut yang digunakan Soka terbuat dari bulu ekor kuda. Sementara itu, proses softening atau lubricating bahan baku memakai lemak hewan yang halal; serta kemasan produk menggunakan plastik, karet, dan kertas yang bebas bahan kimia yang diragukan kehalalannya.

Iwan menambahkan, perusahaannya memproduksi kaus kaki yang fungsional. Atas dasar itu, manajemen SCN memproduksi kaus kaki yang bisa menghangatkan kaki di daerah berhawa dingin dan kaus kaki antinyamuk yang dicampur dengan lavender. Strategi perusahaan memasarkan kaus kaki Soka antara lain mengikuti pameran fashion, pameran buku, pameran di luar negeri, dan berkolaborasi dengan pengelola merek busana Muslim. “Kami juga sudah berkolaborasi dengan Zoya. Produk kami tersedia di 78 toko Zoya se-Indonesia,” ujarnya.Iwan Gunawan

Untuk memenangi persaingan dengan kompetitor, SCN konsisten memproduksi kaus kaki yang berkualitas tinggi dan berdesain elegan, serta merilis varian terbaru setiap tiga bulan. Iwan mengatakan, SCN mengembangkan produk inovatif berdasarkan kajian dan rekomendasi yang disodorkan tim di divisi riset dan pengembangan. “Kami memikirkan kaus kaki yang inovatif. Misalnya, kami sedang mengkaji kaus kaki diabetes dan sedang mengujicoba kaus kaki antinoda berteknologi nano,” tuturnya. Kaus kaki Soka terdiri dari tiga jenis, yaitu Soka Basic, Soka Essentials, dan Soka Internasional. Harga Soka Basic dan Soka Essentials, lanjut Iwan, dibanderol Rp 13 ribu-40 ribu per pasang. Adapun Soka Internasional Rp 60 ribu/pasang.

Untuk memasarkan produk, SCN ditopang distributor yang area cakupannya tersebar dari Aceh hingga Papua. Tak hanya itu, distributor kaus kaki Soka merambah Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Australia (Canberra). SCN menggenjot pemasaran produknya dengan menggandeng Yogya Swalayan, Zoya, Sarinah, Toko Buku Gramedia, dan sebagainya. Iwan dkk. ingin membawa SCN melantai di Bursa Efek Indonesia di tahun 2022. (*)

Reportase: Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!