Harry Kissowo, Penguasa Pasar Speaker Lokal Premium

Kebutuhan Harry Aprianto Kissowo akan pengeras suara berkualitas menimbulkan rasa penasaran untuk bereksperimen membuat speaker yang mumpuni. Tak dinyana, usaha mantan dosen Universitas Indonesia itu berhasil. Speaker buatannya yang diberi merek V8Sound berhasil menjadi pilihan utama berbagai institusi kenegaraan, kepolisian dan kemiliteran. Lebih hebatnya lagi, pasar ekspor pun telah dirambah oleh pria kelahiran Semarang 5 Oktober 1961.

Harry sendiri awalnya merupakan seorang pengusaha penyelenggara acara (EO/event organization) dan penyewaan audio dengan bendera Harry Kiss Production. Bisnis yang digeluti alumni Teknik Elektro Universitas Indonesia itu membuatnya memerlukan speaker yang berkualitas. Sayang, speaker yang ada di pasar tidak memuaskannya. Kalaupun ada, harganya sungguh di luar jangkauan. Dari sana, ayah dari penyanyi pop muda kenamaan Vidi Alviano itu pun merancang speakernya sendiri. Dirinya menginginkan speaker yang memiliki kualitas suara baik, tahan air, ringkas, dan berharga relatif terjangkau.

Setelah meriset, dirinya ternyata sukses membuat speakernya sendiri. Harry pun menamakan kreasinya itu speaker V8Sound dan diproduksi di bawah PT Tiga Bintang Nusantara. Nama V8Sound sendiri diambilnya dari kesukaannya akan mesin mobil berotot asal AS V8, yang kerap digunakan untuk memacu adrenalin di jalanan maupun sirkuit. “ Dari kesenangan mobil-mobil itulah saya membuat mereknya V8Sound. Itu juga menjadi merek dari website kami www.v8sound.com. Jadi kami jualan berdasarkan website-nya,” ia menguraikan.

Untuk bisa menghasilkan speaker berkualitas tinggi, Harry menjelaskan, bahan bakunya menggunakan kayu yang bersumber dari hutan Rusia. Pasalnya, kayu asal Rusia merupakan kayu dengan kristalisasi yang sempurna lantaran ditebang di suhu -40 derajat . Hasilnya speaker-nya mampu menghasilkan suara dengan resonansi yang sangat baik. “Speaker-speaker dengan merek terbaik itu kayunya juga berasal dari Rusia. Jadi saya tidak melakukan riset lagi untuk jenis kayu yang dipakai,” jelasnya.

Hasilnya, produk yang dihasilkan tidak mengecewakan. Bahkan dalam kontes pengeras suara yang digelar oleh salah satu produsen rokok pada 2008, speaker besutan Harry mampu menduduki peringkat runner up, bersanding dengan merek speaker mancanegara. Dari sana dirinya semakin mantap mampu menghasilkan pengeras suara berkelas global.

Harry lebih lanjut mengembangkan speaker-nya untuk bisa dipakai oleh pihak militer yang memiliki spesifikasi lebih tinggi ketimbang kebutuhan komersial umumnya. Penyesuaian pun dilakukan pada tahun 2012 dengan cara mengganti material besi dengan aluminium, dan baut berbahan baja anti karat. “Setelah itu tentara memakainya di laut atau di mana saja tidak masalah,” ia mengklaim. Harry lantas memperkenalkan speaker-nya melalui bisnis penyewaan audionya. Ternyata jurusnya berhasil. Banyak orang yang mendengar kualitas speakernya penasaran dan mencari tahu sendiri merek speaker yang digunakan.

Harry Aprianto Kissowo

Harry Aprianto Kissowo, Pendiri PT Tiga Bintang Nusantara

Kegigihan Harry mengembangkan speaker berkualitas tinggi pada akhirnya berhasil mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Kini rental tata suaranya yang menggunakan V8Sound mampu menangani 10-18 event per hari dengan nilai pesanan Rp 25 juta hingga Rp 600 juta per acara. Bahkan Istana Negara pun kerap menjadi langganannya.

Keunggulan lini produknya yang kini di antaranya terdiri dari speaker, amplifier, digital signal processor(DSP) hingga mikrofon membuat Harry percaya diri mengekspornya ke mancanegara. Melalui pabriknya di Pamulang yang diawaki 300 orang, serta pabrik mitranya di Surabaya, Manila, dan Cina, V8Sound telah diekspor ke Filipina, Singapura, Jerman dan Swiss.

Penerimaan V8Sound di pasar mancanegara salah satunya terlihat di ajang Messe Frankfurt Prolight + Sound tahun April 2011 silam. Dalam pameran tersebut, V8Sound dipesan pembeli dari 19 negara seperti Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat dengan nilai transaksi mencapai USD 3,8 juta, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 2,2 juta.

Harry yang mengaku tidak melayani penjualan perorangan itu pun tak henti mencari berbagai peluang untuk memasarkan 21 jenis speaker V8Sound yang dibanderol antara Rp 8 juta – Rp 250 juta. Dirinya saat ini sedang menyasar kebutuhan speaker di konsulat Indonesia di berbagai negara. “ Kami sedang meng-arrange kebutuhan di KBRI yang jumlahnya ada 139. Saya sedang cari dana untuk KBRI, KJRI dan lainnya sehingga minimal sound-nya harus bagus. Itu salah satu goal saya,” urainya yang mengaku tengah membangun satu pabrik di NTB.

Selain itu dirinya juga mengincar pasar seluruh markas TNI dan kepolisian hingga ke level polsek se- Indonesia. Termasuk kebutuhan di 72 desa di Indonesia. Adapun saat ini pasar terbesarnya masih dari kalangan TNI dan Polri. Selain itu masjid menjadi penyumbang utama penjualannya.

Kesuksesan yang diraihnya di pasar domestik, tak lantas membuat dirinya melupakan pasar ekspor. Buktinya Harry saat ini tengah membangun pabrik di mancanegara bersama para mitranya, di antaranya di Malaysia dan Amerika Serikat.

Editor : Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Indonesia Best CEO 2017 and Indonesia Future Business Leader (IFBL) 2017

Indonesia Best CEO 2017 Indonesia Best CEO merupakan ajang pemilihan CEO-CEO terbaik perusahaan-perusahaaan di Indonesia, dengan menilai kemampuan leadership mereka berdasarkan...

Close