Heman Winardja Produksi Sandal Lokal Berkualitas Global

Heman Winardja, Direktur & Co-Founder PT Sinergi Mitra Sejahtera. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

Heman Winardja banting stir dari pekerjaan sebagai pegawai menjadi pengusaha alas kaki. Dia pada 2010 mengundurkan diri sebagai tenaga profesional di Grup Astra. Heman berkarier di PT Astra Export COMPANY di tahun 1991 hingga 1994 dan PT Unimitra Kharisma (1994-2009). Di tahun 2010 itu, merupakan tonggak perjalanan Herman sebagai pengusaha alas kaki. Dia membenamkan modal ke PT Sinergi Mitra Sejahtera (SMS), produsen sandal Indonesia. Heman bersama rekan bisnisnya membesarkan bisnis SMS yang memproduksi sandal bermerek Omiles dan Ommar serta Omera (sandal yang menyasar segmen pasar muslim).

Cikal bakal Heman menekuni bisnis alas kaki bermula ketika dia berkarier di Unimitra Kharisma. Kala itu, dia acapkali menjalin relasi dengan perusahaan penyedia bahan baku alas kaki yang diproduksi oleh Unimitra Kharisma, anak usaha Grup Astra di Divisi Consumer itu. Pengalaman ini menambah pengetahuannya tentang seluk-beluk dan alur memproduksi alas kaki. Di tahun 2010, Heman bersama koleganya menggelontorkan modal ke SMS. Perusahaan ini merupakan bagian dari kelompok usaha yang memproduksi alas kaki Reebok, Nike atau Adidas sejak tahun 1988.

Kelompok usaha itu pada 2010 melirik pasar domestik dan mulai memproduksi sandal buatan anak negeri. “Kami berpengalaman memproduksi alas kaki sejak tahun 1988, yang memiliki laboratorium dan alat produksi sesuai standar internasional. Infrastruktur di pabrik kami itu dioptimalkan untuk memproduksi sandal buatan dalam negeri,” jelas Heman, Direktur dan Co-Founder Sinergi Mitra Sejahtera saat ditemui SWAonline di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kapasitas produksi pabrik SMS sebesar 2 juta pasang per tahun.

SMS memproduksi sandal Omiles. Harganya berkisar Rp 139 ribu hingga Rp 200 ribu per pasang. Sandal ini dijual di toko online seperti Lazada, Blibli dan Bukalapak. Untuk menangkap peluang pasar di dalam negeri, Heman menginisiasi SMS untuk memproduksi sandal muslim bermerek Ommar dan Omera. “Kami rilis Ommar dan Omera di semester II tahun 2018. Kapasitas produksinya 200 ribu pasang per tahun,” ujar Heman. Kapasitas produksi sandal ini sebesar 20% dari jumlah total produksi pabrik SMS yang sebanyak 2 juta pasang per tahun itu.

Harga sandal ini berkisar Rp 139 ribu-Rp 200 ribu. Apabila mengacu harga dan kapasitas produksinya itu, maka SMS berpeluang memperoleh omset Rp 27,8 miliar hingga Rp 40 miliar di tahun 2019. “Pasar sandal muslim di Indonesia sangat potensial karena populasi penduduk muslim sangat besar. Saya optimistis penjualan sandal Ommar dan Omera bisa mencapai Rp 27,8 miliar atau Rp 40 miliar,” ungkap Heman. Dia menjelaskan pengguna sandal Ommar dan Omera menginginkan sandal- sandal yang agak tinggi atau high heels, mudah digunakan saat umroh, bahan-bahannya tidak mudah rusak terkena air.

Untuk mendongkrak penjualan, SMS aktif bergerilya memasarkan produknya di media sosial, mempromosikan sandal di Indonesia Fashion Week 2019, dan membangun jejaring distribusi serta penjualan di seluruh Indonesia.

“Tahun ini, kami menargetkan peningkatan produksi sandal Ommar dan Omera naik 50-60% untuk memenuhi demand konsumen yang meningkat,” tandas Heman. Lebih rinci, Heman menyebutkan SMS memiliki laboratorium untuk menguji aspek halal sandal yang menyasar kalangan muslim ini. “Kami sedang merancang sandal khusus untuk beribadah umroh yang bobotnya ringan, 305 gram, mudah dipakai dan nyaman,” tutur Heman. Rencana ini menegaskan SMS sebagai produsen sandal muslim pertama di Indonesia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)