IDBC, Jembatan bagi Pengusaha Diaspora

Para Diaspora Indonesia sedang berusaha untuk mempererat hubungan. Maklum, para diaspora ini tersebar di seluruh penjuru dunia. Untuk mereka yang berprofesi sebagai pekerja swasta, telah tersedia sebuah wadah yakni Indonesian Diaspora Business Council (IDBC), agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain.

edward wanandi“Kalau misi Indonesian Diaspora Business Council cukup gampang. Artinya, dari kami itu konektivitas antara pengusaha di Indonesia dengan pengusaha luar negeri, atau pengusaha Diaspora Indonesia di luar negeri, dan kemudian antara pengusaha diaspora sendiri, kami itu saling nggak kenal satu sama lain. Kalau ada lampiran atau formulir yang dipilih, orang-orang cuma tulisnya pekerjaan swasta. Kami nggak tahu dia ngapain, di perusahaan apa, bagian apa,” tutur Edward Wanandi, Presiden Indonesian Diaspora Business Council, kepada SWA Online, di sela-sela acara Kongres Diaspora Indonesia II, di Jakarta, Senin (19/8/2013).

Saling mengenal antarpengusaha adalah yang ingin dicapai oleh IDBC.  “Ini sesuatu yang kami ingin galakkan antara kami sendiri. Dan bagaimana caranya (saling memperkenalkan) antara pengusaha-pengusaha Indonesia yang di luar negeri dengan pengusaha di dalam negeri sini. Itu yang perlu digalakkan,” tutur dia.

Lantas sudah berapa pengusaha diaspora yang telah menjadi anggota IDBC? Edward pun menjawab, “Yang mendaftar banyak. (Tetapi) yang established dan sangat committed itu yang perlu. Kalau dilihat sekarang di IDBC itu kurang lebih ada 14 pengusaha besar yang sudah committed. Artinya, yang menjadi board (pengurus). Mereka ikut membiayai. Karena ini semua akhirnya kan perlu dana, memberikan bantuan, seperti sponsor kemarin charity gala dinner. Ini sesuatu yang kami terus galakkan. Kami harapkan (anggota) bisa jadi ratusan bahkan ribuan. Tapi kami harus relevan dulu, makanya kami mengharapkan ada sponsor dulu. Baru kalau sudah relevan semua otomatis bergabung.”

IDBC juga mempunyai misi yang lain, yakni membantu para diaspora dalam mengembangkan usahanya. Termasuk pula menjembatani kebutuhan pengusaha yang ingin berinvestasi di Tanah Air. Hal itu berlaku pula bagi pengusaha Indonesia yang mau berinvestasi di luar negeri.

Edward pun menuturkan, banyak pengusaha diaspora tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Sektor industri yang diminati, di antaranya energi (clean energy), finansial, sektor konsumer, hingga TI.

“Sebetulnya sudah banyak pembicaraan. Kalau berbicara mengenai yang tertarik itu banyak yang tertarik, (tetapi) realisasinya kami serahkan kepada masing-masing. Kalau dari kami, berusaha memberikan koneksi, kami kontakkan, kami bicarakan, seperti apakah kalau mereka perlu soal perizinan maka kami hubungkan dengan BKPM. Kalau perlu untuk mencari mitra kami hubungkan dengan mitra,” ia mengungkapkan.

Disebutkan pula, IDBC menjalin kerja sama dengan wadah serupa, seperti Kadin Indonesia, Hipmi, serta Apindo. Dia mengutarakan, “(Kami) saling menyalurkan. Artinya, pengusaha Indonesia yang mau beroperasi di luar negeri itu mungkin bisa disalurkan dari Kadin ke kami, untuk tolong carikan pasarnya, carikan orangnya. Jadi, lebih banyak ke networking. Dan, umpamanya kalau kami berhadapan dengan kebijakan yang bermacam-macam yang mungkin masalah (bagi kami). Nah,  itu bisa dibicarakan dengan Kadin, Hipmi, atau Apindo, untuk bisa bersama-sama melakukan pendekatan ke pemerintah.”

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)