Jalan Panjang Hari Tjahjono Membesut Abyor International

Sungguh panjang jalan yang harus dilalui Hari Tjahjono untuk menjadi pengusaha. Alumni MBA Manajemen Strategis dari TSM Business School, University of Twente, Belanda itu bahkan sampai harus mengalami gejolak batin terlebih dulu.

Ya, sebelum mendirikan PT Abyor International, perusahaan pemimpin pasar dalam implementasi solusi enterprise resource planning (ERP) dari SAP di Indonesia, Hari sempat pesimistis memikirkan masa depan dirinya dan keluarganya. Betapa tidak, ia yang alumni S-2 melalui jalur beasiswa harus menghadapi kenyataan pahit minimnya lapangan pekerjaan kala Indonesia terhantam krisis ekonomi parah di tahun 1998. “Bagaimana mungkin saya diterima kerja lha wong setiap hari ribuan orang di-PHK-kan,” tutur Hari kepada SWA, pada satu siang di kantor PT Abyor International, Wisma BCA, BSD City, Tangerang Selatan.

Ketika itu, sarjana penerbangan dari Institut Teknologi Bandung itu pun merasa berada pada titik terendah dalam hidupnya. “Saya menangis malam-malam sambil melihat anak-istri saya tidur. Ya Tuhan, bagaimana mungkin saya menafkahi mereka?” ujar Hari, lirih, mengenang salah satu episode pahit kehidupannya di masa silam.

Saat itulah ia mematrikan janji kepada Tuhan. “Ya Allah, seandainya saya diberi rezeki, saya akan membuka lapangan pekerjaan. Saya tahu betulnya pedihnya perasaan orang yang tidak punya pekerjaan,” ujarnya.

Entah karena nazar itu, atau lainnya, tak lama kemudian, terbit secercah harapan. Seorang sahabat lama sealmameter (ITB) meneleponnya untuk bergabung di perusahaannya. Meski tak jadi menerima tawaran rekannya, sejak itu Hari merasa mendapat pencerahan. Ia memahami masih banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan.

Hari pun kemudian aktif melamar hingga akhirnya diterima bekerja. Pada 2001 ia bergabung dengan perusahaan teknologi informasi SAP yang menyediakan produk enterprise resource planning. Saat itu karier Hari pun moncer lagi. Perekonomiannya kembali membaik. Ketika itulah ia teringat nazarnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Hari Tjahjono Hari Tjahjono, Pendiri Abyor International

Namun sayang, berulang kali mencoba, ia kerap mengalami kegagalan dalam berbisnis. Hingga akhirnya ia sadar, kegagalan itu karena kurang fokus dalam menjalani bisnis. Ya, Hari memang masih berpijak pada dua dunia, menjadi karyawan di SAP sekaligus nyambi menjadi pengusaha.

Selain itu, beberapa bisnis yang dijalani pun di luar bidang keahliannya. “Saya belajar dari berbagai kegagalan itu,” ujar Hari yang kemudian memantapkan diri berbisnis sebagai sistem integrator solusi ERP SAP.

Tahun 2009 Hari mengundurkan diri dari segala kenyamanan kantor perusahaan multinasional. PT Abyor International kemudian didirikannya bersama ketiga temannya, sesama karyawan SAP Indonesia, yaitu Gun Gun Gunawan, Dony Rivai, dan Budi Limansubroto. Berempat mereka berbagi tugas. Hari dipercaya sebagai presiden direktur yang mengurusi pemasaran dan penjualan; Gun Gun menangani layanan korporat, keuangan dan sumber daya manusia; Dony di bagian layanan profesional yang menangani proyek; sedangkan Budi bertugas menangani solution architect.

Saat awal berdiri, Abyor telah memiliki kantor di kawasan Segi Tiga Emas Kuningan, Jakarta Selatan, yang diakui Hari diperolehnya dengan cuma-cuma berkat “nebeng” temannya. Meski demikian, pusat operasi Abyor berada di kendaraan roda empat yang dikendarai setiap pendirinya, termasuk Hari. “Di mobil saya semua lengkap, ada laptop, colokan, printer, semua kami kerjakan sendiri. Saya bikin proposal, print, presentasi, semua terjun langsung, kami benar-benar harus mengencangkan ikat pinggang” ujarnya seraya tersenyum kecil.

Dedikasi tinggi yang dimiliki Hari dkk. sayangnya tidak disertai keberuntungan. Hingga enam bulan pertama, tidak sekalipun Abyor memenangi tender yang diikutinya. Padahal, Hari mengaku seluruh persiapan sudah dipersiapkan dengan matang. Kejadian seperti itu terus berulang. Hingga akhirnya Hari mendengarkan petuah dari seorang ustaz yang tengah mengisi salat subuh di masjid di BSD yang kerap dihadirinya. Subuh itu, sang ustad berpesan bahwa manusia hanya bisa berusaha sebaik-baiknya. Sementara hasilnya, bukan urusan manusia. “Itu menyadarkan saya karena selama ini saya meyakini akan menang tetapi sebenarnya itu tidak boleh, saya harusnya ikhlas dengan hasilnya,” Hari menjelaskan.

Entah kebetulan atau tidak, siang harinya, datang pengumuman Abyor memenangi tender yang diikutinya beberapa bulan sebelumnya. Nilainya mermang relatif kecil dibandingkan nilai proyek sistem integrasi yang ditangani Abyor saat ini. Namun, itulah pembuka jalan kesuksesannya.

Sejak itu, satu demi satu klien berhasil ditanganinya dengan baik. Rekam jejak Hari dkk. sebagai karyawan SAP memberikan keuntungan yang luar biasa. Abyor mampu memuaskan kliennya dalam mengimplementasikan sistem integrasi peranti lunak enterprise resource planning (ERP) SAP dengan berbagai modulnya seperti keuangan, controlling, material management, production planning, SDM, dan plant maintenance. Dengan harga produk SAP plus implementasinya yang bernilai miliaran rupiah, tentu pasar sasarannya jelas, yakni perusahaan besar.

Penggunaan sistem ERP bagi perusahaan besar memang tak terelakkan. Seiring dengan membesarnya perusahaan dan meluasnya operasi, diperlukan sistem yang membuat organisasi tetap mampu bergerak dengan lincah dan cepat. Itulah kegunaan ERP yang mampu mengefisiensikan berbagai proses bisnis serta menghasilkan data/informasi secara instan dan seketika dari berbagai divisi. Informasi real-time itu pula yang digunakan eksekutif perusahaan untuk mengambil keputusan taktis dan strategis yang menentukan bulat-lonjong nasib perusahaan. haritjahjono-3

Hari mengungkapkan, dalam implementasi solusi ERP, yang paling krusial adalah manajemen perubahan. Karena dengan penggunaan solusi ERP, akan terjadi perubahan besar-besaran dalam cara kerja karyawannya. Itu sebabnya, Abyor pun turut menangani aspek nonteknis, yakni perubahan dalam perilaku kerja karyawan. Karena itu, sejak awal dalam proposal yang disodorkan Abyor, aspek manajemen perubahan organisasi (organization change management) mendapat perhatian besar. “Karena, kunci sukses dalam implementasi sistem SAP adalah kemauan perusahaan serta berbagai pihak di dalamnya untuk berubah,” ujar Hari.

Dengan berbekal keunggulan itu Abyor pun terus melaju sebagai mitra integrator sistem solusi ERP SAP di 60 lebih perusahaan seperti Pertamina, PGN, Petronas, Bukit Asam, PT Timah, BRI, Lembaga Penjamin Simpanan dan Ranchmarket. Berbagai penghargaan pun berhasil diraihnya, seperti 2011 SAP Best Newcomer Partner, 2011 Telkom Supplier Award, 2012 SAP Business A1 Partner-The Fastest Growth Award, SAP Certified Gold Channel Partner, dan 2015 SAP Excellence Award-Top Net New Customers Contributor.

Puncaknya pada awal tahun ini, Abyor yang kini ditenagai 250 karyawan berhasil meraih predikat platinum partners SAP. Pencapaian itu membawa Abyor diundang menjadi anggota United Vars, perkumpulan integrator sistem dan reseller solusi SAP global yang berhasil menduduki peringkat puncak di negara masing-masing. “Ini kami yang diundang untuk Indonesia. Jadi, memang di satu negara hanya diwakili satu partner untuk masuk United Vars,” Hari menjelaskan.

Jelas tak mudah bagi partner SAP untuk bisa masuk ke dalam United Vars. Pasalnya, partner tersebut harus membukukan penjualan sistem SAP senilai jutaan euro terlebih dahulu untuk mendapatkan undangan resmi.

Abyor pun tak hanya berambisi menjadi jago kandang. Maka, sejak 2013 Abyor telah menjajal memasuki pasar global. Di mulai dari Australia, berlanjut ke Belanda, kemudian Singapura. “Awalnya kami hendak menguji diri sendiri. Dan ternyata bisa, kami berhasil mendapatkan kontrak di Australia di oil and gas, untuk Inpex Australia, dengan partner lokal kami,” ungkap Hari. Meski demikian, ia mengaku hingga kini omset Abyor 90% masih disumbangkan pemasukan dari dalam negeri.

Setiap tahun Abyor pun terus mencapai tonggak pencapaian baru. Seperti yang diraihnya tepat sebelum Lebaran tahun ini. Juni lalu Abyor meneken kontrak dengan PT Mitra Keluarga Karyasehat, untuk mengimplementasikan sistem SAP di 12 cabang Rumah Sakit Mitra Keluarga yang dikelolanya dan di enam RS yang tengah dibangun yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya.

Kerja sama ini menjadi tonggak baru bagi Abyor karena menjadi proyek end to end pertama yang digarapnya. Cakupan proyek yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah tersebut memang sangat luas, karena menangani sistem back office RS Mitra Keluarga hingga ke bagian depan, pelayanan pasien. Total diperkirakan butuh waktu lima tahun untuk menuntaskan proyek ini.

Pencapaian itu pun bukan akhir bagi Hari dalam membesarkan Abyor. Hari sudah berencana membawa Abyor lebih tinggi lagi, meski rinciannya masih disimpan rapat-rapat. “Kami sedang menyiapkan langkah ekspansi. Karena itu, kami juga berencana menambah tim sales. Doakan, semoga kami berhasil meraih mimpi kami selanjutnya,” ujar Hari seraya tersenyum.

Eddy Dwinanto Iskandar

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)