Jurus Mohamad Ilham Besarkan Omah Bata

Eye Detective Muhamad Ilham, Pendiri Omah Bata (paling kanan) dan Tim

Saat ini tren penggunaan batu bata ekspose –dan batu bata hias lainnya-- makin populer saja. Terutama setelah liputan soal arsitektur dan desain rumah menjadi program populer di televisi. Kesan alami dan adem menjadi alasan orang-orang yang menggemari penggunaan batu bata ekspose ini.

Peluang ini disambut Mohamad Ilham, 32 tahun. Ia memberanikan diri memproduksi dan menjual batu bata hias, mulai dari batu bata ekspose, batu bata tempel, dan roster (lubang angin). Namun, ia sesungguhnya bukan tanpa pengalaman, karena orang tuanya telah memiliki bisnis batu alam yang beroperasi sejak 1993 bernama PD Batu Alam Setia Jaya.

Dengan modal awal sebesar Rp 10 juta dari hasil tabungan sendiri, Ilham kemudian membuat perusahaan bernama Omah Bata pada 2012. Bisnis batu bata hias miliknya ini, menurutnya, terpisah dari bisnis batu alam milik orang tuanya itu. Kendati begitu, ia tidak menampik kenyataan bahwa pada saat awal-awal, ia menggunakan beberapa aset milik keluarga, khususnya tempat usaha.

Kini, setelah hampir lima tahun bergelut mengibarkan Omah Bata, Ilham mengklaim sudah cukup banyak klien besar yang membeli batu bata hias perusahaannya. Ia mengaku pernah mendapatkan pesanan besar dari banyak hotel ternama seperti Hotel Sultan, Hotel Santika, dan Hotel Shangri-La, juga beberapa perusahaan properti dan konstruksi, antara lain Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Tatamulia Nusantara Indah, serta sejumlah resto dan kafe ternama seperti Domino’s Pizza, Tous Les Jours, J-Co, Shaburi, dan Coffee Bean. “Pasar kami ada di seluruh Indonesia, mulai Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, bahkan sampai Papua,” ungkapnya.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Omah Bata memiliki pabrik dengan kapasitas produksi sekitar 3 .500 potong roster dan 5 ribu-10 ribu potong bata per minggu di Muntilan, Jawa Tengah. Ilham mengklaim omset Omah Bata bisa mencapai Rp 250 juta per bulan “Saat ini kami masih dalam tahap perluasan pabrik dan menambah SDM, baik di pabrik maupun di showroom,” ungkap lulusan S-2 Manajemen Bisnis Universitas Binus itu.

Kesuksesan Omah Bata menggarap pasar batu bata hias, menurut Ilham, tidak terlepas dari inovasi perusahaannya. Selain dari segi produk, dari sisi layanan Omah Bata juga berupaya memanjakan calon pembeli. Misalnya, dengan menghadirkan layanan pengiriman contoh produk dengan kesepakatan.

Tak hanya itu, Omah Bata juga menyediakan layanan konsultasi melalui telepon atau bertatap muka untuk memperoleh wawasan serta pemahaman tentang batu bata ekspose, mulai dari product knowledge sampai pemasangannya. “Kami juga melayani pesanan khusus atau customized,” katanya.

Ke depan, berbagai rencana telah disiapkan Ilham untuk membesarkan Omah Bata. Salah satunya, menjadi perusahaan one stop service bata hias. Mulai dari produksi, penjualan barang, hingga pemasangan. “Untuk saat ini kami belum melayani pemasangan atau konstruksinya.”

Arif Oktavianto, seorang kontraktor pembangunan tower, menceritakan pengalamannya menggunakan produk Omah Bata. Menurut Arif, keunggulan Omah Bata ialah harga yang sangat kompetitif dan pelayanan yang memuaskan. “Tolong tetap dijaga pelayanannya dengan produk yang variatif, sehingga konsumen bisa memilih desain yang diinginkan,” katanya berharap. (*)

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)