Kejelian Devi Raissa Membidik Peluang Bisnis Rabbit Hole

Buku-buku Dogeng dari Rabbit Hole Buku-buku Dogeng dari Rabbit Hole

Bagi kedua orang tua yang bekerja, membagi waktu untuk bermain dengan anak pasti menjadi sebuah permasalahan. Hal ini mungkin bisa kita temui di kota-kota besar, di mana orangtua pulang terlampau malam dan pergi terlampau pagi. Melihat permasalahan ini Devi Raissa sebagai lulusan psikologi pun merasa harus berbuat sesuatu.

“Ya yang saya lihat kadang orang tua bingung untuk bermain atau melakukan kegiatan bersama, dari sanalah ide untuk membuat Rabbit Hole,” ujar Devi Raissa yang juga owner dari Rabbit Hole.

Rabbit Hole sendiri merupakan bisnis yang dikembangkan oleh lulusan psikologi Universitas Indonesia ini. Sederhana saja bisnis ini bergerak di bidang penerbitan buku, tapi tentu bukan sembarang buku saja. Buku-buku yang ditelurkan oleh Rabbit Hole adalah buku-buku dongeng anak-anak yang mempunyai ilustrasi yang menarik.

Tak hanya soal ilustrasi yang menarik, cerita yang ada di Rabbit Hole ini bisa disesuaikan dengan hobi ataupun kesukaan sang anak. Sang anak pun bisa menjadi tokoh utama dari buku yang ia pilih ceritanya.

Devi Raissa mempresentasikan mengenai Rabbit Hole di ajang GIST Startup Boot Camp dan GIST Demo Day yang diselenggarakan oleh GEPI Devi Raissa mempresentasikan mengenai Rabbit Hole di ajang GIST Startup Boot Camp dan GIST Demo Day yang diselenggarakan oleh GEPI

Memulai bisnisnya di awal tahun lalu, Devi rupanya mulai mengenali pasar dan mulai menjalankan startegi baru. Jika di awal bisnisnya Rabbit Hole hanya bisa dipesan dalam bentuk hardcopy, kini pengembangan telah dilakukan.

“Biaya produksi itu cukup tinggi sehingga kami pasang minimum order sebanyak 30, saya melihat ada peluang lain untuk menjaring pasar yang lebih luas yaitu lewat apps,” terang Devi.

Saat ini Rabbit Hole memang sudah bisa ditemui di apple store, aplikasi mobile ini mulai tersedia Januri 2014.  Aplikasi yang sudah bisa dinikmati ini merupakan kerjasama antara Rabbit Hole dan Sabda Drupadi. Aplikasi dongeng pertama yang diluncurkan berjudul Bella dan Kelima Balon.

Bella dan Kelima Balon sendiri bercerita tentang petualangan seorang anak perempuan untuk menemukan kembali balon-balonnya yang hilang. Dalam perjalanannya, Bella menghadapi berbagai situasi yang membuatnya harus menentukan pilihan untuk melanjutkan petualangannya.

“Cerita ini memang dirancnag sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, terutama kami fokus di aspek emosi dan sosial,” jelas Devi lagi.

Aplikasi mobile yang baru bisa dinikmati pemilik gadget keluaran Apple ini memiliki keunggulan dari sisi interaktifnya. Di sini anak-anak dengan bebas bertindak sebagai sutradara, sehingga memungkinkan anak memiliki imajinasi. Bella dan Kelima Balon tampil dalam dua pilihan bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

“Ke depan Rabbit Hole akan membuat aplikasi bookstand Rabbit Hole yang di dalamnya berisi kumpulan cerita dongeng interaktif. Kami juga berencana untuk membuat aplikasi mobile di Android,” tutup Devi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)