Kiat Melia Vanda Memulai Bisnis Kuliner

Melia Vanda, wanita kelahiran 29 tahun lalu ini mulai menekuni bisnis sejak tahun 2013. Setelah lulus kuliah di tahun 2012 jurusan Piano di salah satu Universitas di California, Amerika Serikat, dia memutuskan untuk terjn ke ranah bisnis. Dan dunia kuliner menjadi pilihannya karena menyukai bidang kuliner dan didukung keluarga.

IMG-20160704-WA0016

“Saya sebenarnya memiliki background untuk menjadi guru piano. Jadi jiwa saya ini sebenarnya adalah guru. Namun, di bisnis kuliner ini jiwa guru saya sangat bisa diterapkan karena berhubungan dengan banyak orang. mulai dari bagaimana membuat sistem, bagaimana mengajari karyawan yang baru saja lulus sekolah dan bagaimana menghadapi customer. Di situlah jiwa guru saya muncul dan sangat berguna dalam bisnis ini,” kata Melia bercerita.

Mengawali bisnisnya dengan membuka Dragon Express yang merupakan restoran cepat saji bertempat di Depok, tapi beberapa bulan berjalan, ternyata konsep yang Melia miliki tidak sesuai dengan kondisi pasar.

“Saya memilih tempat di pinggir jalan, sedangkan untuk restoran cepat saji orang lebih suka di mall. Jadi restoran pertama saya ini tidak cocok dengan pasarnya. Akhirnya saya melakukan riset dan menyadari pentingnya riset dalam berbisnis. Hasilnya, ternyata anak muda di lingkungan bisnis saya itu khususnya mahasiswa lebih menyukai makanan barat dan yang nyentrik. Akhirnya Dragon Express saya ganti dan saya beri nama resto yang baru dengan konsep yang baru pula yaitu Dino Steak dan Pasta,” ceritanya.

Dari kesalahan sebelumnya, ia benar-benar belajar untuk melihat kebutuhan dan keinginan pasar. “Seringkali kesalahan pebisnis adalah apa yang dia inginkanlah yang dijadikan bisnisnya untuk pasar. Padahal belum tentu itu sesuai. Makanya saya sering bertanya apa saja yang diinginkan pasar. Biasanya saya tanyakan kepada teman-teman dan keluarga atau orang-orang yang sudah menjalani bisnis” ceritanya.

Kini, Melia memberanikan diri untuk mengembangkan bisnis kuliner dengan membuka satu restoran steak berkonsep yang berbeda dari Dino Steak dan Pasta. Dengan investasi awal senilai Rp 3 - 4 miliar, ia membangun restoran barunya di daerah Pesanggrahan, Jakarta Barat dengan nama Willie Brothers Steakhouse.  “Ini menjadi tantangan baru karena di Dino Steak dan Pasta saya menyasar kelas menengah ke bawah. Sedangkan untuk Willie Brothers Steakhouse saya menyasar kelas menengah ke atas. Tentunya dibutuhkan produk dan marketing yang berbeda dengan restoran yang sebelumnya,” ungkapnya.

Tidak hanya di situ, Melia juga harus menghadapi tantangan finansial  yang menurutnya hampir dirasakan oleh setiap pebisnis. “Untuk saya sebagai orang baru di dunia bisnis, setiap sen itu sangat berharga. Jadi kalau saya bisa menghemat biaya di beberapa bagian maka akan saya hemat,” tuturnya.

Mengatasi hal tersebut, Melia membagi tips sederhana, namun dirasa jitu untuk para pebisnis  pemula. “Tipsya adalah rajin-rajin memilih vendor yang baik, misal vendor interior desainer dan arsitek. Dan yang terpenting, sering-seringlah membandingkan harga. Karena tidak sedikit orang yang baru berbisnis termakan biaya yang mahal karena jarang melakukan perbandingan harga dengan teliti,” ungkapnya.

Uniknya Willie Brothers Stekhouse milik ibu dari seorang anak ini,  tidak hanya fokus pada penyediaan menu steak dan makanan western saja. Meskipun dia melihat tren pasar, tapi faktanya makanan Barat belum menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, dan biasanya hanya dijadikan sebagai schedule hangout. Oleh karena itu, dia memasukkan menu makanan Asia guna menjangkau lebih banyak kalangan.

“Strategi untuk membesarkan restoran saya tentunya harus memiliki produk yang bagus dan konsep secara keseluruhan yang harus utuh. Ide awal harus jelas, agar ketika jalan dan kita lengah, kita bisa tahu, sehingga untuk pengembangan pun arahannya harus sesuai konsep,” ceritanya berbagi tips.

Dari sisi marketing juga menjadi perhatian utamanya. Maka, media sosial dipilih untuk melakukan upaya marketing. Diakuinya selain tidak membutuhkan budget yang tidak terlalu besar, namun penggunaan media sosial dapat dijangkau orang lebih banyak.

“Antusias konsumen cukup bagus. Kami awal buka Willie Brothers Steakhouse pada 14 April 2016. Dan di minggu pertama kami sudah lumayan full. Kapasitas restoran ini 150, saat full house bisa mencapai 200-250 pengunjung dalam waktu sehari,” katanya.

Ke depannya, dia memasang taget dapat balik modal dalam 2-3 tahun. Sedangkan untuk target tahun ini, dia menargetkan bisa memperoleh nilai 3 hingga 4 kali dari investasi yang dilakukan. “Semoga tahun ini bisa di atas Rp10 miliar. Caranya, melakukan breakdown yang jelas untuk marketing. Semakin rinci planning yang kita buat, maka akan semakin baik juga kita untuk mencapai tujuanke depannya,” ujarnya mengakhiri perbincangan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)