Kinclongnya Bisnis Cleaning Service Salva van Yogyakarta

Salva Yurivan Saragih merupakan sosok anak muda yang patut diacungi jempol. Betapa tidak, keberlimpahan materi yang didapatnya tak membuatnya bermalas-malasan menunggu jatah transferan dari orang tuanya. Pemuda kelahiran Yogyakarta 14 Juni tahun 1983 itu justru bergerilya berbisnis sejak masa SMA hingga kuliah. Hasilnya, kini dirinya sukses menjalankan bisnis jasa pembersihan PT Tata Karya Gemilang dengan ratusan klien yang tersebar di berbagai kota di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Salva Yulian Salva Yulian Saragih, Pendiri PT Tata Karya Gemilang

Awal kisah suksesnya, ketika tengah kuliah di tahun Salva melihat banyaknya perumahan yang tidak dibersihkan hingga tuntas sebelum diserahkan ke para pembeli. Hal itu menurutnya kerap menimbulkan ketidakpuasan di hati pembeli yang telah menginvestasikan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk membeli tempat tinggalnya. Dari situ dirinya pun tergerak untuk berbisnis pembersihan rumah dengan modal Rp 1 juta berbekal tabungan dan perlengkapan kebersihan pinjaman dari ibunda tercinta.

Seorang teman yang baru saja membeli rumah pun ‘ditodongnya’ untuk menggunakan jasanya yang diberi nama Va Home Cleaning. Biayanya? Gratis! Dengan syarat, sang teman bersedia mereferensikan bisnisnya ke orang lain. Tak dinyata, model bisnis tersebut sukses menimbulkan efek getuk tular yang aduhai hasilnya.

Lambat laun Salva terus mendapat pengalaman baru dalam berbisnis pembersihan rumah. Sebagian ilmu didapat dari lapangan, sebagian lagi, yang terus terang diakuinya, digondolnya dari pesaing. “Saya panggil saja kompetitor saya untuk bersihin rumah saya. Saat tukangnya istirahat, saya bongkar produk pembersih dan peralatannya, hehehe,” ujar Salva ketika ditemui SWA di Hotel Ibis, Jl. MT Haryono, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski bisnis pembersihan untuk perorangan alias business to consumer yang digelutinya cukup sukses, namun ada masalah yang mengganjalnya. Fluktuasi bisnis yang sangat tinggi di segmen perorangan kerap merisaukannya. Pasalnya dengan sistem permintaan layanan harian, bisa saja di satu waktu bisnisnya melimpah, namun di lain kesempatan mengering seketika.

Hal itu dirasanya akan berbeda halnya dengan pasar korporat yang bekerja berdasarkan kontrak yang lebih panjang. Karena itu Salva merasa sudah tiba saatnya merambah pasar baru, yakni segmen business to business yang menjanjikan pendapatan yang lebih stabil.

Tak dinyana, pada Januari 2007 kesempatan itu terbuka. Kebetulan, ayahnya yang berprofesi sebagai konsultan perencanaan bangunan memberikan sebuah petunjuk. Saat itu, perusahaan kontraktor gedung sekolah tinggi ilmu kesehatan yang menjadi klien ayahnya membutuhkan jasa pembersih, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Sebabnya, gedung yang akan digunakan sebagai sekolah tinggi ilmu kesehatan itu akan segera diresmikan. Jadi wajar saja pemborongnya kelabakan setengah mati untuk mengejar tenggat waktu yang pendek. Toh meski permintaanya darurat, calon kliennya masih sempat memberi persyaratan yang cukup menantang, yakni meminta Salva membuat badan hukum bisnisnya. Tanpa pikir panjang permintaan calon kliennya pun disanggupi. Sejak itulah PT Tata Karya Gemilang (Gemilang) berdiri.

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)