Koffie Warung Tinggi, Kopi Lintas 5 Generasi

Makin maraknya jumlah kedai kopi, tak membuat Koffie Warung Tinggi hilang dari peredaran. Selama 137 tahun beroperasi, nyatanya hingga kini kedai ini masih beroperasi, bahkan menjelma menjadi kedai kopi modern di mall bergengsi Grand Indonesia sejak tahun lalu.

Warung Tinggi atau yang dulunya bernama Tek Sun Ho didirikan pada tahun 1878 oleh Liaw Tek Soen di jalan Moolen Vliet Oost, Batavia atau Hayam Wuruk, Jakarta. Sudah 137 tahun sudah lima lintas generasi mempertahankan Warung Tinggi. Dimulai dari Tek Sun sebagai pendiri kemudian ke anak angkatnya Liaw Tek Siong lalu berpindah ke Liaw Thian Djie, lalu Rudy Widjaja, dan terakhir ke Angelica Widjaja.

Tek Sun HO Koffie Warung Tinggi saat masih bernama Tek Sun HO

Awal pendirian konsep Warung tinggi berbentuk toko kelontong dan warung nasi. Orang-orang yang datang berbelanja dapat duduk santai sabil menikmati kopi. Namun lama kelamaan permintaan akan kopi terus meningkat. Dari situlah kopi akhirnya kopi dipilih jadi panggilan hidup generasi lintas keluarga.

Dalam rentang waktu selama itu tak sedikit cobaan telah dilalui keluarga. Mulai dari terpaksa tutup lantaran adanya peperangan antara Jepang dan Belanda, hingga kerusuhan 1998. “Tapi kami selalu bisa bangkit lagi,” ujar Angelica.

Di bawah kepemimpinan Angelica akhirnya warung tinggi bertransformasi, bila belakangan ini Warung Tinggi hanya sebatas berada di Hayam Wuruk, kini ekspansi ke mal di bilangan Jakarta Pusat dengan penambahan kata Koffie menjadi Koffie Warung Tinggi.

Namun begitu pendirian Koffie Warung Tinggi tak dilakukan sendiri. Angelica menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang food & beverage OPCO Indonesia dalam operasional coffe shop tersebut dengan skema partnership. “Untuk merek masih tetap kita yang miliki 100 %,” ujar wanita berusia 32 tahun tersebut menegaskan.

Digandennya OPCO bukan tanpa alasan. Angelica mengatakan sebelumnya ia telah mencoba proses trial dan error untuk membuat kedai kopi. Namun latar belakang keluarga yang memang lebih fokus di peracikan kopi dibanding bisnis food & baverage (F&B) membuat ia berpikir lebih baik menggandeng  OPCO, perusahaan tersebut diyakini Angelica punya kemampuan branding di bisnis gaya hidup dan F&B.

Saat ini setidaknya sudah ada 200 lebih jenis kopi racikan yang dimiliki Warung Tinggi. Dalam sebulan setidaknya Warung Tinggi bisa menjual 10 sampai 20 ton kopi racikan. Beberapa negara menjadi tujuan ekspor seperti Jepang dan Amerika. Namun khusus untuk yang dijual di coffee shop Koffie Warung Tinggi mayoritas berjenis soft blended.

Baru  tanggal 27 Agustus, Koffie Warung Tinggi mulai berani memperkenalkan lagi jenis kopi yang lebih kuat yaitu  kopi Excellence. Kopi ini sengaja diracik untuk orang  yang memang sudah terbiasa minum kopi. Sehingga bila belum terbiasa akan menyebabkan pusing, tubuh terasa panas, perut mual dan wajah merah padam. “Zaman dulu malah yang jenis seperti ini yang paling laris dipesan di Warung Tinggi, ” ia menceritakan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)