Michelle E. Surjaputra, Kenalkan Ayam Goreng ala Korea

Untuk resto cepat saji dengan menu ayam goreng, umumnya orang akan menjawab Amerika juaranya. Belakangan, muncul sebuah resto ayam goreng serupa asal Korea, BonChon Chicken. Bagaimana bisa masuk ke Indonesia? Adalah Michelle E.Surjaputra yang memegang master franchise BonChon International. Di usianya yang masih sangat muda , Michelle telah berhasil membangun jaringan BonChon di Indonesia sebanyak 25 gerai. Tahun ini, ia berencana membuka lagi gerai baru di Medan dan Palembang.

“Saya kira ini yang paling membanggakan untuk saya pribadi. Ketika saya mendapatkan lisensi franchise BonChon dan orang-orang ingin franchise BonChon dari saya. Itu membuat saya merasa sangat bangga,” katanya.

Gadis kelahiran Jakarta 15 November 1988 itu memang tidak tumbuh besar di Indonesia. Ia diboyong ayah dan ibunya ke Amerika Serikat saat masih berusia 8 tahun. Ia lalu melanjutkan sekolah dari sekolah dasar hingga selesai kuliah di negeri Paman Sam. Michelle mengantongi gelar sarjana cum laude dari New York University Stern School of Business, Amerika Serikat untuk bidang keuangan dan e-commerce.

Michelle mengaku ide membuka BonChon di Indonesia berawal dari hobinya semasa kuliah, yaitu makan di BonChon. Ketika selesai kuliah dan kembali ke Indonesia tahun 2008, dia sempat magang di perusahaan ayahnya. Tetapi ketika diajak ikut bergabung di sana, dia menolak karena bisnis manufaktur yang digeluti ayahnya tak sesuai dengan minatnya. Ia lebih menyukai bisnis gaya hidup. Maka ketika jalan-jalan di mall, Jakarta, terbersit ide untuk membawa BonChon ke Indonesia.

Michelle E.Surjaputra, Chief Executive Officer PT Michelindo Food International Michelle E.Surjaputra, Chief Executive Officer PT Michelindo Food International

“BonChon itu unik. Ini adalah Korean fried chicken, dimana ayam gorengnya disajikan dengan cita rasa Asia. Jadi kami harus mengedukasi pasar khususnya anak-anak dan remaja: Inilah ayam goreng dengan taste Asia,” ujar wanita cantik mantan Analis Ekonomi Bank Indonesia itu.

Ia pun menyurati pihak BonChon International di Korea. Tetapi tidak serta-merta diterima permohonannya sebab sebelumnya sudah ada beberapa permohonan serupa dari Indonesia tetapi tidak dikabulkan. Alasannya, mereka gagal membuat rencana bisnis yang menarik. Michelle lalu menyanggupi untuk membuat bisnis plan setebal hampir 50 halaman, dan ternyata pihak BonChon menerima.

Awal tahun 2012, resmi berdiri gerai pertama BonChon di Grand Indonesia, di bawah bendera PT Michellindo Food International. “Saya memang suka berbisnis. Terutama untuk membuat strategi, creative thinking. Saya ingin, ke depan, BonChon bisa ada di setiap ibu kota propinsi di Indonesia,” katanya.

Namun, perjalanan bisnisnya tak semudah membalikkan tangan. Ada banyak rintangan yang melintang di hadapan. Tak jarang, masalah demi masalah yang datang menguras energi dan pikirannya. Beruntung, Michelle tak patah arang. Ia terus berjuang menemukan keyakinan di bisnis makanan ini.

“Yang paling susah itu merekrut orang, lalu getting the network untuk buka di mal dan tempat-tempat strategis. Untuk masalah SDM, kami buka pengumuman lowongan di berbagai media dan meminta staf kami untuk merekomendasi teman-teman mereka,” ujarnya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)