Muhammad Yunus Puji Gunungan Merti Bumi

Kedatangan peraih Nobel Ekonomi 2006, Muhammad Yunus di Desa Kurung disambut meriah oleh warga Klaten. Serangkaian upacara adat digelar untuk menyambut kedatangannya bersama Menteri Koperasi dan UKM, Syarifudin Hasan, termasuk arak-arak gunungan Merti Bumi.

Muhammad Yunus puji gunungan Merti Bumi Muhammad Yunus puji gunungan Merti Bumi

Merti Bumi adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa untuk mensyukuri melimpahnya hasil panen. Mereka membuat gunungan berbentuk kerucut yang disusun dari padi, sayur, dan buah-buahan hasil bumi.

“Saya senang bisa berdiri di sini, di antara dua karya ini,” tutur IGrameen Bank tersebut dalam sambutannya. Saat itu ia berdiri memberikan pidato di antara dua hantaran gunungan yang diboyong warga Desa Kurung. “Saya sangat terkesan dengan buah-buahnya, dan arsitekturnya,” lanjutnya.

“Muhammad Yunus datang ke Indonesia karena begitu cintanya ia dengan microfinance,” kata Syarifudin, “terakhir ia berdiskusi dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 tentang microfinance, kemudian pulang, dan sekarang karena cintanya maka beliau ada di tengah-tengah kita saat ini.”

Kedatangan Yunus dan Syarifudin, Selasa (24/10), adalah untuk meresmikan Koperasi Layanan Pengembangan Agribisnis Pusur Lestari. Koperasi tersebut merupakan salah satu program CSR Aqua Group untuk memberdayakan petani sub daerah aliran sungai Pusur. Sejak 2010, petani di daerah tersebut mendapat arahan, pelatihan, dan bantuan modal agar dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas pertaniannya.

Tak hanya memberi pelatihan, Aqua Group pun menghubungkan petani secara langsung dengan jalur bisnis potensial kelas dunia seperti Cargill. Bersamaan dengan diresmikannya Koperasi LPA Pusur Lestari, Cargill memborong 24 ton jagung para petani yang sudah lolos uji kualitas.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)