Nuqtoh Mengedukasi Anak Melalui Media Kaos

Memberi edukasi tidak hanya melalui sekolah formal, tetapi ada media lain yang dapat digunakan sehingga anak dapat mudah menyerap informasi. Salah satunya melalui kaos. Peluang bisnis ini pun ditangkap oleh Rifani Muhammad Syaferi. Ia mendirikan bisnis kaos anak muslim, yang diberi nama Nuqtoh.

Serius memulai bisnis ini sejak tahun 2015 dengan modal sebesar Rp 2 juta, ia ingin mengomunikasikan pendidikan Islami kepada anak-anak. Nuqtoh berasal dari kosa kata bahasa Arab yang berarti “titik”. Inspirasi awalnya ada pengambilan filosofi titik yang ada di huruf “ba” pada lafaz “basmalah“. Namun “nuqtoh” di sini bermakna hal yang paling dasar atau titik awal dari segala sesuatu, yang diibaratkan dengan anak-anak.

Kaos Anak Islami Nuqtoh (Doc. istimewa) Kaos Anak Islami Nuqtoh (Doc. istimewa)

“Saat ini banyak bermunculan brand kaos anak muslim, di mana masing-masing brand berusaha untuk mencapai target buyer masing-masing. Dari harga termurah hingga lumayan. Meskipun sedang menjamur, untungnya buyer di Indonesia cukup mengerti dengan range harga jual tiap brand yang berbeda. Jadi menurut saya pasar penjualan akan sesuai dengan kualitas yang kami tawarkan saja. Peluangnya masih besar, hanya saja harus tentukan di awal kita mau bidik pasar yang mana agar punya tujuan yang jelas.” ungkap Rifani Muhammad Syaferi, pemilik Nuqtoh.

Melihat besarnya potensi pasar kaos anak muslim, pria yang memiliki latar belakang pendidikan bahasa Arab dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini mendesain kaos anak dengan menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Desain gambarnya pun mengandung edukasi yang mengajarkan anak mengenai Islam.

Ia menceritakan pengalaman ketika ada pembeli pertama. Saat itu ia masih menjual ke teman-teman dan keluarga sendiri, tapi untuk customer pembeli terbanyak adalah sebagai distributor, di mana ia mendapatkan dari sistem menawarkan langsung. Karena brand yang belum dikenal, ia merasa sulit mencari distributor. Hingga akhirnya ia mendapat distributor, tapi hanya 60 potong.

Menyadari persaingan yang tidak mudah di bisnis ini, bersama sang istri, Rosyi Nurrosyidah, ia membuat produk kaos yang memiliki ciri khas, yaitu desain yang cheerful untuk anak-anak, desain juga memiliki warna yang bervariasi, tidak menggunakna tag merek atau ukuran pada leher untuk menghindari kulit anak yang cenderung sensitif. Selain itu, menggunakan sablon berbasis air (waterbase) yang sudah mendapat sertifikat eco sulotion yang elastis dan tidak luntur, menggunakan teknik jahit kumis dan rantai pada pundak agar lebih kuat dan cocok untuk anak-anak.

Dengan penjualan melalui online, Rifani menetapkan harga Rp 59 ribu – Rp 99 ribu (anak) dan Rp 99 ribu – Rp 250 ribu (dewasa). Ia mengaku permintaan kaos anak buatannya terus meningkat. Setiap bulannya sekitar 1.000 pieces kaos dari berbagai jenis terjual. “Saat ini bisa dibilang 99 % pembeli kami dari online. Dengan sistem ini kami bisa menjangkau pembeli dari Aceh hingga Papua, bahkan luar negeri. Kami sudah hampir seluruh pulau di Indonesia bahkan luar negeri, dengan kapasitas produksi 1.000 pieces/ bulan,” ujar pria kelahiran Barabai, 22 Oktober 1989 ini.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Nuqtoh semakin dikenal. Ia pun membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai jenis kemitraan, yaitu member dengan investasi Rp 250 ribu dengan diskon 10%. Reseller dengan pembelian awal Rp 500 ribu, maka akan mendapatkan diskon 20%, agen dengan investasi Rp 3 juta dengan diskon 30% dan distributor dengan investasi Rp 7,5 juta dengan potongan harga 40%. Dalam kerja sama ini mitra bebas memilih produk yang diinginkan, namun biasanya dengan presentasi 70% kaos anak dan 30% jumper.

Di tahun 2016 ini, bersama 5 orang karyawannya, ia ingin terus mengembangkan penjualan melalui online di samping mengembangan produk dan menguatkan tim produksi. Selain itu, ia ingin kaos-kaos produksinya menembus seluruh pasar nasional. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)