Nyala Bisnis Lampu Dekoratif Budiman Ong

 

 

Setelah menimba ilmu di luar negeri dan bekerja di John Hardy (luxury jewelry collections and lifestyle accessories) selama 6 tahun, Budiman Ong akhirnya merintis bisnis lampu dekoratif bernama Ong Cen Kuang pada 2008. Di tahun itu, Budiman baru sebatas membuat produk sampel dan bekerja dengan sebuah vendor untuk  memproduksi lampu. Ia baru benar-benar mendirikan showroom bisnisnya pada 2012 di Bali dengan modal awal  Rp 100 juta yang diambil dari tabungannya sendiri. “Saya memilih Bali karena saya sangat suka tinggal di Bali. Selain unik,  saya juga bisa mendapat influensi dari berbagai kebudayaan mancanegara. Bali menjadi tempat tinggal yang bagus untuk berkarya,”  kata Budiman  yang pernah kuliah di Grays School of Art, Inggris, dan lulus dengan gelar kehormatan.

Budiman Ong, Pemilik Ong Cen Kuang Budiman Ong, Pemilik Ong Cen Kuang

Budiman terus terang  mengakui,  awalnya hanya ingin berkarya semata, serta membuat konsep yang kuat dan unik. “Saya bukan seorang yang ekstrover dan suka keramaian. Jadi bukan orang yang pas untuk menjual barang,” katanya. Namun  kala itu ia beruntung karena mendapatkan pelanggan ketika masih merintis bisnisnya, yaitu Tirtha Bridal. “Kami sudah kerja sama dengan mereka sejak tahun 2009. Ini hubungan kerja sama yang sangat bagus, karena kami memulainya dengan pelan dan sekarang kami sudah memasuki tahun ketujuh, sehingga hubungannya sudah matang,” ia bercerita. Tirtha Bridal bergerak di bidang jasa/sarana untuk pernikahan. Jadi selain lampu hias, Budiman juga membuat sebagian besar furnitur, interior dan alat peraga (prop) yang digunakan Tirtha Bridal selama 7 tahun terakhir.

Sejalan dengan itu, selama lima tahun pertama bisnisnya dimulai, Budiman lebih mengandalkan  strategi  word of mouth untuk mendapatkan pelanggan. Dan dalam dua tahun terakhir, ia mulai aktif beraktivitas pemasaran dengan mengikuti berbagai pameran internasional di dalam dan luar negeri, seperti di Singapura dan Paris. “Sebenarnya goal-nya lumayan besar karena impian saya adalah menjadikan Ong Cen Kuang itu merek yang bisa disetarakan dengan merek-merek dari desainer internasional,” ucapnya.

Saat ditanya apa keunggulan dan keunikan desain lampu dekoratif yang ia hasilkan? “Karakter produk kami itu perpaduan antara pemilihan bahan, teknik tradisional, kebudayaan Asia dan bentuk simpel yang menjadi ciri khas desain Skandinavia. Menurut kami, keseimbangan antara unsur-unsur tersebut yang membuat produk kami beda,” ujar kelahiran Kisaran, Sumatera Utara, 23 November 1975 ini.  Salah satu produknya yang berbeda adalah membuat lampu yang terbuat dari bahan resleting, dan ketika dipasarkan respons pasarnya positif.

Jumlah lampu yang dibuatnya bervariasi. Ada yang diproduksi sebanyak 200 unit sebulan, ada pula lampu berdasarkan permintaan khusus pelanggan (customization) yang memerlukan waktu pembuatan selama tiga bulan. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 15 jutaan. Untuk produk kustomisasi mulai dari Rp 25 juta. Kalau ditanya berapa pertumbuhan bisnisnya per tahun? “Tahun lalu revenue kami naik 40%,” katanya tanpa mau menyebutkan angka nominalnya.

Budiman Ong2Adapun target pasar yang dibidik yakni pasar dalam dan luar negeri. “Produk kami merupakan kombinasi antara kebudayaan Asia dan Eropa,” ucapnya. Secara khusus profil dari target pelanggannya kaum profesional 30 tahun ke atas, trendi, dan eksperimental (berani mencoba barang yang unik). Selain pelanggan ritel, pelanggan korporat dibidik pula. “Kami mendiversifikasi produk agar cocok untuk rumah dan apartemen. Selain itu kami juga menerima proyek untuk lampu customization,” ujarnya. Dalam memasarkan produk, pihaknya menggandeng peritel dan distributor, sehingga dia bisa lebih fokus ke desain dan produksi yang dibantu oleh timnya sebanyak 24 orang.

Sementara itu, Diego Klat, Direktur PT Koplan, mengungkapkan alasan menjadi pelanggan Ong Cen Kuang. Menurutnya,  lampu yang dibuat Budiman sangat indah, orisinal, sehingga lampunya cocok dengan ruangan dan pencahayaannya juga pas. Ia telah menjadi pelanggan Ong Cen Kuang  sejak lima tahun yang lalu. “Saya sudah membeli dan merekomendasikan produk Pak Budiman kepada klien kami sejak lima tahun terakhir,” ujarnya sambil berharap bisnis Ong Cen Kuang terus sukses ke depan, dan bisa memperoleh lebih banyak penghargaan bagi karyanya.

Budiman sendiri  mengaku masih banyak hal yang harus terus dikembangkan. “Kami termasuk pemain baru di dunia bisnis. Masih banyak yang kami harus lalui dan pelajari dari pengalaman. Target kami, bisa mendapatkan distributor di berbagai negara,” ungkapnya. Itu sebabnya, Budiman pun terus berupaya meningkatkan bisnisnya untuk mengarap pasar dalam dan luar negeri. Berbagai langkah yang ia lakukan, seperti mengikuti pameran di dalam dan luar negeri, membuat buku profil termasuk pemilihan bahan terbaik untuk produk yang digunakannya, membenahi website-nya dan selalu memastikan informasinya update, aktif di media sosial seperti Facebook dan Instagram, membuat video bisnisnya secara berkala, serta berupaya mendapatkan review dari media nasional dan internasional.

Reportase: Aulia Dhetira/Riset: Hana Bilqisti

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)