Petuah Ciputra Bagi Wirausahawan di Indonesia

Di sela-sela acara peluncuran pembelajaran entrepreneurship online seri dua yang dilakukan oleh Universitas Ciputra Entrepreneurship Online (UCEO), di Jakarta, Senin (17/2/2014), Ciputra selaku founder UCEO hadir. Ia pun membuka acara tersebut dengan mencoba menjawab dua pertanyaan seputar kewirausahaan yang dilayangkan oleh masyarakat melalui sebuah jejaring sosial.

Jawaban yang diberikan oleh pengusaha yang sudah malang melintang puluhan tahun di industri properti ini cukup sederhana. Tidak disebutkan ungkapan-ungkapan yang sifatnya teknis. Salah satu pertanyaan yaitu mengenai saran seorang Ciputra bagi anak muda Indonesia yang hendak belajar berwirausaha.

Dia mengatakan, "Kira-kira masyarakat itu 30 persen yang mempunyai bakat (menjadi wirausaha). (Jadi), 30 persen dari jumlah masyarakat." Menurut Ciputra, bakat dalam berbisnis itu berbeda dengan bakat menyanyi ataupun melukis. Ia berpandangan, "Entrepreneurship adalah ilmu kehidupan."

ciputra 2Dalam menjalankan usaha, ada tiga hal yang harus dipunyai, yaitu keinginan, semangat, dan berani mengambil risiko. "Anda mempunyai keinginan, gairah bekerja keras, itu yang utama. Jalan untuk menjadi entrepreneur," ucapnya.

Ia sendiri menyebutkan bahwa keinginannya untuk berbisnis sudah ada sejak kecil.  Saat mengenyam pendidikan sekolah dasar, Ciputra sudah mulai menjual barang. "SMP, saya berburu kalong, lalu saya jual." Sewaktu kuliah, ia pun mendesain perabot, setelah itu memberikan desain kepada tukang untuk dibuat, dan dijual. "Mulai dulu kecil-kecilan, sambil kita mencari inovasi," sebutnya.

Dan untuk menjadikan usaha yang dimulai bisa menuai kesuksesan, belajarlah dari orang-orang yang telah sukses terlebih dahulu. "Saya kalau lihat orang sukses, saya pelajari, kenapa dia (bisa) sukses," tutur Ciputra. Dia berusaha menganalisa kesuksesan orang. Selain itu, perlu juga mengikuti berbagai macam seminar. Dari situ, banyak ilmu bisa didapat dan diterapkan dalam berbisnis.

"Jadi, keinginan itu sudah ada (dalam diri saya), tapi kalau Anda tidak punya keinginan, gairah, dan tidak berani ambil risiko, ya sukar," tegasnya.

Ciputra pun mencoba menjawab pertanyaan mengenai bagaimana merek lokal bisa bersaing dengan merek asing. Dengan tegas dikatakannya bahwa pengusaha Indonesia harus bisa "memimpin" di dalam negeri dahulu baru bisa unjuk gigi di negara orang. "Anda harus menjadi leader di dalam negeri, baru Anda bisa bersaing dengan luar negeri. Kadang orang berpikir, 'Saya harus bersaing di luar negeri,' tapi di dalam negeri belum jadi leader, itu terlalu cepat," ungkapnya.

ciputra

Di dalam negeri, pengusaha harus bisa menghasilkan karya yang bisa dikenal oleh semua orang. Keberhasilan di negeri sendiri itulah yang dijadikan referensi ketika mau berbisnis di negeri orang. Hal ini dilakukan Ciputra ketika berinvestasi di Vietnam. "Sebuah merek lokal bisa bersaing dengan merek global, apabila di dalam negeri sudah punya prestasi," tegasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)