Ini Rahasia Magfood Berjaya di Bisnis Kuliner

Yanty Melianti Isa mungkin tak pernah menyangka Magfood yang berdiri sejak 2001 silam bisa menjadi besar seperti sekarang. Dari awalnya menyediakan bumbu masakan dalam bentuk bubuk, PT Magfood Inovasi Pangan kini telah memiliki anak perusahaan, yaitu PT Magfood Amazy International. Magfood Amazy menyediakan hidangan makanan ayam krispi yang dipasarkan lewat restoran dan juga gerobak. Total, sudah ada 135 outlet yang terdiri dari 130 restoran dan 5 gerobak dengan penghasilan sekitar Rp 4,9 miliar sepanjang tahun 2013 lalu.

Direktur Utama Magfood Inovasi Pangan, Suwanto, mengisahkan, Magfood berdiri pada tahun 2001 sebagai produsen penyedia bumbu untuk makanan dalam bentuk bubuk. Produknya antara lain tepung bumbu, bumbu masak, bumbu bakso, dan bumbu makanan ringan. Sang pemilik, Yanti, berinovasi dengan membuat tepung bumbu untuk ayam goreng (fried chicken).

“Tahun 2003, kami membangun lini bisnis baru berupa pengembangan tepung bumbu fried chicken, yakni Magfood Red Crispy. Kami berhasil memiliki sampai 270 outlet berbentuk gerobak hingga tahun 2007. Produk kami pertama kali muncul dalam bentuk gerobak. Di situ, promosinya dengan membagikan brosur serta banyak mengikuti pameran,” katanya kepada SWA.

Sumanto, President Director PT MagFood Inovasi Pangan Sumanto, President Director PT MagFood Inovasi Pangan

Sukses lini bisnis tersebut rupanya ditiru banyak orang. Mendadak muncul banyak usaha sejenis. Tidak mau terkapar di tengah kerasnya persaingan di industri makanan, Magfood Red Crispy bertransformasi menjadi Magfood Amazy, menawarkan konsep baru dalam bentuk restoran. Menu yang ditawarkan pun bukan hanya ayam dan kentang, tetapi juga menu semi fast food. “Outlet kami sudah 135 buah. Dengan konsep waralaba, yang terdiri dari 5 gerobak dan 130 restoran dan mini restoran yang menawarkan 22 menu. Yang kami punya sendiri ada 10 restoran,” kata Suwanto.

Cukup sampai di situ? Tentu saja tidak. Magfood Amazy kembali berinovasi dengan menawarkan menu baru setiap tiga bulan. Pada saat bersamaan, menu yang jarang dipesan pelanggan ditinggalkan. Khusus di Magfood Inovasi Pangan sendiri, lanjut dia, sudah tercipta 4 bumbu baru sehingga total produk bumbu mencapai 42 buah.

“Kami juga memikirkan aspek keamanan untuk setiap hidangan yang disajikan di restoran. Banyak produsen makanan sekarang kurang memperhatikan tingkat keamanan makanan mereka. Dalam mencari supplier, kami memberikan persyaratan seperti sertifikat analisis (CoA) dan sertifikasi halal,” ujarnya.

Hingga saat ini, Magfood Amazy masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan Magfood Inovasi Pangan, yakni Rp4,9 miliar hingga akhir tahun 2013. Untuk lini bisnis di luar itu, perseroan mereguk pendapatan Rp3,5 miliar. “Kami tumbuh 15% dari tahun 2011 hingga 2012. Pertumbuhan setahun berikutnya naik menjadi 20%-an. Targetnya, kami memiliki 500 outlet hingga tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)