Roby Tan, Penjual Pulsa yang Beromset Triliunan Rupiah

Bisnis kartu SIM dan voucher pulsa sukses mengantarkan Roby Tan menjadi pengusaha beromset triliunan rupiah.

 

Roby Tan Roby Tan, Pendiri PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk . Omset perusahaannya telah menembus angka lebih dari Rp 1 triliun.

Kerja keras dan kerja cerdas memang senjata ampuh untuk meraih kesuksesan. Seperti halnya yang diterapkan oleh Roby Tan.  Berawal dari menawarkan peralatan teknologi informasi dari kantor ke kantor, kini bisnisnya terus membesar dan merambah berbagai bidang lainnya. Bahkan, pada kuartal pertama tahun ini, penjualan konsolidasi perusahaannya PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) yang telah go public sejak 2015 lalu telah menembus omset Rp 1 triliun lebih.

Kemegahan omset MKNT yang berkantor pusat di lantai 42 AXA Tower, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jaksel itu sendiri tidak terlihat sama sekali pada diri Roby ketika pertama kali menjejakkan kaki di Jakarta pada awal 1990-an. Anak bontot dari lima bersaudara kelahiran Makassar 10 Juni, 1974 itu sendiri awalnya hanya berniat mengikuti perkuliahan jurusan ekonomi di Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Namun, perkenalannya dengan dunia penjualan sejak awal kuliah ternyata telah mengasah jiwa bisnisnya. Dirinya kemudian menjadi penjual berbagai perangkat teknologi informasi. Tanpa mengenal lelah Roby menawarkan produknya dari kantor ke kantor di kawasan segi tiga emas Jakarta; Sudirman, Thamrin, dan Kuningan.

Bisnis perangkat TI terus digeluti hingga di tahun 1999 dirinya merambah bisnis telekomunikasi dengan berjualan kartu SIM dan vooucher pulsa prabayar. Ternyata, dari sini hoki besarnya berawal. Roby Tan

Roby memaparkan, tahun itu adalah masa keemasan industri telekomunikasi. Kala itu, Kartu SIM dan telepon seluler adalah kesatuan paket yang ampuh mendongkrak pamor pemiliknya. Tak pelak, keberadaannya banyak diburu orang. Harga satu kartu SIM pun bernilai ratusan ribu rupiah, berbanding terbalik dengan kondisi saat ini yang diobral murah.

Di masa-masa itulah Roby Tan bergerilya. Dirinya berfokus pada penjualan kartu SIM meskipun sudah turut berjualan voucher pulsa operator telekomunikasi Indosat sejak tahun 2001.

Roby lebih lanjut memaparkan, ketika itu bisnis penjualan voucher pulsa masih memerlukan modal besar. Untuk sebuah gerai toko voucher, dibutuhkan modal setidaknya Rp 10 juta. Karena memang model penjualannya yang bersifat fisik yang membuat setiap pedagang harus menyiapkan berbagai pecahan nominal voucher pulsa. Roby menilai, kondisi itu yang membuat penjualan voucher pulsa terkendala pertumbuhannya.

Kendala itu lantas coba dipecahkannya dengan membesut perangkat lunak multiproduk yang memungkinkan penjualan voucher pulsa elektronik. Dengan program tersebut, pedagang kecil dapat berjualan berbagai voucher pulsa dari berbagai operator dengan beragam nominal. Modalnya pun cukup sebilah ponsel biasa dan modal dari mulai Rp 200 ribu. “Nah, saat itulah terjadi lompatan kuantum dalam bisnis saya,” ujar pria penggemar olah raga lari itu.

Roby sendiri bukan satu-satunya pembesut aplikasi multiproduk. Namun seperti yang dipaparkannya, aplikasi tersebut sukses mendorong lonjakan besar dalam bisnisnya. Terbukti dirinya mampu mengakumulasikan keberhasilan yang diraihnya itu dengan mendirikan PT Catalist Integra Prima Sukses (CIPS) bersama rekannya pada tahun 2007 untuk berfokus pada penjualan voucher pulsa.

Keputusan itu rupanya sangat jitu. Pasalnya, di tahun itu pula Roby mendapat landasan untuk terbang lebih tinggi. Dirinya dipercaya Telkomsel menjadi distributor untuk area Kota Bandung.

Tak kurang dari 40 karyawan direkrut untuk memperkuat Catalist dengan separuhnya merupakan tenaga penjualan. Keberadaan armada penjual memang sangat krusial. Karena menurut Roby, kunci sukses di bisnisnya adalah pendekatan ke gerai ritel.

Kesuksesan yang diraihnya pun kemudian berlanjut dengan pendirian PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) pada Juli 2008. MKNT didirikan demi menggarap pasar broadband, alias jaringan internet pita lebar berkecepatan tinggi. Roby yakin, broadband adalah masa depan industri telekomunikasi.

Bersama dengan itu, MKNT juga menaungi bisnis gawai dengan meluncurkan tablet dan ponsel pintar bermerek Cyrus. Salah satu kesuksesan MKNT terbesar adalah ketika di tahun 2011 meluncurkan program Satu Juta Modem bersama Telkomsel. Hasil penjualannya pun di atas target dengan mencapai 1,4 juta modem dalam waktu kurang dari setahun.

Bisnisnya yang terus berkembang dan kian beragam akhirnya membuat Roby menggabungkan berbagai perusahaannya ke dalam satu perusahaan holding, yakni MKNT. Hingga akhirnya di bulan Oktober 2015 Roby mewujudkan impiannya dengan melantainya MKNT di Bursa Efek Indonesia.

Adapun saat ini MKNT menaungi sejumlah perusahaan seperti PT Telering Onyx Pratama (TOP), PT Mitra Sarana Berkat (MSB), dan PT Mitra Telindo Nusantara (MTN). Berikutnya, pada bulan Februari awal tahun ini MKNT melalui anak usahanya PT Mitra Sarana Berkat resmi mengambil alih saham mayoritas dua perusahaan yang terafiliasi dengannya yakni PT Catalist Integra Prima Sukses, dan PT Kasih Anugerah Kreasi, serta satu perusahaan lagi PT Arifindo Mandiri. ”Dengan konsolidasi ini kami harap bisa memperkuat penjualan voucher pulsa ke berbagai daerah lainnya serta memperkuat bisnis perseroan,” ujar Roby.

Roby sendiri memaparkan ke depannya dirinya akan memfokuskan bisnisnya ke area retail, distribusi dan e-commerce. Untuk mewujudkan rencana itu, MKNT pada Juni 2017 kemarin resmi mengakuisisi startup Kioson yang bernaung di bawah PT Kioson Komersial Indonesia. Kioson merupakan startup (rintisan) yang mengembangkan konsep berbelanja online to offline (O2O).

Dengan suntikan modal dari MKNT sebesar Rp 5-6 miliar, Kioson pun berencana mengembangkan jaringan mitranya dari 15 ribu saat ini hingga mencapai 100-150 ribu mitra. Roby memaparkan, langkahnya ini juga salah satunya demi mendorong perkembangan e-commerce hingga ke pelosok desa. Pasalnya, saat ini penjualan online kebanyakan hanya bisa dinikmati oleh 15 juta nasabah perbankan. Sementara ratusan juta penduduk Indonesia lainnya belum dapat mencicipi e-commerce lantaran minus akses perbankan.

Masih di bidang e-commerce, selanjutnya Roby pun berencana mengembangkan E-Kios. Produk yang bentuk purwarupanya di lobi kantor MKNT berbentuk seperti mesin ATM itu, akan menjadi ‘agen’ penjual berbagai produk online dan juga voucher pulsa yang berdiri sendiri tanpa dioperasikan manusia. Karena itu Roby pun merencanakan penempatan produknya di tempat keramaian seperti mal, stasiun, rumah sakit, universitas dan lain sebagainya.

Sementara itu, dari sisi korporasi, Roby menargetkan MKNT tahun ini akan menembus penjualan konsolidasi hingga Rp 6 triliun, yang 90%-nya disumbangkan dari voucher pulsa. Target itu sendiri meningkat jauh dari penjualan MKNT tahun lalu-sebelum mengakuisisi berbagai anak usahanya-yang mencapai Rp 270 miliar. “Untuk tahun depan targetnya akan double digit growth. Dengan masuk bursa banyak keuntungan yang bisa kami peroleh, berbagai skema pendanaan tersedia seperti obligasi, right issue, dan sebagainya. Ini yang akan menopang pertumbuhan kami ke depan. Target saya, MKNT di industrinya akan jadi yang terbesar di Asia dalam 3-5 tahun ke depan,” tegas Roby.

Eddy Dwinanto Iskandar

Milestone Roby Kembangkan Bisnis Telekomunikasi MKNT

1990- Bekerja sebagai sales otomotif sambil kuliah di Universitas Tarumanegara

1999- Menjual berbagai perangkat teknologi informasi

2000- Menjadi dealer kartu SIM dan voucher pulsa

2007 - Membesut PT Catalist Integra Prima Sukses (CIPS) di bidang distribusi voucher pulsa

2008 - Mendirikan PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) bersama kakaknya pada Juli 2008 di produk broadband dan gawai

2011 - meluncurkan program Satu Juta Modem bersama Telkomsel

2015- MKNT IPO di BEI

2017 MKNT mengakuisisi Catalist Integra Prima Sukses, PT Kasih Anugerah Kreasi, dan PT Arifindo Mandiri untuk memperkuat bisnis distribusi voucher pulsa

2017- Mengakuisisi Kioson platform belanja online to offline

2017- Mengembangkan E-Kios untuk menjual produk-produk online

2017 - Pendapatan konsolidasi MKNT tembus Rp 1,055 triliun dengan laba Rp 7,9 miliar

Kunci Sukses Roby Berbisnis Telekomunikasi

1. Memulai bisnis sejak muda

2. Berani mengambil risiko meninggalkan bangku kuliah demi bisnis

3. Aktif menyasar berbagai bidang bisnis baru yang tengah naik daun

4. Memfokuskan upayanya dalam pengembangan bisnis ke industri tertentu

5. Fokus mengelola dan mengembangkan manajemen perusahaan yang profesional

6. Terus berekspansi ke berbagai daerah

7. Rutin mencari inspirasi dengan menyambangi berbagai pameran teknologi dunia seperti Mobile World Congress

8. Berani berinvestasi mengembangkan berbagai teknologi baru

9. Memanfaatkan peluang pembiayaan murah dari pasar modal dengan melakukan IPO

10. Terus menetapkan target pertumbuhan yang lebih tinggi untuk perusahaannya

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)