Sabun Cair Multifungsi "Maks" Besutan Septian Suryo

Berawal dari penelitian, produk ciptaan Septian Suryo, yaitu sabun cair multifungsi bermerek Maks sudah diproduksi secara massal. Produk yang menjadi pemenang di kategori industri kreatif di ajang Wirausaha Muda Mandiri Tahun 2013 ini menghasilkan omset sekitar Rp 30 juta dalam satu bulan.

"Ini (Maks) adalah produk sabun cair multifungsi. Ini kami campur dari produk sabun cuci piring, sabun cuci tangan, cuci pakaian, hingga cuci mobil dan motor. Kami campur menjadi satu, menjadi sabun cair multifungsi mereknya Maks," terang Septian dari Universitas Hasanuddin-Makassar, kepada SWA, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, produk Maks ini dipasarkan di bawah bendera CV Sefactor Pharma, yang berbasis di Makassar.
maks sabun cair multifungsi
Bagaimana awal produk ini dibuat?

Modal awalnya sendiri hanya Rp 25 ribu. Tadinya, saya tidak berniat
memproduksi untuk dijual. Latar belakang saya itu farmasi, peneliti. Jadi, hanya untuk meriset, karena melihat banyak produk yang bahan aktifnya kurang ramah lingkungan. Penelitiannya sendiri sekitar enam bulan. Dari melakukan riset, terus menyusun formulanya, lalu setelah selesai didiskusikan dengan dosen. Dosen lantas mengarahkan ke pihak rektorat kampus.

Di rektorat itu, awalnya, saya pikir mau dibiayai untuk penelitian lebih lanjut, tapi ternyata diarahkan untuk diproduksi. Mereka bilang, "Sudah tidak usah diteliti lebih lanjut dulu, mendingan kamu jual saja dulu, diproduksi. (Untuk melihat) apakah ada orang yang mau beli atau tidak." Ternyata, responsnya bagus dari pasar.

Tadi disebut ramah lingkungan, memang apa bahan baku produk ini?

Saya menggunakan turunan minyak kelapa. Bahan baku dari minyak
kopra, minyak kelapa, diolah oleh vendor, lalu itu digunakan sebagai
bahan dasar. Ada juga dari minyak goreng jelanta atau bekas pakai, itu untuk sabun padatnya.

Harga bahan bakunya itu mahal atau murah, ya relatif. Karena tergantung gradenya juga. Yang jelas, waktu pertama kali dibuat, sebagian besar saya menggunakan fasilitas laboratorium di kampus. Jadi, memang modal yang keluar murni sebesar itu (Rp 25.000). Keperluan yang lain dibantu kampus. Setelah itu, dapat bantuan lagi untuk memperbesar kapasitas.

Waktu awal, produk dijual dengan harga berapa?

Waktu itu, kapasitas produksi sebanyak satu ember cat sekitar 15 liter. Itu awal, di tahun 2012, produk dijual seharga Rp 6.000-an per liter. Kami itu hanya jual isi, atau bentuknya curah. Sekarang, produk dijual Rp 7.500 per liter.
sabun cair maks
Pada penjualan awal, seperti apa masukan dari konsumen?

Saya mendapat banyak masukan, karena setiap konsumen itu punya selera yang berbeda-beda. Ada yang beri masukan dari segi kemasan, aromanya, variasinya. Seperti aroma itu, ada pembeli yang menginginkan agar ditambah ketajaman aromanya. Karena pelanggan kami itu lebih ke restoran-restoran, di mana produk digunakan untuk mencuci piring. Selain itu, ke pabrik makanan dan minuman untuk mencuci mesin pabrik.

Lantas, bagaimana dengan harganya, apakah pasar menilai cukup terjangkau?

Kalau dibandingkan produk sabun dari luar Pulau Sulawesi, harganya lumayan kompetitif. Tapi, nantinya, kami juga akan ekspansi penjualan di luar Sulawesi. Dan menjadi pekerjaan rumah bagi kami, untuk bagaimana menekan dan mengefisienkan proses produksi.Harapannya, kami bisa menjual lebih banyak sehingga harga produk bisa ditekan. Margin produk ini tidak terlalu tinggi, makanya kami harus fokus ke kuantitas. Kalau omzet itu per bulannya sekitar Rp 30 juta.

Sekarang ini, berapa produksi per bulan?

Kami memproduksi sekitar lima ton dalam satu bulan. Dan, setelah mengidentifikasi pasar mulai dari masyarakat umum, pertokoan, hotel, kafe, rumah makan, rumah sakit, jasa cleaning service, tempat hiburan, kami pun menghitung cukup lima persen saja dari seluruh kebutuhan Kota Makassar, atau sekitar 14 ton per bulan. Kami sendiri produksi masih lima ton. Maksudnya, pangsa pasar produk ini masih luas, dan itu masih bisa kami kejar.

Permintaan sendiri terus naik. Tapi, ini juga tergantung dari strategi kami untuk memasarkan, mengingat produk dari luar juga ada. Ketika kami bisa menawarkan dengan strategi lebih baik, lebih mudah diterima, otomatis lebih cepat untuk mencapai targetnya.

Apa rencana di tahun ini?

Rencana kami, bulan Februari mendatang, kami akan meluncurkan kemasan ritel untuk masuk ke pasar modern. Karena, awalnya, kami hanya menjual isi untuk segmentasi pasar-pasar perusahaan, sekarang untuk konsumen langsung. (EVA)

Leave a Reply

2 thoughts on “Sabun Cair Multifungsi “Maks” Besutan Septian Suryo”

saya sangat ingin mencoba dan membeli sabun multifungsi "MAKS". Bagaimana caranya saya dapat membeli kra alamatku di P.Simeulue Aceh.Hp 0813 6264 5277.
by Leader S, 28 May 2014, 01:06
Hebat....nah yg kayak gini ini yg perlu di expose ama wartawan ato media, supaya produk lokal terus berjaya, akirnya negara cepat besar dan makmur krn warganya suka produk lokal, yg memang rata2 lebih alami tanpa kimia, jg lebi murah...hemat di kantong. Setelah hdp ckup lama di LN, cukup sedih rasanya masyarakat indonesia lebih menyukai produk impor, padahal org2 LN sangat anti dg barang2 impor, mereka lebih menyukai produk negaranya sendiri.
by Warga Indo, 27 Jan 2014, 09:48

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)