Setelah TAM, Erajaya Caplok iBox Senilai US$ 18 Juta

PT Erajaya Swasembada makin agresif di bisnis ritel gadget dan alat telekomunikasi lainnya. Setelah  mengakuisisi PT TAM (distributor BlackBerry,  Samsung, Huawei, Sony , pemilik merek Venera) pada November 2011, lalu listing di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2011, kini Mei 2012 Erajaya  mencaplok jaringan iBox senilai US$ 18 juta. Akuisisi ini kian mengukuhkan Erajaya yang dibesut Budiarto Halim dan Ardy Hady Wijaya sebagai “Raja Gadget Terbesar di Indonesia” melalui jaringan outlet Erafone yang dikembangkannya.

Akuisisi bisnis ini dilakukan melalui anak perusahaan Erajaya yang bernama PT Data Citra Mandiri (kepemilikan saham Erajaya 99,8%)  dengan meneken perjanjian bersyarat bersama Grandoff International Limited untuk membeli hak atas merek iBox di semua jaringan.

“Dalam perjanjian itu kami juga menyepakati hak opsi untuk membeli sistem dan bisnis ritel. Transaksi dilakukan dengan Grandoff International Limited Singapore dan PT Hidup Gaya Digital selaku pemegang hak usaha iBox,” jelas Budiarto Halim, Presiden Direktur Erajaya.

Mengapa take over iBox? “Tujuannya untuk memperluas bisnis ritel Erajaya. Sebab,. iBox merupakan toko ritel produk Apple terbesar di Indonesia.Dengan menguasai bisnis ritel iBox kami bisa meningkatkan jumlah outlet dan jaringan untuk memperkuat portofolio usaha distribusi seluler di Indonesia," Budiarto menegaskan.

Sekadar informasi, kini iBox sudah memiliki 20 outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Setelah rencana akuisisi dilakukan, maka dalam waktu 1-2 bulan Erajaya akan membuka empat outlet iBox baru di Kemang (Jakarta Selatan) dan Cassblanca (Jakarta Selatan) .

Setelah empat outlet tersebut dibukan, Erajaya bakal menambah hingga 6 gerai lagi hingga akhir tahun 2012. Alhasil, nantinya akan ada 10 outlet iBox baru yang akan dikembangkan tahun ini. Nilai investasiya sekitar Rp 1 - 2 miliar per outlet, tergantung besar kecilnya ukuran toko. “Modal pembukaan outlet baru iBox total sekitar Rp 10 – 20 miliar. Jumlah itu sudah termasuk dalam rencana belanja modal yang sebesar Rp90 miliar yang telah dianggarkan tahun 2012,” tambah Budiarto

Erajaya mengharapkan, dari hasil akuisisi iBox ini akan dapat memberikan kontribusi ke penjualan konsolidasi sebesar 10-15 persen pada 2012. Pada kuartal III tahun 2012 nanti, kontribusi  penjualan iBox akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Erajaya.

Meski kontribusi penjualan iBox belum terlihat, tapi kinerja keuangan Erajaya pada tahun 2011 sudah melegakan. Sebagai gambaran penjualan tahun llau naik 49% dari Rp 4,6 triliun pada 2010 menjadi Rp 6,9 triliun tahun 2011. “Penjualan Erajaya tahun 2011 naik tajam dari hasil kontribusi akuisisi TAM akhir tahun 2011,” ujar Budiarto. Sementara, target penjualan Erajaya secara total diperkirakan naik 60% menjadi Rp 10,8 triliun dibandingkan pencapaian tahun lalu  Rp 6,9 triliun.

Sementara itu, laba bersih tahun buku 2011 sebesar Rp 255,4 miliar mengalami kenaikan 17% dibandingkan perolehan tahun 2010 sebesar Rp 217,7 miliar. Namun, hasil rapat umum pemegang saham tahunan menyetujui untuk tidak bagi dividen. Pasalnya, laba bersih itu digunakan sebagai cadangan Rp 1 miliar dan seluruh sisa laba sebesar Rp 254,4 miliar untuk kebutuhan pengembangan usaha perusahaan.

Hasil RUPST juga menyetujui penambahan posisi board of director yang baru, yaitu Wakil Dirut yang diduduki oleh Hasan Aula. Adapun jajaran direksi yang  baru adalah Presdir (Budiarto Halim), dibantu tiga direktur (Sintawati Halim, Andreas Harun Djumadi,  Sim Chee Ping), Direktur Independen Jody Rasjidgandha. Sedangkan dewan komisaris meliputi: Ardy Hady Wijaya (Preskom), Richard Halim Kusuma (Komisaris), dan Lim Bang Tjay (Komisaris Independen). Perubahan susunan direksi ini bertujuan untuk menciptakan struktur manajemen baru yang lebih ramping dan kuat. (Eva Martha Rahayu)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)