Shari Loessberg, Profesor Pencetak 200 Pengusaha Andal

Jumlah pengusaha Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara maju. Namun, bukan berarti peluang untuk tumbuh tidak ada. Professor Shari Loessberg, Dosen Senior dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Sloan School of Management, memprediksi, jumlah pengusaha di Tanah Air akan meningkat tajam seiring iklim domestik yang semakin mendukung. Profesor muda ini dikenal sebagai akademisi yang telah banyak mencetak pengusaha (startup) andal berkelas dunia. Dalam lawatannya ke Jakarta, reporter SWA, Ario Fajar, mendapat kesempatan untuk berbincang mengenai kiprahnya dalam membesut pengusaha-pengusaha hebat. Berikut nukilannya.

 Apa maksud kedatangan Anda ke Indonesia?

Saya sudah lima kali ke Indonesia. Di sini saya bertemu dengan pengusaha (startup) khususnya yang menjadi klien saya.

 Apa misi Anda sebenarnya?

Saya ingin berbagi pengalaman sekaligus membantu pengusaha agar bisnis yang mereka jalankan bisa berkelanjutan dan berkompetisi, sehingga menjadi perusahaan-perusahaan yang tangguh dan berkelas dunia.

 Bagaimana caranya?

Di MIT Sloan School of Management, kami memiliki jasa konsultasi (kursus) bernama G-Lab. Di Amerika Serikat, G-Lab sudah sangat terkenal dalam memberikan bantuan kepada banyak perusahaan. G-Lab sudah berdiri 10 tahun lalu, dan terus berkembang hingga ke banyak negara.

 Apa yang G-Lab tawarkan?

G-Lab menawarkan jasa konsultasi bagi mereka yang kesulitan dalam membangun bisnis. Kami hadir di negara-negara berkembang yang biasanya masih membutuhkan bimbingan untuk membangun bisnis. G-Lab berisi mahasiswa master (MBA) yang memiliki banyak pengalaman kerja, kuat secara teori dan cerdas dalam memecahkan masalah bisnis. Anggota tim memiliki berbagai latar belakang dan keahlian, mulai dari konsultasi manajemen dan jasa keuangan untuk teknologi, ritel, manufaktur, dan lain-lain.

 Kami menetapkan proyek lingkup seperti : new market (ekspansi), perencanaan strategis; penggalangan dana dan modal ventura; merger dan akuisisi, pemasaran dan penjualan, dan sumber daya manusia dan pengembangan organisasi. Dan, saya terlibat langsung dalam setiap proyek.

 Berapa jumlah klien Anda hingga saat ini?

Sudah ada 200 perusahaan, di 25 negara. Setiap tahun kami menangani 40 klien baru. Kami membantu bisnis apapun.

 Bagaimana proses Anda mencetak pengusaha andal?

Kami memiliki kalender proyek. Ada tata cara jika ingin bermitra dengan kami. Dalam setahun, ada beberapa periode. Misalnya jika anda mempunyai masalah, anda bisa langsung menghubungi kami via email. Setiap bulan Juni-Agustus, anda bisa mengirimkan kuisioner atau menceritakan masalah, keinginan, atau hal lain yang berhubungan dengan bisnis. Kuisioner itu akan kami tampung. Bulan September adalah periode untuk konsultasi (engagement) antara anda dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik kami. Proposal atau kuisioner anda akan dibaca oleh mahasiswa kami. Setiap mahasiswa mempunyai spesialisasi bidang masing-masing. Keluhan Anda akan dipelajari oleh mahasiswa tersebut. Setelah itu, mereka akan menunjuk diri untuk menangani masalah dan menjadi konsultan anda.

Bulan Oktober-Desember dilakukan penelitian awal, wawancara serta analisis, dengan memanfaatkan sumber daya yang kami punya. Tim kami akan membangun hubungan (diskusi) dengan anda via internet seperti Skype , secara rutin hingga mendapatkan kesimpulan.

Bulan Januari, tim kami akan bertandang ke Indonesia. Bertatap muka secara langsung, menentukan roadmap, strategi, hingga eksekusi. Periode ini berlangsung selama 3 minggu.

 Bagaimana dengan biaya yang dikenakan?

Ini gratis. Kami sama sekali tidak mengenakan biaya ke klien kami. Program ini adalah bagian dari edukasi kami ke banyak pengusaha khususnya di negara-negara berkembang.

 Lalu bagaimana Anda bisa mendapatkan profit?

Karena ini program edukasi, kami hanya meminta perusahaan mengganti biaya perjalanan dan menyediakan penginapan. Banyak perusahaan menganggarkan dana sekitar US$ 10.000 untuk menjamu tim kami.

 Masalah bisnis seperti apa yang Anda bantu?

Banyak dan beragam. Di negara berkembang misalnya, kebanyakan dari pengusaha memiliki agenda bisnis yang banyak, tetapi mereka tidak tahu bagaimana harus memulainya, seperti ekspansi dan akuisisi. Masalah klasik lainnya adalah bisnis yang jalan ditempat dan kehilangan banyak pelanggan.

 Dari sejumlah kasus tersebut, kami akan memberikan panduan ke perusahaan yang ingin bangkit dan memperbesar bisnis. Kami akan memberikan concret tools seperti research tools, technology base company, serta panduan (user guide) kepada pendiri, CEO, atau pemangku kepentingan.

 Apa kriteria bagi perusahaan jika ingin dibantu G-Lab?

Pendapatan (revenue) perusahaan tersebut setidaknya US$ 5 juta- US$ 25 juta per tahun.

 Bagaimana hasil dari klien binaan G-Lab?

Sangat mengagumkan. Sebagian dari mereka sukses menjadi perusahaan yang kuat berkompetisi, agresif dalam ekspansi, serta memiliki organisasi (SDM) yang kuat. Salah satunya adalah resto chain dari Brazil, Spoleto, yang berkembang hingga ke Amerika Serikat dan memiliki banyak gerai.

 Bagaimana dengan di Indonesia?

BBC melaporkan, Indonesia adalah negara yang akan banyak mencetak startup. Saya juga terjun langsung ke sini dan cukup takjub melihat pertumbuhan begitu besar. Itu disebabkan karena beberapa faktor; meningkatnya kelas menengah, invesment grade, penetrasi internet, dan lain sebagainya.

 Siapa klien Anda disini?

Kami memiliki 6 klien dari berbagai bisnis. Misalnya manufaktur, leasing finance, mother oil company, dll. Di sini, kami bekerja sama dengan Endeavor untuk menjembatani kami dalam banyak hal ke klien kami di Indonesia.

Apa sih keuntungan jika memakai jasa G-Lab?

Jika anda menyewa konsultan, anda harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal. Sementara, G-lab menawarkan solusi yang murah (free) yang didukung oleh banyak expert.

 Apa yang harus disiapkan untuk menunjang bisnis?

Ekosistem, kultur, infratruktur, dan peran pemerintah. Bisnis di Amerika berkembang karena didukung oleh faktor-faktor tersebut. Kita harus menyediakan media/tempat agar SDM bisa berkembang dan mempertajam kemampuannya. Misalnya, mulai dari pendidikan dasar hingga universitas. Kita harus memberikan pendidikan yang terbaik, bisa lewat beasiswa keluar negeri dan kesempatan bersekolah ke tempat-tempat yang bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Kita harus membangun technical institutions, science institutions, engineering instritutions, sehingga melahirkan orang yang punya spesialiasi khusus. Pemerintah juga harus ramah dalam menetapkan pajak dan insentif bagi pengusaha baru.

 Apa kegiatan anda selain mengajar?

Saya punya bisnis di Amerika. Saya juga angel investor untuk perusahaan jasa keuangan.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)