Strategi Faiz Kembangkan Bisnis Sampul Paspor

Tren melancong luar negeri beberapa tahun belakangan ini semakin meningkat di kalangan anak muda. Faiz Nur Alim yang masih duduk di bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Ilmu Komputer juga senang jalan-jalan ke mancanegara. Berangkat dari hobinya hobi jalan-jalan ke luar negeri, Faiz sukses berbisnis sampul paspor berbahan dasar kulit.

1473749866193_resized

Awalnya, sebelum melakukan perjalanan ke beberapa negara tetangga dia berkeinginan membeli sampul paspor untuk melindungi paspor dan terlihat keren. Usai membeli sampul paspor, kemudian ia berpikir untuk membuat sendiri dari bahan kulit agar bisa didesain sesuai dengan keinginannya.

Ia pun berupaya membuat nama di depan sampul paspornya. Lalu ia hanya iseng memfoto sampul paspor tersebut lalu diunggah ke social media. Ternyata banyak respons dari teman yang menanyakan di mana membeli sampul paspor.

Siapa sangka? bisnis yang diberi nama Mr. Beard ini bisa dibilang sukses pasalnya Faiz memulai bisnisnya tanpa modal karena sistem kerjanya adalah made by order dan dikerjakan sendiri. Kini, Mr. Beard tidak hanya merambah pasar dalam negeri namun telah berhasil menembus pasar luar negeri seperti Malaysia dan Filipina. Kini, Faiz telah memiliki beberapa pegawai yang di training sendiri oleh dirinya. Dalam sebulan Mr. Beard rata-rata menjual 100-200 item produk dengan omset Rp 30-60 juta/per bulan.

Faiz mengakui bahwa dirinya tidak mempunyai background bisnis dalam keluarga. Meski demikian, ia gigih membangun bisnis secara learning by doing. Dia juga aktif melakukan sharing dengan teman-temannya yang telah berbisnis terlebih dahulu.

Strategi pemasaran, Mr. Beard tergolong modern, dengan memanfaatkan sosial media, instagram ads dan SEO pada website. Ia pun berhasil menggaet banyak pembeli. Setiap ada orang yang pesan produknya tersebut, hasilnya selalu dia foto dan posting di sosial media. Hari demi hari orderan semakin bertambah. Melihat peluang tersebut, ia pun mulai serius menjalani bisnisnya. Faiz mulai belajar lebih jauh tentang kulit yang ternyata banyak jenisnya serta meningkatkan kualitas produk, packaging.

Pria kelahiran Sidoarjo, 29 Agustus 1990 ini, mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, bisnisnya semakin berkembang. Tidak hanya memproduksi sampul paspor, ia mulai merambah ke produk lain seperti dompet, phone case dan luggage tag yang dibanderol mulai dari Rp 275– 600 ribu.

Meskipun bisnis ini dinilai cukup menjanjikan, Faiz mengaku awalnya memiliki beberapa kendala di awal membangun bisnis ini tertutama dalam pemilihan bahan baku. “Untuk bahan baku kulit karakteristiknya sangat beragam dan memiliki ketebalan tertentu, penggunaannya pun berbeda beda jadi dulu awal-awal suka salah beli kulit karena tidak sesuai dengan produk yang akan saya buat,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai persaingan bisnis di pasarnya, Faiz menilai bahwa persaingan saat ini dirasa sangat ketat. Hal ini disebabkan banyak brand baru yang mulai bermunculan seiring banyaknya workshop leather goods yang muncul beberapa waktu terakhir. Meski demikian ia melihat peluang pasar leather goods ini masih besar dari dalam negeri hingga luar negeri.

Menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, Faiz memotivasi dirinya agar terus berinovasi dengan desain dan produk baru. Tujuannyaa agar produknya bisa bersaing di dalam maupun luar negeri. Apalagi kini Faiz melihat kalangan menengah ke atas menjadikan traveling sebagai gaya hidup.

Oleh kerena itu, ia optimistis bisnisnya akan terus berkembang. Ke depannya ia juga berharap produknya bisa bersaing di dalam maupun luar negeri. "Bisnis ini masih sangat menjanjikan. Karena produk kulit ini tidak pernah tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya saat di hubungi SWA online. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)