Tiga Kartini Bisnis Binaan YDBA Berbagi Cerita Sukses

Kartini di masa sekarang, makin luas kesempatannya berkiprah mengembangkan kemampuan dan karyanya. Dunia bisnis menjadi pilihan menarik bagi wanita yang ingin terus berkiprah tapi tidak terikat ketat waktu kantor. Wanita dalam bisnis memiliki keunikan dalam pengelolaan bisnisnya. Inilah yang disampaikan tiga Kartini Bisnis Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dalam seminar Inspiring Business Women kemarin dalam rangka memperingati Hari Kartini.

20150421_113626Ketiga Kartini Bisnis itu adalah Rosalina (pemilik dan pendiri PT Rekadaya Multi Adiprima), Anny Alkhusniaty (Pemilik bengkel R4 Fam Auto) dan Leony Agus Setiawati (Pemilik CV Azka Syahrani, pengusaha busana muslim). Ketiganya memiliki kesamaan dalam filosofi pengelolaan bisnis yaitu mengedepankan spiritualitas, kejujuran dan kerja keras tentunya.

Di depan 250 peserta yang hadir di Gedung Auditorium Lantai 3 PT Astra International Tbk, ketiganya berbagi inspirasi bagaimana mereka jatuh bangun membangun bisnis. Berbagai lapisan masyarakat mengikuti seminar ini, bukan saja wirausawati, dan ini yang pertama diadakan oleh YDBA, seminar yang focus pada pengusaha UKM wanita.

Rosalina, menceritakan bagaimana dia yang menikah muda tidak berhenti disitu saja, tapi terus mengembangkan diri, walau sudah punya anak, ia tetap meneruskan kuliah hingga sarjana ekonomi dia sandang. Sempat menjadi professional di UNDP-WTO, Lina sapaan akrabnya lalu melihat bahwa berbisnis adalah yang tepat ditengah kondisi harus seimbang mengurus keluarga. “Saya awalnya bisnis trading, kontrakgtor, lalu membuat komponen otomotif,” ujarnya.

Ia tekun membangun bisnis, ketika tahun 1995 awal ia dipercaya membuat dash board mobil Kijang tahun keluaran saat itu. Ia mengerjakannya sendiri dengan tangan. Kini perusahaannya sudah menjadi mitra 12 perusahaan otomotif skala besar, salah satunya Astra Group. Perusahaan ini pioneer penghasil produk insulator assy dush panel dan insulator door trim untuk kendaraan roda empat. Komponen tersebut telah diekspor ke luar negeri yang merupakan original equipment manufacturing.

Anny Alkhusniaty beda lagi. Pemilik bengkel R-4 Fam Auto ini mendirikan usaha awalnya menggandeng partner lain. Dia tidak ikut terlibat dalam bisnis itu. Mulai dari Bimbel, Warung makan hingga produk sampo. Tapi ternyata banyak kecewa, bahkan bisnis jadi sulit. Lalu pada 2005 ia mendirikan Fam Auto, dikelola sendiri, bahkan kini sudah mempekerjakan 35 karyawan dan 12 karyawannya diantaranya sudah mendapat rumah 12 unit bersubsidi darinya. Fam Auto mengedepankan kejujuran dalam pengelolaan bisnis. “Saya tidak mau terima kuitansi yang angkanya di mark up, justru dengan kejujuran, bisnis terus tumbuh bahkan dua kali lipat,” ujarnya yang menyebut 90 persen kliennya korporat besar di Jabodetabek.

Lalu ada Leony Agus Setiawati, pemilik busana muslim bermerek Azka ini, mengatakan ada 600 ibu rumah tangga yang bekerja dengannya dengan sistem kemitraan. Mereka tetap bisa bekerja di rumah mereka, tapi tetap bisa menambah penghasilan keluarga. Mereka membantu menyulam tangan produk baju rancangannya. Wanita lulusan IPB ini, tidak menyangka bisnisnya akan sebesar ini. Sempat jatuh, karena pengelolaan yang salah, ditinggalkan karyawan dan mesin-mesin jahitnya semua dijual, tapi ia tidak putus asa. Ia bangkit lagi, bahkan bisa membuat Azka menjadi brand busana muslim ternama karena memiliki ciri khas memadukan kain-kain nusantara. Merek Azka juga sudah di patenkan di HAKI.

F.X Sri Martono, Ketua Pengurus YDBA, berharap kehadiran ketiga narasumber tersebut dapat menginspirasi para pengusaha untuk terus mengembangkan bisnisnya dan mendorong mereka yang belum mulai untuk berbisnis. “Satu hal lagi, peserta seminar juga bisa mengetahui bahwa wanita juga bisa menjalankan bisnis dengan baik,” ujarnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)