USBI Dorong Mahasiswanya Jadi Wirausahawan

Jumlah masyarakat yang memilih untuk membuka usaha sendiri masih kecil kalau dilihat dari total populasi Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, persentasenya kurang dari 2 persen. Padahal, usaha sekelas UKM dipandang cukup tangguh dalam menghadapi kondisi perekonomian yang fluktuatif. Maka cukup penting untuk mendorong masyarakat yang mungkin masih ragu-ragu untuk berwirausaha.

Dorongan untuk menjadi wirausahawan bisa dimulai dari masa sekolah, misalnya saja di tingkat mahasiswa. Selepas menyelesaikan masa kuliah, para mahasiswa bisa memilih untuk merintis usaha ketimbang memasukkan lamaran ke banyak tempat. Hal seperti ini yang diupayakan oleh Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), sebuah universitas bertaraf internasional di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation.

Bertempat di kampusnya di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat (21/2/2014), USBI menyelenggarakan seminar mengenai UMKM Outlook 2014. Dalam kesempatan tersebut, universitas memaparkan hasil studinya yang menganalisa masalah yang dihadapi pelaku UMKM di Tanah Air. Aman Wirakartakusumah, Rektor USBI, mengatakan, "Ini menjadi satu tradisi di Fakultas Bisnis, di mana setiap tahun mereka melakukan analisis, kajian, untuk melihat ke depan, seperti outlook 2013, 2014. Ada topik-topik tertentu yang dijadikan semacam subjek. Kemudian, nanti disiapkan tim penelitinya, yang melibatkan dosen dan mahasiswanya."
usbi universitas siswa bangsa internasional
Apa yang ditemukan? Ia pun menjawab, "Adanya masalah perpajakan, masalah akses kepada kredit, hingga prospek atau peluang yang muncul menghadapi Komunitas ASEAN 2015."

Lalu apa peran universitas dalam membantu UMKM? Disebutkan Aman, pihak universitas menugaskan para dosen untuk aktif membantu sebagai relawan dalam melatih para pelaku UMKM agar mereka lebih siap secara manajerial untuk mengelola bisnis yang berkesinambungan. "Maksudnya menjadi relawan itu membantu. Karena kami ada satu lagi, kegiatan pengabdian pada masyarakat. Di sinilah kami membantu, terjun, sambil kami tentu juga belajar mendeteksi persoalan (yang dihadapi UMKM) itu apa," terangnya.

Di internal, universitas yang mempunyai Fakultas Bisnis ini menyebarkan ilmu kewirausahaan di seluruh fakultasnya. "Karena sebetulnya entrepreneurship itu bisa menjadi talenta dari mahasiswa, karena dia punya bakat sebagai entrepreneur. Tapi juga bisa didorong untuk dikembangkan melalui pendidikan, sehingga kami ada pelatihan, ada studi usaha-usaha yang menjadi pilot project. Nanti, dia (mahasiswa) bisa belajar dari situ, dan dia akan mempunyai rasa percaya diri untuk menjadi pengusaha. Jadi, (entrepreneurship) didorong dari dua, yaitu talenta, dan yang kedua bagaimana disiapkan menjadi seorang entrepreneur."

Mahasiswa yang mau membutuhkan modal pun bisa dibantu oleh Mekar. Ini adalah wadah yang menghubungan wirausahawan yang layak diberikan pinjaman dengan para pemberi pinjaman juga mitra. "Mekar ini satu unit di bawah yayasan, dan dia bermitra dengan USBI. Dan USBI memberikan akses kalau ada mahasiswanya yang menjadi calon entrepreneur untuk masuk dalam program di sana," tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)