Violet Lim, Bisnis Biro Jodoh Online

Pada saat ini, mulai banyak pria dan wanita di usia produktif yang terlambat untuk menikah. Bukan karena tidak ada pilihan, melainkan karena terlalu panjangnya jam kerja, serta kurangnya waktu mereka untuk menjalin pergaulan.”Biasanya kalau ada hari libur pasti dihabiskan untuk beristirahat atau setelah pulang kerja pasti langsung pulang dan tidur,” ujar Violet Lim, pendiri dan CEO Lunch Actually Group.

IMG_20160119_110933_HDR

Melihat fenomena ini di kalangan teman kerjanya semasa bekerja di Citibank Singapura, wanita lulusan Manchester University, Inggris, ini pun mulai memutar otak bagaimana agar teman-temannya bisa mendapatkan pasangan di tengah waktu kerja yang panjang. Ia mulai berpikir untuk membuat sebuah perusahaan layanan perjodohan profesional untuk membantu teman-temannya. Sayang, keluarganya tak mendukung rencana ini.

Menurutnya, orang tuanya sangat menentang rencananya memulai bisnis sendiri. Bagi mereka seorang anak haruslah belajar dengan keras, mendapatkan nilai bagus, dan mendapatkan pekerjaan di perusahaan bergengsi. Ia mengaku sama sekali tak dibekali mental untuk memulai bisnis sendiri. Meskipun begitu, wanita lulusan London School of Economics dengan gelar Master Industry Relation and Personality ini tak khawatir.

Pada tahun 2004 ia pun mendirikan Lunch Actually, sebuah perusahaan jasa untuk pencarian jodoh di Singapura. Awal mendirikan perusahaan ini pun cukup sulit, mengingat orang Asia memiliki karakter pemalu, terutama dalam urusan menjadi jodoh.

”Waktu pertama kali mendirikan perusahaan, klien pertama kami datang dan memencet bel. Namun saat saya keluar, di depan pintu tidak ada orang, rupayana ia malu dan bersembunyi di pantry kantor sebelah kantor kami,” ujarnya sambil tertawa.

Namun meski begitu ia pantang menyerah, hingga saat ini sudah ada 63.000 matches (sebutan untuk para anggota yang telah bertemu dan menjalin asmara) yang berhasil dijodohkan Lunch Actually Group. Violet sendiri mengaku sebelumnya tidak memiliki latar belakang di bidang perjodohan. Ia sendiri bertemu dengan suaminya sewaktu sedang kuliah di Inggris.

Baginya, kebanyakan orang bertemu dengan pasangan mereka di sekolah atau universitas, namun kesempatan itu menjadi semakin kecil saat bekerja. Oleh karena itu, ia pun semakin berambisi untuk mengembangkan bisnisnya. Selain mengembangkan Lunch Actually menjadi Lunch Actually Group, ibu dua anak ini juga mulai merambah dunia online dengan meluncurkan eSnychrony.

Aplikasi ini telah sukses mempertemukan 16.000 pasangan dan 1.000 pasangan yang menikah sejak diluncurkan pada tahun 2010. Selain itu tingkat kepuasan konsumen pun mencapai 75%, Keseluruhannya digabungkan dari Singapura, Kuala Lumpur, Penang, Hong Kong, Bangkok, dan Jakarta.

Bahkan di Singapura, aplikasi ini telah mendapatkan akreditasi SDN dari pemerintah Singapura. Untuk menghindari fake profile, eSynchrony bahkan bekerja sama dengan pemerintah Singapura, untuk memverifikasi data anggota yang sudah menikah atau belum.

Meskipun fitur ini tidak tersedia di negara lain, namun dengan proses pengumpulan data dan informasi yang ketat, membuat Violet percaya bahwa platform nya akan banyak diminati, mengingat tingga tingkat kepuasan pelanggan terhadap aplikasi yang baru masuk ke Jakarta di bulan April 2015 ini. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)