Gading Marten Bagikan Rahasia Suksesnya

Boleh saja orang menyebut kariernya melesat karena mendompleng nama besar sang ayah, Roy Marten yang sudah lebih dulu terjun di panggung hiburan Tanah Air, kenyataannya, Gading Martin meniti jalan keartisan benar-benar dari nol. “Saya tenar dan melejit menjadi MC yang live berkat Inbox. Sekitar 9 tahun yang lalu mulainya. Dua tahun sebelumnya sudah mulai menjadi host kecil-kecilan, tapi tidak kontrak tetap di satu TV,” kata Gading mengenang.

Kini, kiprahnya sudah wara-wiri di banyak stasiun TV. Mulai dari Inbox (SCTV), Pesbukers (ANTV), Odong Odong (Global TV), The Dance Icon Indonesia (SCTV), So Semprul (SCTV), Stand Up Comedy Academy (Indosiar), Stand Up Comedy Club (Indosiar), Celebrity Squares (NET.), Live With Trio Lestari (Trans TV), hingga Song Hunter (Global TV). Itu belum termasuk tampil di lebih dari 20 judul FTV, Sinetron, dan Film lainnya.

Gading Marten (Foto: youtube)

Menurut pria bernama lengkap Angling Gading Marten ini, tantangan yang paling berat adalah diri sendiri. Seperti, faktor umur, semangat berkurang, Malas belajar atau tidak mau belajar dengan orang-orang baru. Seseorang tidak akan bisa besar di bisnis ini tanpa kemauan untuk terus belajar. Dunia gemerlap ini pastinya akan terus dihiasi wajah-wajah baru yang lebih muda, lebih menarik, pintar dan lain lain.

“Hidup di dunia televisi ini harus dinamis, tidak bisa terlalu idealis. Kita harus bisa beradaptasi, jangan tertutup, harus bisa menyerap perkembangan. Hal-hal baru bukan untuk dihindari tetapi kita harus berkenalan dengannya. Jangan gengsi untuk belajar juga dari orang baru,” kata dia.

Pria usia 34 tahun ini meyakini, industri televise masih akan bersinar meski era digital telah menghampiri. Ia menyebut masih banyak wilayah di Indonesia yang belum bisa mengakses internet dengan nyaman. Itu belum termasuk masyarakat kelas C dan D yang sebagian besar belum melek teknologi sehingga mengandalkan tayangan televise sebagai hiburan.

“Jika ingin sukses, kita harus punya tim manajemen yang bagus. Orang bisa membawakan acara yang sama tapi dengan harga yang beda. Kita harus sadar punya kelebihan apa. Saya berani naikin harga kalau saya merasa sudah bagus dan diakui orang,” ujar dia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pasar Sport Fairing Makin Semarak

Persaingan di segmen motor sport fairing 150 cc, makin sengit saja. Pemain di segmen ini, yakni Yamaha, Honda dan Suzuki,...

Close