Jurus Elin Waty Kembangkan Bisnis Asuransi Syariah

Elin Waty adalah sosok yang istimewa. Ia satu-satunya perempuan yang memimpin perusahaan asuransi multinasional Sun Life Indonesia.

 

Elin Waty Elin Waty, Presdir PT Sun Life Indonesia

Namun, itu bukan hal aneh bila melihat rekam jejaknya. Lebih dari 20 tahun dunia asuransi digelutinya. Wanita kelahiran 1972 ini telah berkiprah di berbagai perusahaan asuransi, seperti Asuransi Cigna, AIA Financial Indonesia, dan MLC Life. Setelah 21 tahun 6 bulan bergelut di dunia asuransi, ia akhirnya mencapai puncak tertinggi kariernya saat ini, sebagai presdir. Di Sun Life Indonesia, Elin bergabung sejak Mei 2013 sebagai chief distribution officer.

Ketika menjabat CDO, Elin melakukan gebrakan dengan menginisiasi adanya agensi khusus syariah pada 2014, yang terpisah dari agensi konvensional. Sekarang, inisiasinya berbuah manis, karena kontribusi segmen syariah mencapai angka 30% lebih kepada perusahaan dengan jaringan 58 kantor pemasaran. “Kami melihat bisnis syariah ini memiliki potensi yang besar,” ujarnya.

Tak hanya memisahkan asuransi konvensional dan syariah, di bawah kepemimpinannya, Sun Life juga mendirikan Salam Institute sebagai pusat pelatihan khusus syariah untuk para agennya. Perusahaan asuransi jiwa ini juga mendirikan Sun Syariah Leadership Centre sebagai pusat pelatihan para sales leader produk syariah.

Elin menyebutkan, embrio corporate university sudah tertanam di Salam Institute yang telah beroperasi tiga tahun. ”Ada lebih dari 2.000 orang yang saat ini sedang menimba ilmu di Salam Institute per akhir Mei 2017,” katanya.

Materi yang diajarkan di Salam Institute antara lain teknik penjualan dan aktivitas di industri keagenan asuransi jiwa dengan pendekatan syariah. “Kami menyebutnya program Nurturing 24, di mana setiap mitra yang baru masuk akan secara intensif mendapatkan pelatihan selama 24 bulan,” kata Elin.

Di pasar asuransi syariah, Sun Life mengedepankan positioning sebagai Modern Syariah Insurance Expert (MSIE). Dengan mengusung konsep MSIE, jalur agensi syariah Sun Life memiliki sejumlah keistimewaan. Di antaranya, menjadi perusahaan asuransi jiwa pertama dan satu-satunya yang memisahkan jalur distribusi konvensional dan syariah, serta memiliki beragam produk inovatif. “Dulu kami memulai dari hanya satu produk syariah, sedangkan saat ini sudah bertambah,” kata Elin.

Tercatat ada tiga produk asuransi syariah yang dimiliki Sun Life. Pertama, produk asuransi Brilliance Amanah yang merupakan produk unit link pertama yang dirancang untuk membantu ibadah haji dan umrah. Kedua, produk asuransi Briliance Hasanah Fortune Plus yang merupakan produk unit link syariah yang dikhususkan untuk investasi. Dan ketiga, Asuransi Sun Medical Platinum Syariah, yakni asuransi kesehatan syariah pertama di Indonesia yang cakupannya hingga ke luar negeri dan cashless. “Target pasar kami adalah nasabah kelas menengah-atas,” ujar Elin.

Dalam operasionalnya, produk-produk itu ditawarkan dengan berbagai kemudahan teknologi dengan hadirnya Clients App, aplikasi mobile berbasis Android dan iOS untuk memudahkan akses ke polis asuransi. Fitur yang dapat diakses melalui aplikasi ini adalah mengetahui informasi detail polis nasabah, memonitor portofolio investasi, mengecek daftar rumah sakit rekanan, menghubungi agen, dan mendapatkan informasi terkini mengenai perusahaan. Dengan teknologi ini, banyak hal yang bisa disederhanakan, seperti presentasi dan ilustrasi melalui ponsel pintar (smartphone). “Saya mengatakan kepada agen bahwa mereka harus menempatkan diri sebagai insurance expert,” ujarnya.

Menurut Taufik Marjuniadi, pengamat dan praktisi industri asuransi syariah, prospek industri asuransi syariah masih akan terus berkembang seiring dengan perkembangan perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya. Pertumbuhan asuransi syariah sampai saat ini, kata Taufik, masih di atas dua digit, baik dari segi pendapatan kontribusi, aset, maupun investasi.

Tantangan di industri asuransi, menurut Taufik, menyangkut isu-isu peningkatan program, literasi, edukasi, dan promosi asuransi syariah kepada masyarakat; pengembangan dan penelitian produk khusus yang berbasis asuransi syariah; akselarasi dan sosialisasi program inklusi antarlembaga keuangan syariah; serta peningkatan SDM asuransi. “Pasar asuransi syariah dapat terus dikembangkan di semua sektor lainnya untuk semua elemen masyarakat, baik untuk individu maupun korporasi,” ujarnya. (Reportase: Tiffani Diahnisa)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)