Tentang Masker dan Kepatuhan Rita Mirasari, Direktur Bank Danamon

Rita Mirasari, Direktur Kepatuhan Bank Danamon Tbk.

Namanya Rita Mirasari. Dia memiliki pengalaman luas di bidang hukum dan kepatuhan di industri perbankan. Sebuah bidang yang membutuhkan kepemimpinan tinggi dengan karakter tegas serta disiplin. Rita, atau kadang orang tertentu memanggil dia Mira, memiliki peran penting dalam menjaga standar tata kelola perusahaan yang tinggi.

Nama Rita Mirasari muncul pertama kali pada waktu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2016 lalu saat Rita diangkat menjadi direktur perseroan merangkap direktur independen PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Namanya mencuat kembali usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Maret 2020 lalu di mana Rita diangkat kembali menjadi Direktur Bank Danamon.

Di Divisi Kepatuhan, “Saya bersama tim berperan aktif dalam mengantisipasi dan memonitor kepatuhan terhadap berbagai ketentuan dan peraturan. Hal ini sebagai upaya kehati-hatian agar aktivitas yang dijalankan oleh bank sesuai dengan aturan yang berlaku dari regulator,” tutur Rita.

Wanita yang menggandrungi tari zumba ini merupakan alumni Sarjana Hukum Universitas Indonesia. Dia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri perbankan. Wanita yang dibesarkan di Jakarta ini memiliki karir dinamis dan pernah bekerja di sejumlah bank besar di Indonesia seperti Standard Chartered Bank, ABN Amro NV Indonesia, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (sekarang PT Bank Maybank Indonesia Tbk) dan The Hongkong Shanghai Banking Limited (HSBC). Bagi Rita, Zumba yang dilakukan bersama teman-temannya ini telah mengubah gaya hidupnya selama enam tahun terakhir ini. Rita mengakui dulu dia paling malas menjalankan kegiatan yang berkeringat. Tapi sekarang semuanya itu sudah berubah. Selama dua tahun terakhir ini setiap Sabtu dan Minggu Rita disiplin mengambil back2back class demi menjalani exercise ini dengan tekun.

Tidak hanya aktif di keuangan dan perbankan, Ibu dari satu anak ini juga memiliki ketertarikan pada banyak hal. Mulai dari mode, kesenian, hingga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Semenjak pandemi virus Corona melanda Indonesia, Rita turut bergabung dalam Gerakan Pakai Masker (GPM), sebuah gerakan sosial yang didirikan bankir senior Sigit Pramono dan beberapa tokoh masyarakat lainnya seperti Agus Martowardoyo (mantan Gubernur BI dan Menteri Keuangan), Erry Riyana Hardjapamekas, Goenawan Mohamad, dsb.

Program GPM terutama mendorong masyarakat untuk selalu disiplin memakai masker dengan benar ditengah situasi pandemi yang tidak pasti ini demi menjaga masyarakat dari penularan Covid-19. Sebab, jika kita berdsiplin memakai masker dengan benar, maka kita dapat mencegah penularan virus sampai 75%. Kalau langkah itu diiukuti dengan disiplin menjaga jarak, tidak menimbulkan kerumunan, dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, maka Langkah-langkah itu semua dapat mencegah penularan virus sampai 90%.

Rita termasuk pengurus kunci yang berperan aktif sebagai salah satu pengurus GPM yang menangani kerja sama dengan sejumlah mitra seperi Bank BNI, BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, Adira Finance, Pegadaian, dsb. Di GPM, Rita aktif terlibat di Klaster Pasar Rakyat, Pesantren, Perempuan,dan Komite Markom.

Di Klaster Perempuan, misalnya, programnya mensosialisasikan serta memberikan edukasi kepada kaum perempuan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan terutama penggunaan masker yang baik dan benar, serta disiplin jaga jarak dan rajin cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir. Perempuan, seperti yang diketahui, merupakan kunci dalam keluarga. Sebagai Ibu, perempuan adalah pendidik dan pengingat efektif seluruh anggota keluarga.

swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)