Strategi Rezki Yanuar Memimpin Marketing Vidio

Rezki Yanuar, VP Brand Marketing Vidio

Vidio, penyedia layanan Over the Top (OTT) video streaming, kedatangan anggota baru di jajaran pimpinan, yaitu Rezki Yanuar. Pria kelahiran 1982 ini sudah berkecimpung di dunia brand marketing selama hampir 15 tahun. Dalam 6,5 tahun di antaranya ia pernah mengantarkan dua e-commerce melejit di pasar Indonesia. Salah satunya bersama Shopee sebagai Country Brand Manager selama 2,5 tahun sebelum berlabuh ke Vidio.

Dalam berkarier, Rezki mengaku selalu tertantang akan hal-hal baru. Tercermin dari langkahnya tersebut, yang beranjak dari industri e-commerce ke industri OTT, dunia yang belum pernah digeluti sebelumnya.

“Saya merasa ingin mencoba belajar hal baru dan mencari tantangan yang baru di sebuah industri digital yang juga baru. Dunia OTT yang menurut saya merupakan industri berikutnya yang akan menjadi besar selain fintech dan OTA (Over the Air), dan saya memulai perjalanan saya tersebut bersama Vidio,” ungkapnya.

Sekarang, Rezki memegang jabatan Vice President (VP) Brand Marketing di penyedia layanan OTT milik anak perusahaan Emtek itu. Ia dipercaya mengemban tugas seluruh aspek marketing, mulai dari marketing, brand marketing, digital marketing, hingga CRM (Customer Relationship Management). Rezki diharapkan mampu memberi arahan baik dari segi strategi, perencanaan, sampai implementasi marketing untuk membawa Vidio menjadi lebih kuat dan menjadi top app pada industri OTT ini.

Vidio yang terbentuk sejak 2013 ini menargetkan kaum milenial sebagai pemirsa utamanya. Vidio juga telah bekerja sama dengan berbagai konten partner lokal dan internasional untuk memperkaya perpustakaan kontennya. Juga beragam partner distribusi dari mitra telco sampai mitra e-commerce.

Saat ini Vidio memiliki kisaran harga berlangganan bervariasi tergantung pada durasi berlangganan, mulai dari Rp15.000 untuk masa aktif 7 hari, kemudian Rp29.000 untuk masa aktif 30 hari, dan Rp299.000 untuk masa aktif 1 tahun.

Rezki mengungkapkan, tantangan pada inudstri ini secara umum adalah edukasi kepada para users dalam hal menikmati tayangan premium, orisinil, dan berbayar. Sesuatu yang sudah sangat dipahami oleh pasar di luar negeri.

“Maka dibutuhkan sebuah edukasi yang terstruktur agar masyarakat dapat mengerti akan hal ini. Karena kami merupakan perusahaan lokal, kami ingin menjadi pemain terbaik di industri ini dan membawa nama Indonesia di dunia OTT internasional,” tuturnya.

Ada tiga hal yang menjadi fokus Rezki untuk menghadapi tantangan tersebut. Pertama, bahwa konten adalah raja. Tayangan berbayar atau gratis di Vidio harus selalu diperbarui dan mengerti kemauan pasar. Kedua, produk yang mudah digunakan. Aplikasi Vidio harus selalu mengejar dan berfokus pada kemudahan untuk para users. Ketiga, marketing yang kuat. Menurutnya, di tengah market yang sangat cepat berubah, bagian marketing harus selalu mampu mengenal kebutuhan pasar.

Ia bersama 30 anggota timnya beserta divisi lain berencana terus menghadirkan tayangan yang memperhatikan kebutuhan pasar, serta berbagai penawaran dan kampanye marketing agar dapat meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap Vidio.

“Tidak hanya menghadirkan konten hiburan, kami juga meluncurkan konten edukasi dan religi yang bisa dinikmati oleh anak-anak hingga orang dewasa. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan program dan tayangan berkualitas untuk masyarakat kapanpun dan di manapun,” ujar Rezki.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)