Usaha Sony Kisyono Lahirkan SDM yang Kompeten

Sony Kisyono, Head of HC Strategyic Management PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma).

Ajang Indonesia Future Human Resources Leaders (IFHRL) 2018 memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menunjukan kebolehan mereka dalam pengelolaan SDM perusahaan. Penilaian dilakukan melalui bobot kualitas makalah, CV, dan rekam jejak karier peserta.

Di tahap pertama, Tim SWA menyeleksi 30 peserta untuk memilih 12 kandidat terpilih yang masuk babak final. Nama Sony Kisyono, Head of HC Strategyic Management PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), menjadi juara pertama IFHRL 2018. Pria kelahiran 33 tahun silam ini juga memiliki karier yang bagus, yakni pernah menerima penghargaan The Best Employee on Company Transformation 2017 dari Telkomsigma dan The 2nd Employee Exchange on Talet Mobility Program dari Telkom International.

Kariernya yang berkecimpung di bidang pengembangan SDM ini memberikan kesempatan Sony untuk membenahi proses kerja di HR agar lebih dinamis. Perkembangan zaman menciptakan tantangan bisnis yang begitu cepat, dengan pengembangan yang dilakukannya dapat menciptakan kenyamanan bagi pegawai serta menyelaraskan program bisnis perusahaan.

Selepas lulus dari STT Telkom Bandung, jurusan Teknik Industri, Sony sempat bekerja di PT Voksel Electric Tbk. Pada Juni 2009, ia bergabung dengan PT United Tractors Tbk., lalu 2010 berpindah ke PT Aneka Tambang (Persero). “Sebelum di Telkomsigma, saya bekerja sebagai HC system & Policy Senior Officer di PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin),” ungkapnya.

Pilar Transform People & Internal Process towards Digital Company yang dimiliki Telkomsigma dieksekusi olehnya. Telkomsigma sebagai perusahaan teknologi informasi penyedia layanan TI terpadu, sengaja diwujudkan Sony untuk dapat lebih berkembang lewat ketrampilan TI yang dimiliki SDM perusahaan. Bisnis terbesar Telkomsigma adalah integrasi sistem sebesar 82,7%, bisnis pusat data 11,1%, dan managed service 1,7%.

Menurutnya, pegwai Telkomsigma didominasi Generasi Y. “Demografi karyawan Telkomsigma adalah Gen X sebanyak 32,1%, Gen Y 66,7%, dan Gen Z 1,2%. Jumlah karyawannya sebanyak 1.756 orang dengan turnover rate dibawah 5%,” paparnya. Dengan demografi seperti ini, bagi Sony sangat mendukung rencana bisnis perusahaan dalam menangkap berbagai peluanb bisnis di era disruptif.

Ketrampilan SDM adalah kunci sukses yang memberi nilai tambah terhadap kinerja bisnis perusahaan. “Tantangan internal perusahaan yang saat ini dihadapi adalah menyikapi pengaruh disrupsi digital sehingga kami minimal melakukan satu kali transformasi organisasi setiap tahunnya, bahkan di tahun 2017 kami melakukan tiga kali transformasi organisasi dalam menghadapi dinamika bisnis,” ungkapnya.

Melalui inisiatif strategis perusahaan, yaitu nation-centric, business-centric, dan employee-centric, timnya mempersiapkan dan melatih pegawai bidan TI agar diserap oleh sejumlah perusahaan di seluruh industri untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. Selain itu juga menciptakan kontribusi positif divisi HR terhadap kinerja bisnis dan pengembangan potensi terutama bagi karyawan milenial.

Program yang digagasnya diklaim berhasil berkontribusi dalam memasok eksekutif bidang TI di sejumlah perusahaan. “Diantaranya, CEO PT Peruri Digital Security; IT Division Head di Peruri, Biofarma, Jasa Marga, BTPN, dan Garuda Indonesia; serta GM IT di Pelindo II,” ujarnya. Ia dan tim juga membentuk Team A Development Programsebagai Tim reaksi cepat yang menjadi ahli teknis di perusahaan untuk menyelesaikan masalah, membantu HC mengembangkan kompetensi inti, dan mengembangkan kinerja bisnis.

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian
www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)