Windawati Tjahjadi, Ingin Asuransi Menjangkau Semua Kalangan

Windawati Tjahjadi telah berkecimpung di industri asuransi selama lebih dari 20 tahun. Berkat kemampuannya yang mumpuni dalam mengaplikasikan ilmu ekonomi dan aktuaria untuk mengelola risiko keuangan, membuat dirinya sangat mudah untuk ‘dilirik’ berbagai perusahaan besar. Ia sudah pernah menempati posisi strategis di sejumlah perusahaan asuransi ternama.

Windawati Tjahjadi, Direktur Astra Life, di acara peluncuran Ava Ifamily Protection (Foto: Yosa/SWA)

Setelah lulus dari University of Nebraska-Lincoln, AS, tahun 1991, perempuan yang akrab disapa Winda ini memulai karier profesionalnya di Winterthur Life Indonesia. Kemudian menjadi Actuarial Manager dalam kurun waktu 3 tahun di Asuransi Lippo Life Indonesia.

Pada tahun 1995, Winda bergabung bersama Prudential dan mengakhiri masa kerjanya sebagai VP Actuarial & Internal Audit. Desember 2001, Winda melanjutkan kariernya di Great Eastern Life Indonesia sebagai salah satu Direktur. Sampai pada akhirnya, sejak September 2014, ia bergabung bersama Astra Life sebagai Direktur.

Winda berpendapat, secara nasional prospek bisnis asuransi sangat besar karena penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah. Menurutnya, masih banyak lapisan masyarakat terutama kalangan bawah yang belum terjangkau asuransi karena belum mengerti pentingnya proteksi. Perusahaan asuransi belum menembus ke seluruh lapisan, di mana perusahaan besar cenderung menjangkau menengah ke atas.

Berdasarkan hal tersebutlah, kini Winda bersama PT Astra Aviva Life (Astra Life), ingin membawa asuransi semakin diterima pasar dengan membuat produk yang mudah dimengerti masyarakat Indonesia, agar dapat menjangkau semua segmen masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Misinya mendorong masyarakat Indonesia untuk mencintai hidup, menikmati hari ini, berani bermimpi, dan mewujudkan mimpinya. Sesuai dengan tagline dan filosofi Astra Life yaitu ‘Love Life’.

“Kalau kita lihat kan perusahaan-perusahaan besar itu cenderung menjangkau menengah ke atas. Karena asuransi seharusnya tidak hanya dinikmati sebagian masyarakat saja. Kami ingin menaikkan penetrasi di asuransi karena di Indonesia rasanya masih kurang. Di Astra Life ini kami mau menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Lantas, bagaimana upayanya tersebut untuk menngembangkan layanan asuransi di setiap lapisan masyarakat bersama Astra Life? Berikut ini cuplikan hasil wawancara SWA Online bersama perempuan kelahiran Jakarta 16 Februari 1968 tersebut.

Bagaimana cerita awalnya bisa tertarik berkecimpung di industri asuransi?

Masuk ke industri asuransi karena kebetulan saya mengambil jurusan Actuarial Science semasa kuliah . Saat itu, lowongan pekerjaan sesuai jurusan tersebut terbuka lebar di dunia asuransi. Seiring berjalannya waktu, ternyata pekerjaan di dunia asuransi memang sesuai dengan ilmu yang saya pelajari dengan pengembangan karier yang sangat bagus.  Saya pernah juga kerja diluar asuransi yaitu di bank untuk beberapa bulan saja, tapi saya pikirr masih lebih menarik di asuransi.

Bagaimana pasar industri asuransi saat ini menurut Anda?

Prospek bisnis asuransi sangat menjanjikan karena penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah. Ke depannya, prospek produk asuransi jiwa proteksi juga seharusnya semakin meningkat sejalan dengan peningkatan awareness dari masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi baik kesehatan maupun perlindungan jiwa yang lebih terjangkau.

Mengapa akhirnya tertarik bergabung di Astra Life?

Dengan bekerja di lingkungan Astra saya memiliki kesempatan untuk belajar di berbagai ragam Industri, dan pengalaman-pengalaman tersebut yang akan memacu saya untuk bisa memberi warna pada pasar asuransi jiwa, kreatif dalam membuat produk yang mudah dimengerti masyarakat Indonesia karena penetrasi asuransi masih rendah

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam mengelola perusahaan asuransi ini? dan apa saja upaya untuk mengatasinya?

Tantangan yang dihadapi dalam mengelola perusahaan asuransi adalah bagaimana agar asuransi dapat diterima pasar, sedangkan asuransi merupakan bisnis tidak berwujud/intangible.

Upaya yang pertama untuk mengatasinya adalah dengan membuat asuransi ini lebih relevan bagi masyarakat/pasar. Astra Life melakukan strategi dan pendekatan pemasaran yang berbeda, yaitu dengan mengkomunikasikan pesan positif ketimbang memberikan rasa takut dan menjual kekhawatiran kepada pelanggan  serta mendorong masyarakat Indonesia untuk mencintai hidup, sesuai dengan tagline dan filosofi Astra Life yaitu ‘Love Life’.

Astra Life hadir untuk membantu masyarakat Indonesia mencintai hidup. Menikmati hari ini, berani bermimpi, dan mewujudkan mimpinya. Relevansinya kita bawa dengan lebih positif, enjoy life. Enjoy karena keluarga terproteksi. Asuransi itu bagaimana berani mimpi membuat generasi lebih baik, pasti dengan pendidikan, juga hidup lebih baik. Upaya kedua adalah membuatnya distinctive. Bagaimana mengemas dengan berbeda. Ketiga, banyak terlibat dengan engagement di sosial media sehingga customer terlibat. Secara keseluruhan akun sosial media Astra Life berada di peringkat tiga terbesar dengan tingkat keterlibatan peringkat satu di industri asuransi jiwa berdasarkan data Social Baker – Social Media Analytics & Performance per 31 April 2017.

Berapa/apa saja produk asuransi yang sudah dikeluarkan Astra Life hingga saat ini?

Astra Life sudah mengeluarkan berbagai produk untuk beragam segmen dan jalur distribusi sesuai dengan strategi perusahaan yaitu multi-products, multi-segments, multi-channels di antaranya yaitu :

- Bancassurance: Asuransi Jiwa yang dikaitkan denganInvestasi dengan Pembayaran Premi Berkala (RPUL)Hybrid, asuransi jiwa kredit dan produk asuransi yang terintegrasi dengan produk Bank.

- Perusahaan Pembiayaan: Asuransi Kesehatan Mikro dan Produk Asuransi Jiwa terintegrasi dengan produk Asuransi Umum (Co-Insurance).

- Telemarketing: Santunan Harian Rawat Inap, Asuransi Berjangka dengan Pengembalian Premi,

- Perlindungan Kartu Kredit dan produk proteksi pinjaman pribadi.

- Digital & Direct: Asuransi Jiwa yang dikaitkan dengan investasi, paket asuransi jiwa

komprehensif untuk proteksi jiwa dan kesehatan serta produk asuransi dwiguna.

- Employee Benefit: Asuransi Jiwa Berjangka Kumpulan dan Asuransi Kecelakaan Diri

Kumpulan.

Produk-produk dibuat agar dapat menjangkau semua segmen masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Astra Life mengeluarkan produk- produk yang dikaitkan dengan investasi seperti Unit Link, produk asuransi jiwa dwiguna dan produk-produk asuransi jiwa yang terintergrasi dengan produk bank. Serta untuk memenuhi kebutuhan proteksi jiwa dan kesehatan, Astra Life mempunyai produk-produk asuransi jiwa berjangka, asuransi kecelakaan maupun asuransi kesehatan dan asuransi jiwa kredit.

 

Jika dilihat ada 2 produk yaitu Solusi individu dan Solusi bisnis, Bagaimana kontribusinya masing-masing? Lebih banyak yang mana (presentasenya)?

Dari segi pendapatan premi, saat ini kontribusi dari produk asuransi individu lebih banyak daripada produk asuransi kumpulan yaitu mencapai sekitar 80%.

Bagaimana target ke depannya?

Tentunya akan terus mengembangkan dan memimpin sebaik-baiknya Astra Life ini supaya semakin banyak masyarakat yang menikmati proteksi asuransi dan semakin mengerti pentingny asuransi. Salah satunya produk terakihir Astra Life adalah Ava Ifamily Protection, satu asuransi perlindungan jiwa dan kesehatan meyeluruh untuk keluarga. Cara hidup terbaik adalah dengan mengedepankan Happy life, Healthy life, dan tidak ketinggalan Healthy financial, karena perencanaan keuangan yang tidak baik akan berdampak pada kesehatan. Dukungan keuangan yang sehat tersebut bisa didapatkan dari asuransi.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)