Wow, Honor Show Deddy Corbuzier Hingga Rp250 Juta

Pesulap ternama, Deddy Corbuzier, buka-bukaan soal keputusannya meninggalkan dunia sulap. Ratusan tawaran datang silih-berganti. Tapi, ia memilih hanya menjadi host Hitam-Putih di Trans 7, yang telah dilakoninya selama 7 tahun. Untuk pesulap yang telah mendapatkan Merlin Award, penghargaan tertinggi alias Piala Oscar di dunia magician, inilah saatnya menikmati hidup.

"Honor show saya berkisar Rp 150-250 juta, acara TV Rp 50 juta per show, MC Rp 100-150 juta. Pertama kali bermain sulap saya dibayar Rp 45.000 di Dufan di era 1980-an," kata dia.

Deddy besar karena sulap. Ia tak menyesali keputusannya menekuni sulap meski ditentang habis-habisan oleh orang tuanya. Ia menyebut kunci suksesnya adalah tak pernah menyerah meski berulang kali mengalami penolakan saat memasukkan acara di sebuah stasiun TV. Ia terhitung telah aktif terlibat di ratusan acara sulap. Deddy bahkan memiliki sederet acara sulap racikannya sendiri, Deddy Corbuzier Show.

Deddy Corbuzier (Foto: money.id)

Ia juga yang merancang acara sulap yang dibesut koleganya, Romi Rafael. Acara sulap di TV tak terhitung banyaknya, mulai dari The Master, The Master Junior, Mahadaya, Mahakarya, Sexy Magic, Deddy Corbuzier The Magic Show di Trans TV, The Next Mentalist di Trans 7. Namanya mulai menjulang sejak memainkan sulap pertama kalinya di layar kaca pada 1997-98 di RCTI dalam acara Impresario 008. "Saya menjadi pengisi acara tetap selama 4 tahun dan akhirnya setelah itu saya punya acara sendiri," terangnya.

Ayah dari Azka Corbuzier ini mengaku tak meninggalkan dunia sulap secara penuh. Keputusan untuk tak lagi terlibat di dunia magician diambilnya sejak dua tahun lalu. Ia menilai saat tengah berada di atas adalah saat yang tepat untuk berhenti. Penghargaan sebagai mentalist terbaik di dunia, yakni Merlin Award, telah berhasil diraihnya selama dua tahun berturut-turut, yakni 2010-11 dan 2011-12. ia menjadi satu-satunya magician dari Asia yang pernah merebut penghargaan dari American Magician Society ini.

"Jika bicara ego, alasan bagusnya karena sulap membutuhkan orang-orang baru di Indonesia. Selama saya masih bermain seperti ini, anak-anak baru tidak akan keluar. Dunia sulap sudah identik dengan nama saya, anak-anak baru tidak punya mendapat kesempatan," papar pria bertubuh atletis ini.

Alasan terakhirnya untuk berhenti adalah ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk anaknya yang tengah membutuhkan kasih sayang dan bimbingan seorang ayah. Acara sulap lebih banyak off air. Deddy kerap menghabiskan waktunya di luar kota sembari mengajak anak semata wayangnya, Azka. Dunia sulap juga menyimpan bahaya yang mengancam keselamatan jiwanya.

"Saya hampir mati 4 kali karena sulap. Hampir jatuh dari gedung, hampir ditabrak roller coaster, kecelakan, badan robek dan berdarah. Sulap itu bahaya banget. Kalau melihat usia, i choose to break," terang pria bernama lengkap Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo ini.

(Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)