Richard Cahadi, Generasi Ke-3 Kokola Group

Dengan menerapkan konsep Total Food Safety, produk biskuit dan wafer Kokola Group selama bertahun-tahun sukses menembus pasar global seperti Australia,Eropa, Amerika, Arab dan China. Dan kini, produsen biskuit yang berbasis di Gresik, Jawa Timur ini mulai meningkatkan pangsa pasarnya di dalam negeri.

Kokola merupakan merek biskuit dan wafer yang berada di bawah naungan PT Mega Global Food Industry. Dari pabriknya di Jl. Raya Tenaru Industri, Sidoarjo, Gresik, Jawa Timur ini merek yang telah eksis selama puluhan tahun tersebut sukses dikirim ke mancanegara dan mengisi rak-rak supermarket di AS, Eropa, China, Arab Saudi, Australia dan sebagainya. Dan semua itu dimungkinkan berkat fokus perusahaan keamanan dan kesehatan produk yang dihasilkannya.

Kokola

“Kami ingin memasyarakatkan makanan yang aman, enak dan makes people happy,” tutur Richard Cahadi, Managing Director MGFI di sela-sela kunjungan media ke pabriknya yang berada di Gresik, Jawa Timur pada pengujung bulan November 2013.

Richard yang merupakan cucu dari Budiman, pendiri perusahaan, lebih lanjut menjelaskan, Kokola sendiri merupakan flagship brand biskuit dan wafer produksi MGFI. Saat ini Kokola terdiri dari 5 kategori produk yakni cookies, crackers, chocochip, marie, wafer cream dan wafer roll  dengan jumlah varian mencapai 60-an SKU (stock keeping unit).

Richard (38 tahun) menjelaskan, untuk menciptakan biskuit yang aman bukanlah persoalan mudah. Membutuhkan sistem kontrol dan disiplin yang kuat dan ketat dalam proses produksi sehari-hari. “Produk yang kami hasilkan di sini semuanya sudah memenuhi standar keamanan pangan internasional. Untuk itu kami melengkapi diri dengan berbagai sertifikat internasional seperti ISO 22000 Food Safety, HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points),  Sertifikat WQA ver7, serta Sertifikat BRC ver6, dan tentunya Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia dan Sertifikat BPOM, " papar Richard yang mengenyam pendidikan Biscuit Making di Biscuit Institute, Singapura,  S-1 Marketing di Universitas Surabaya, serta Food Safety Training Premisys Consulting itu.

Kokola2

Richard juga menjelaskan, ISO 22000 ini adalah sistem manajemen mutu terkait dengan keamanan pangan, yang berbeda dengan ISO 9000 yang hanya menstandarisasi sistem manajemen kualitas saja. Sedangkan BRC (British Retail Consorsium) adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh Konsorsium Retail Persemakmuran Inggris khusus untuk menjaga keamanan pangan bagi produk yang akan di ekspor ke negara tersebut.

Tak cuma sistem, tapi sekaligus ditanamkan mindset  kepada individu dalam tim MGFI untuk menjaga keamanan dan higienitas proses produksi. Dengan begitu mindset  menjadi quality control  (QC) bersama. “Fokus dan konsep kami adalah  Total Food Safety,” tambah Hawei Wijono, Marketing & Sales Director MGFI.

Kokola Pabrik Pabrik Kokola di Gresik, Jawa Timur

Dalam pengimplementasian konsep Total Food Safety, manajemen menerapkan beberapa aturan ketat di area pabrik. Misalnya, sebelum memasuki tempat produksi, pengunjung wajib memakai pakaian bebas bakteri seperti, masker, pembungkus sepatu, pelindung kepala. Bahkan semua aksesoris seperti jam tangan, anting, gelang maupun cincin wajib dilepas. Setelah semua perlengkapan dipakai, pengunjung harus mencuci tangan dengan sabun cair khusus dan setelahnya menggunakan cairan alkohol untuk menjamin kuman-kuman mati 100% . "Semua ini kita lakukan agar biskuit yang kita hasilkan bebas dari kuman. Tidak hanya para pengunjung, prosedur ini juga berlaku bagi karyawan kami sebelum bekerja,"jelas Richard.

Tak hanya itu, ruang produksi terpantau sangat bersih dari debu termasuk mesin oven otomatis yang mempunyai panjang  hampir 200 meter. Meski di dalam ruang produksi, namun suhu di ruangan tidak terlalu panas. "Suhu ruangan kita pantau agar tetap di bawah 35 derajat celcius demi menjaga kualitas biskuit dan menekan perkembangan bakteri akibat keringat," ungkap Richard.

Dengan berbagai pengendalian keamanan manajemen produksi makanan tersebut tak pelak berbagai jaringan retail modern mancanegara mempercayai Kokola Group.  Saat ini produk Kokola sudah tersedia di ritel-ritel modern dunia seperti Carrefour, BigW, KMart dan Woolworths. Di Australia, Woolworths sendiri merupakan jaringan ritel besar dengan 890 gerai.

Di dalam negeri, penetrasi pasar Kokola sudah menjangkau ritel modern dengan sistem kerjasama co branding dengan ritel modern seperti Carrefour, Giant, Hypermart, Komposisi pasar ekspor mencapai 60% sedangkan pasar lokal sebesar 40%. Sasaran MGFI adalah memposisikan produknya menjadi  Best for International Market, Best for Indonesia Market . “We love to share Happylicious,”tegas Richard seraya menyebutkan kini per tahun MGFI memproduksi hingga 25 ribu ton biskuit dan wafer. (EVA)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)