Robert Manan, Ingin Kuliner Indonesia Mendunia

Apa yang paling menarik dari Indonesia di mata para pelancong internasional? Selain pemandangan alamnya yang indah, negara yang beribukota di Jakarta ini juga kaya akan kuliner yang menggugah selera. Berkat ramuan para nenek moyang plus rempah-rempah yang kaya, terciptalah beragam kuliner yang membuat kangen para turis mancanegara . Inilah yang menjadi perhatian duo suami-istri Robert dan Fify Manan. Lama bermukim di Amerika Serikat tak melunturkan nasionalisme keduanya. Mereka melihat ada banyak hal yang bisa digali dari diaspora Indonesia yang bertebaran di seluruh penjuru dunia.

Robert Manan, misalnya, punya semangat berlipat untuk membangun bisnis makanan di Indonesia. Ia juga punya mimpi kuliner asli Indonesia lebih dikenal dunia seperti halnya masakan Jepang, China, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. “Suami saya masuk dalam gugus kerja kuliner di IDN (Indonesia Diaspora Network). Dia ada rencana berkolaborasi dengan IDBC (Indonesian Diaspora Business Council), untuk lebih mengembangkan ini, kata President & CEO Formcase Furnishing Group USA, Fify Manan mengisahkan.

Robert Manan (Foto: IST) Robert Manan (Foto: IST)

Menurut wanita yang juga menjadi Co-Chairman di IDBC ini menuturkan, Robert telah melakukan banyak cara untuk membuat masakan Indonesia lebih dikenal dunia. Akhir tahun lalu misalnya, ketika Dino Patti Jalal menjadi Dubes di Amerika, sang suami tercinta mengadakan kompetisi masak makanan Indonesia. Pemenangnya yakni tiga chef asal Amerika dan satu chef diaspora Indonesia, yaitu chef Jono, diajak Dino berkeliling Indonesia untuk mencicipi beragam kuliner Tanah Air, dari makanan yang dijajakan di pinggir jalan hingga restoran besar.

Pada Februari 2016, Robert juga akan memperkenalkan kuliner Indonesia di acara Madigra, New Orleans, dengan programnya Luvinary (Luv Indonesian Culinary) yang dirikan dua tahun lalu. Salah satunya adalah sate, mulai dari sate ayam, kambing, hingga kelinci. Diceritakan Fify, Robert memang sudah jatuh cinta pada bisnis makanan sejak lama.

Pada tahun 90-an, di bawah Manan Group ia mendirikan perusahaan makanan beku (frozen food) di Indonesia, yang memang mayoritas produknya diimpor dari negara lain. Sebelum pindah ke Amerika tahun 2001, Robert menyerahkan perusahaan itu kepada saudaranya. Cinta Robert pada bisnis kuliner tidak pupus di Negeri Paman Sam. “Robert kan masih suka bolak-balik ke Indonesia. Dia mendirikan PT Fitrafood International dan mendirikan pabrik frozen food, Archipelago Food Solution. Nah, gerakan Luvinary dua tahun lalu diluncurkan,” ujar Fify.

Keduanya kemudian mengajak Ketua Umum IDBC Edward Wanandi untuk mendirikan sebuah badan usaha untuk mempromosikan kuliner Indonesia. Ini adalah bentuk kerjasama IDBC dengan gugus tugas untuk kuliner. Ini merupakan salah satu dari tiga program yang dijalankan Fify sebagai Co-Chairman IDBC pada Kongres Diaspora Indonesia III, Agustus mendatang. “Ada 30 ikon masakan Indonesia yang akan dibawa. Itu merupakan daftar yang diinginkan Mari Pangestu ketika menjadi Menteri di kabinet sebelumnya,” katanya. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)