Sadad Mengibarkan Erigo dengan Omset Rp22 Miliar

Traveling sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tentunya keperluan-keperluan untuk traveling saat ini juga banyak dicari bagi mereka yang ingin melakukan suatu perjalanan. Peluang untuk menyediakan kebutuhan traveling ini kemudian ditangkap oleh pria berumur 25 tahun yakni Muhammad Sadad, Founder & CEO Erigo Store.

Erigo merupakan brand fesyen Indonesia yang menyediakan keperluan traveling dengan mengedapankan desain serta kenyamanan. Awalnya pada 28 November 2010, bisnis fesyen ini dimulai dengan membuat sebuah brand bernama "Selected and Co". Seiring berjalannya waktu, brand tersebut pun berganti nama menjadi "Erigo". Brand Erigo sendiri mengawali pembuatn produk dengan membuat batik kasual.

20160304_151948_resized

Semakin berkembangnya bisnis tersebut, Sadad bercerita bahwa pada tanggal 15 September 2015 ia membuat strategi bisnis baru dengan me-rebranding brand Erigo menjadi konsep street stlye dan traveling dengan meluncurkan koleksi barunya yakni Reflektif.

"Dengan hadirnya Erigo dapat memenuhi kebutuhan gaya dalam traveling serta meningkatkan keinginan masyarakat dalam ber-traveling," ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, Sadad pun melakukan sesi photo session untuk koleksi-koleksinya di beberapa negara. Hasilnya di tahun 2015 Erigo berhasil mendapatkan omset hingga Rp 22 miliar. Ia mengungkapkan Erigo akan terus berkembang dengan konsep-konsep yang inovatif.

Di tahun 2016 ini ia akan mengarahkan style kepada market consumer bahwa Erigo mempunyai berbagai macam styke guidence yang lebih luas dan dapat menjadi trendsetter khususnya di Indonesia.

Selain itu, pria yang sempat kuliah di UI ini menjelaskan bahwa brand Erigo memang melakukan pendekatan melalui aktivitas traveling. Dengan demikian brand ini menyajikan sebuah konsep apparel yang mendukung kegiatan traveling.

Di tahun 2016 ini Erigo mempunyai visi yaitu campaign traveling with Erigo. Kata Sadad, tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada dunia luar atas kreatifitas anak bangsa dan juga turut berpartisipasi mengangkat pariwisata Indonesia.

Dengan memiliki dua brand ambassador yakni Lala Karmela dan Febrian yang merupakan seorang blogger, nantinya selama setahun ke depan Erigo akan lebih fokus pada traveling dalam negeri sebagai campaign-nya.

Kampanye ini akan terbagi dalam 12 episode dengan membuat cerita perjalanan ikon Erigo yang traveling ke seluruh Nusantara dengan menggunakan pakaian yang dijual oleh Erigo sendiri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa cerita perjalanan itu sendiri akan dirangkum ke dalam sebuah dokumentasi berupa video, foto juga blog. Selain mempromosikan produk-produk Erigo, hal ini juga bertujuan untuk menginspirasi anak muda untuk lebih mengenal keanekaragaman pariwisata, budaya yang ada di Indonesia.

Tak hanya melakukan campaign tersebut, tahun ini kata Sadad, Erigo juga akan mengikuti 44 event dalam waktu empat bulan ke depan di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Dia menargetkan tahun 2016 akan memperoleh omset sebesar Rp 50 miliar dengan melakukan penjualan secara offline dan onlline. (EVA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)