Sammy Ramadhan, Sosok Muda di Balik Goers

Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang IT, tidak menyurutkan semangat Sammy Ramadhan untuk mendirikan perusahaan teknologi. Sejak tahun 2015 silam, pria berumur 29 tahun, telah mengembangkan Goers sebagai sebuah platform mobile yang memungkinkan seseorang bisa menjelajahi beragam aktivitas di Jakarta dan Bandung. Bersama adiknya, Niki Tsuraya dan juga kerabatnya, Anselmus Krisma Adi Kurniawan, Sammy telah berhasil memperoleh pendanaan dari 5 investor. Terbaru, Goers baru saja disuntik oleh Grup Mahaka. Pada bulan Agustus tahun 2016 lalu. Sebelumnya, Goers juga pernah disuntik dana oleh tiga angel investor, sebuah institusi finansial, dan Indigo Incubator.

Singkat cerita Goers merupakan market channel bagi para pemilik venue, event organizer, komunitas, dan pengiklan untuk menginformasikan aktivitasnya. Dengan mengunduh Goers, setiap orang bisa langsung mengetahui kegiatan apa saja yang sedang berlangsung hari ini, besok dan dalam waktu dekat. Dengan  fitur personalize interest  di Goers seseorang tidak perlu lagi bingung menghabiskan waktu senggangnya. Cukup membuka app, Goers langsung menyajikan kegiatan yang sesuai dengan interest mereka masing-masing. “Jadi tidak bingung lagi mau ngapain dan ke mana,” ujar Sammy.

Saat ini sudah sebanyak 20.000 orang mengunduh Goers dengan jumlah user aktif sebesar 40%. Sampai saat ini Goers sudah bermitra dengan 200 mitra, dan telah berhasil menjual 2000 tiket di layanan goers selling. Aplikasi tersebut juga sudah bermitra dengan Uber guna mempermudah pengguna Goers menuju tempat kegiatan.

img-20160930-wa0010

Lalu bagaimana sebenarnya latar belakang dari Sammy Sendiri?  Diwawancarai di acara media visit di kantor SWA, Sammy menjelaskan sempat tinggal di luar negeri sebelum kembali ke Indonesia. Ia sempat menyenyam pendidikan di Monash University, Australia, selama dua tahun sejak tahun 2010 hingga tahun 2012 guna mengejar gelar Master of International Business. Sebelumnya, ia sempat mengambil pendidikan strata satu di  Universitas Swiss German Serpong dan lulus di tahun 2009 sebagai Bachelor  of Business Administration (B.B.A.).

Berbagai pengalaman pernah ia rasakan sebelum terjun di Goers. Terakhir ia bekerja di PT Global Mediacom Tbk selama 2,5 tahun di divisi Business Development. Ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, salah satunya dengan pernah menjadi Media Relation Ayo Kita Bantu, sebuah organisasi nirlaba yang punya objektif membantu altlet yang mengalami permasalahan keuangan ketika sudah pensiun.

Ide awal pembentukan Goers ia uangkapkan bermula dari kesulitan mencari aktivitas kegiatan setelah pulang dari Australia. Berbeda dengan negeri kangguru, ia menyebutkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan lebih mudah di akses. Berbeda dengan di Indonesia, yang kebanyakan aktivitas diketahui dari mulut ke mulut. Berangkat dari pengalaman tersebutlah, ia mencoba mencari solusi dengan membuat semacam “event market place”.

Dibutuhkan persiapan sekitar 6 bulan untuk menciptakan aplikasi Goers. Selama 6 bulan dia dan tim melakukan berbagai persiapan, termasuk melakukan riset pasar dan membuat mock up aplikasi. Riset pasar dilakukan terhadap 220 responden. Kepada responden ditanyakan apakah mereka merasa kesulitan atau kebingungan ketika mencari acara atau event di Jakarta. Hasilnya ada 86 persen yang menyatakan bingung, dan akhirnya memutuskan pergi ke mal. “Kami berharap Goers dapat menjadi rujukan bagi warga Jakarta dalam hal bepergian jadi kegiatannya tidak hanya nonton di mall dan ngopi-ngopi di cafe saja,” ungkapnya.

Untuk memberikan sentuha yang lebih personal, Goers ia ucapkan memiliki ratusan kategori Interest, beberapa di antaranya adalah Fashion, Food & Drink, Sport, dan Movie, Family. Setiap even yang dimunculkan akan disesuaikan dengan kategori interest yang didaftarkan. “Jadi antar orang per orang bisa berbeda tampilan event-nya,” ujarnya.

Untuk urusan monetisasi, Sammy mengatakan mengenakan sejumlah fee kepada penyelenggara event. Selain itu, Goers juga memperoleh pemasukan dari penjualan tiket acara. “Kami telah melakukan partnership dengan 100 mitra.”

Profil Singkat
Nama: Sammy Ramdhan
Usia: 29 Tahun (Kelahiran Tahun 1987)
Karir:
Founder Goers (2014-sekarang)
Business Development PT Global Mediacom Tbk (2013-2015)

Pendidikan
Universitas Swiss German, Serpong. Bachelor of Business Administration
Monash University. Master of International Business

Baca juga:

Goers, Aplikasi yang Memudahkan Berpergian

Alfian Pamungkas Sakawiguna, Jagoan Cloud Hosting dari Sukabumi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)